Rabu, 13 Mei 2009

Makan Bersahabat Bagi Jantung

MAKANAN: Sumber zat besi bisa diperoleh dari daging merah, hati, keju, sayuran berwarna hijau tua dan kacang-kacangan.

CHICAGO-- Pengetahuan mengenai makanan dan pola makan yang dapat melindungi jantung masih sangat terbatas. Hal itu disimpulkan dari sebuah penelitian terbaru berdasarkan analisis sekitar 200 studi yang melibatkan jutaan orang.

Sayuran, kacang dan diet Mediterania merupakan kelompok makanan bersahabat untuk jantung. Sementara itu, kelompok yang merupakan "musuh" jantung seperti makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi misalnya roti putih dan lemak jenuh yang terkandung dalam kue dan kentang goreng.

Kelompok makanan yang masih dipertanyakan, termasuk daging, telur, susu dan makanan jenis lain yang belum terbukti apakah bersahabat atau musuh bagi jantung.

"Saya melakukan penelitian. Saya juga berbelanja bahan makanan untuk keluarga setiap minggu," ujar peneliti dari McMaster University di Hamilton, Ontario.

Dia mengharapkan, penemuan itu dapat menekan kebingungan dalam masyarakat mengenai jenis makanan yang seharusnya dimakan serta yang harus dihindari.

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Arsip yang terbit pada hari Senin dalam Internal Medicine tidak tampak seperti daftar belanjaan. Namun, tampak seperti penjelasan yang rumit mengenai cara peneliti menilai 189 penelitian sebelumnya dengan topik yang serupa.

Secara singkat, para peneliti menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh Sir Austin Bradford Hill yang merupakan peneliti dari Inggris yang menemukan hubungan antara merokok dan kanker paru-paru. Ketika dilakukan serangkaian penelitian terhadap makanan dan pola makan tertentu, terbukti adanya hubungan timbal balik yang kuat dengan kesehatan jantung.

Kepala Pencegahan Penyakit dari Harvard Brigham and Women Hospital, Dr Jo Ann Manson mengatakan, analisis dari penelitian menekankan adanya daerah abu-abu untuk makanan yang baik untuk jantung serta daftar yang sangat sedikit dari makanan yang terkait dengan kesehatan jantung.

Hal senada diungkapkan profesor dari fakultas pencegahan penyakit di Northwestern University's Feinberg School of Medicine. Dia mengatakan, analisis yang dilakukan para peneliti lebih menitikberatkan kekuatan dan batas dari penelitian sebelumnya dibandingkan saran kepada masyarakat.

Van Horn menambahkan, analisis tersebut meyakinkan keuntungan dari pola makan Mediterania yang kaya dengan sayur, kacang, gandum utuh, ikan dan minyak zaitun. Terutama jika dibandingkan dengan pola makan barat yang terdiri dari daging olahan, daging merah, produk gandum yang sudah diproses dan produk susu yang mengandung lemak tinggi.

"Hal itu seharusnya dilakukan sebagia pola makan sehari-hari," ujarnya.

Penelitian juga didukung oleh Yayasan jantung dan stroke dari Kanada serta (The Heart and Stroke Foundation of Canada) serta Institut Kesehatan Kanada (Canadian Institutes of Health).

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.


EmoticonEmoticon