Selasa, 30 Desember 2008

Kanker Leher Rahim (Serviks)

Penyakit kanker leher rahim yang istilah kesehatannya adalah kanker servik (Cervical Cancer) merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

Penyakit kanker servik ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini menyebar melalui kontak sexual, HPV dapat menyerang semua perempuan disetiap waktu tanpa melihat umur ataupun gaya hidup. Banyak wanita yang dengan daya tahan tubuh yang baik mampu melawan infeksi HPV dengan sendirinya. Namun demikian, terkadang virus ini berujung pada terjadinya penyakit kanker.

Di Indonesia, Kanker Serviks adalah kanker pembunuh perempuan Indonesia no.1 tertinggi saat ini.(Pdpersi). "Setiap perempuan selama hidupnya beresiko terkena virus yang menyebabkan kanker serviks", terutama beresiko tinggi bagi mereka yang merokok, melahirkan banyak anak, memakai alat kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama, serta mereka yang terinfeksi HIV Aids.(MedlinePlus)

  • Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi

  • Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker.

  • Mendeteksi Kanker Serviks

  • Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim. Pap smear adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim.

  • Tanda dan Gejala Kanker Serviks

  • Secara umum tanda dan gejalanya adalah terjadinya perdarahan vagina setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi. Sementara itu tanda lain yang mungkin timbul antara lain adalah :
    1. Hilangnya nafsu makan dan berat badan
    2. Nyeri tulang panggul dan tulang belakang
    3. Nyeri pada anggota gerak (kaki)
    4. Terjadi pembengkakan pada area kaki
    5. Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina
    6. Hingga terjadi patah tulang panggul

    Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui dan mendeteksi adanya kanker serviks pada diri seorang wanita.

  • Pengobatan Penyakit Kanker Serviks

  • Bagi Anda yang terdiagnosa mengalami perubahan abnormal sel sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti ;
    1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
    2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.

    Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain ;
    1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
    2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

  • Bagaimana Pencegahannya?

  • Ini merupakan berita yang sangat menarik, bahwa penyakit kanker leher rahim (kanker serviks) dapat dicegah. Yaitu dengan cara vaksinasi yang diberikan pada remaja putri dan perempuan dewasa.

    Vaksin ini diresmikan hak ciptanya pada tahun 2006, pengembangnya adalah sebuah perusahaan obat terbesar dunia yang berada di Amerika Serikat (Merck & Co., Inc.). Vaksin ini diberi nama "Gardasil". Vaksin tersebut, menurut WHO, juga efektif mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% dari semua jenis kanker leher rahim.

    Pengenalan vaksin pencegah kanker serviks dan upaya untuk mendekatkan akses vaksin bagi masyarakat di diseluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat menurunkan prevalensi kanker leher rahim serta meminimalkan fatalitas akibat serangan kanker tersebut.

    Selasa, 16 Desember 2008

    Makanan Bagus Untuk Mata Sehat











    Lutein

    Lutein dapat ditemukan dalam bayam, sayura-sayuran hijau dan jagung. Lutein dapat meningkatkan kesehatan mata dengan mencegah kerusakan akibat oksidasi pada retina mata. Anda juga bisa mengkonsumsinya dalam bentuk suplemen, 1000 mikrogram dua kali sehari.


    Vitamin C


    Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayuran yang mengandung vitamin C dan
    bioflavonoid yang lain mempunyai risiko lebih kecil mengalami masalah pada mata daripada mereka yang mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang lebih sedikit.

    Glutathione


    Telur, bawang putih, alpukat, asparagus, serta bawang merah mengandung
    glutathione, yang terbukti efektif mencegah katarak.

    Koktail untuk mata


    Sebuah studi besar yang disponsori oleh National Institutes of Health menemukan bahwa vitamin-vitamin tertentu, saat dikonsumsi bersamaan, dapat mencegah masalah kehilangan penglihatan akibat usia.


    Studi ini menemukan bahwa orang-orang yang mengalami penurunan kebasahan
    macular mengalami penurunan kehilangan penglihatan sebesar 25% jika mereka mengkonsumsi 500 mg vitamin C, 400 internasional unit vitamin E, 15 mg beta-karoten, 80 mg zat besi dan 2 mg tembaga setiap hari dengan dosis-dosis yang terpisah.

    Kurang Vitamin D Picu Sakit Jantung

    Terapi Galih Gumelar - Kekurangan vitamin D mungkin penyebab peningkatan risiko penyakit jantung yang mudah diperbaiki dan sering tidak di perhatikan.

    Peneliti mengatakan pertumbuhan tubuh mengisyaratkan bahwa kekurangan vitamin D meningkatkan risiko penyakit jantung serta penyakit lain yang berhubungan erat dengan penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

    Banyak Studi menunjukkan bahwa orang-orang dengan kadar vitamin D rendah mempunyai risiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung, stroke, serta penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung lainnya dibandingkan dengan orang yang mempunyai kadar vitamin D yang lebih tinggi.

    Kekurangan vitamin D tidak kelihatan, tetapi risiko penyakit kardiovaskular yang perlu dikhawatirkan," kata peneliti James H. O'Keefe, MD, direktur pencegahan kardiologi di Mid America Heart Institute di Kansas City."Vitamin D mudah didapat, suplemennya sederhana, aman dan tidak mahal.

    Sebagian besar kebutuhan tubuh akan vitamin D terpenuhi melalui respon kulit terhadap cahaya matahari. Sumber vitamin D yang lain adalah salmon, sardines, minyak ikan cod, susu, serta sereal. Vitamin D juga bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen. 

    Kekurangan vitamin D semakin meningkat

    Kekurangan vitamin D biasanya dikaitkan dengan lemahnya tulang dan otot, tetapi dalam beberapa tahun terakhir sejumlah studi menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kegagalan fungsi jantung, dan peradangan kronis pembuluh darah. Selain itu, bisa juga mengubah kadar hormon yang meningkatkan resistensi insulin, yang meningkatkan risiko diabetes.

    Dalam review artikel yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology, para peneliti menyajikan data terbaru yang menghubungkan kekurangan vitamin D dengan penyakit jantung dan menyarankan untuk melakukan screening dan pengobatan. 

    Para peneliti mengatakan kekurangan vitamin D ada hubungannya dengan kebiasaan hidup orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dan berusaha untuk meminimalkan terpapar sinar matahari dengan penggunaan sunscreen.Sunscreen dengan faktor pelindung dari matahari memblokir hampir 99% vitamin D sehingga tidak bisa menembus kulit. 

    Kita jarang berada di luar ruangan, dan orang yang lebih tua serta orang yang kelebihan berat badan kurang efektif merespon cahaya matahari," kata O'Keefe."Sedikit cahaya matahari baik untuk kesehatan, tetapi penggunaan sunscreen untuk melindungi kulit dari kanker juga penting apabila Anda berada di luar ruangan lebih dari 15-30 menit terpapar cahaya matahari.

    Selenium Cegah Kanker Kandung Kemih

    Selenium Cegah Kanker Kandung Kemih
    PADI-PADIAN: Selenium yang terkandung dalam produk padi-padian, daging dan kacang diduga dapat membantu pencegahan kanker kandung kemih.

    WASHINGTON-- Sebuah studi yang diterbitkan di dalam "Cancer Prevention Research", jurnal American Association for Cancer Research terbitan Desember menyatakan, selenium yaitu jenis mineral yang ditemukan pada padi-padian, kacang dan daging, mungkin membantu dalam pencegahan kanker kandung kemih yang berisiko tinggi.

    Para peneliti dari Dartmouth Medical School membandingkan tingkat selenium pada 767 orang yang baru didiagnosis terserang kanker kandung kemih dengan 1.108 orang dari masyarakat umum.

    Berbagai temuan memperlihatkan hubungan antara selenium dan kanker kandung kemih di kalangan perempuan, sebagian perokok dan mereka yang positif memiliki kanker kandung kemih p53.

    Di dalam seluruh orang yang diteliti, tak ada hubungan berbalik antara selenium dan kanker kandung kemih, tapi perempuan (34%), perokok sedang (39%) dan mereka yang positif menderita kanker p53 (43%) memiliki pengurangan mencolok tingkat kanker kandung kemih dengan angka selenium yang lebih tinggi.

    "Ada jalur berbeda yang digunakan oleh kanker kandung kemih untuk berkembang dan diperkirakan satu jalur utama melibatkan perubahan pada gen p53," kata peneliti Margaret Karagas.

    "Kanker kandung kemih yang berpangkal dari perubahan ini memiliki kaitan dengan penyakit yang lebih maju," katanya.

    Meskipun studi lain telah memperlihatkan hubungan serupa antara selenium dan kanker kandung kemih di kalangan perempuan, studi itu adalah salah satu yang pertama yang memperlihatkan hubungan antara selenium dan kanker kandung kemih positif p53.

    "Akhirnya, jika benar bahwa selenium dapat mencegah kemunculan tertentu pada perorangan, seperti perempuan, dari kanker kandung kemih yang berkembang, atau mencegah jenis tumor tertentu, perubahan semacam itu melalui jalur p53, berkembang, itu memberi kami kaitan mengenai bagaimana tumor dapat dicegah pada masa depan dan berpotensi mengarah kepada upaya kemo-preventif," kata Karagas. (xinhua/ant/ri)

    Terapi Hormon untuk Menopause











    Selama beberapa dekade, perempuan diyakinkan bahwa terapi hormon, yang biasanya merupakan kombinasi dari estrogen dan progestin, baik digunakan selama dan sesudah menopause. Tetapi, hal ini berubah pada tahun 2002 setelah keluarnya hasil studi dari Women Health Initiative, yang menunjukkan bahwa terapi hormon meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, pembekuan darah dan kanker payudara.

    Dengan adanya kontroversi ini, banyak perempuan berhenti memakainya. Tetapi, beberapa penelitian baru-baru ini, termasuk up date dari penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa terapi hormon juga mempunyai keuntungan yang bersifat melindungi pada perempuan di awal menopause. Jika digunakan dengan benar, terapi hormon juga bisa meredakan beberapa gejala menopause yang paling mengganggu.

    Waktu penggunaan yang tepat

    Hormon terapi atau kadang-kadang disebut dengan terapi hormon pengganti, membantu perempuan yang mengalami gejolak panas juga membantu mencegah penurunan masa tulang. Kalau digunakan secara teratur juga bisa mengatasi gejala kekeringan vagina serta gejal-gejala menopause yang mengganggu lainnya.

    Terapi ini tidak digunakan untuk mencegah serangan jantung, stroke, melemahnya daya ingat atau penyakit alzheimer.

    Ada banyak jenis terapi hormon, berkonsultasilah dengan dokter untuk memilih yang terbaik bagi Anda. Sebagaimana jenis pengobatan lainnya, terapi hormon mempunyai dampak positif serta risiko efek samping. Berkonsultasilah mengenai pro dan kontranya dengan dokter. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan terapi hormon, gunakan dosis paling rendah yang bisa membantu dalam waktu paling singkat yang dibutuhkan. Periksalah ke dokter setiap 6 bulan untuk mengetahui apakah Anda masih membutuhkan terapi hormon.

    Keuntungan terapi hormon

    Terapi hormon bisa membantu:

    • Mengurangi gejolak panas
    • Mengatasi kekeringan pada vagina
    • Memperlambat penurunan massa tulang
    • Memperbaiki tidur, yang dapat mempengaruhi perubahan mood

    Studi menunjukkan bahwa terapi hormon juga bisa:

    • Mencegah penurunan massa tulang yang bisa memicu osteoporosis
    • Mengurangi risiko penurunan macular, daya pandang yang berkurang karena bagian retina di belakang mata yang menyediakan ketajaman daya pandang, pusat daya pandang memburuk seiring dengan usia.

    Risiko terapi hormon

    Terapi hormon bisa membantu perempuan menopause tetapi bisa juga menimbulkan risiko berikut:

    • Meningkatkan risiko kanker endometrial pada perempuan yang mempunyai uterus dan hanya menggunakan terapi estrogen.
    • Meningkatkan risiko pembekuan/pengentalan darah
    • Meningkatkan risiko stroke
    • Meningkatkan risiko penyakit kantong empedu
    • Menaikkan tekanan darah

    Yang sebaiknya menghindari terapi hormon

    Jika Anda mengalami kondisi-kondisi berikut, dokter merekomendasikan anda untuk tidak melakukan terapi hormon:

    • Sedang hamil
    • Mempunyai kebiasaan merokok
    • Mengalami masalah perdarahan tanpa alasan di vagina
    • Menderita jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker endometrial
    • Pembekuan darah
    • Mempunyai kadar lemak darah (triglyserida) yang tinggi
    • Menderita penyakit liver
    Efek samping yang biasa dialami

    • Perdarahan pada vagina
    • Penglihatan yang tidak normal
    • Muntah
    • Pengencangan atau pelembekan payudara
    • Sakit kepala
    • Perubahan mood
    • Mual

    Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami efek samping ini pada saat melakukan terapi hormon.

    Efek samping yang tidak biasa
    Walaupun jarang, beberapa perempuan pernah melaporkan beberapa keluhan berikut:

    • Penimbunan cairan
    • Migrain
    • Pening/pusing
    • Perubahan warna kulit, seperti tambalan coklat atau hitam
    • Mengencangkan payudara sehingga interpretasi mammogram semakin sulit
    • Iritasi kulit

    Efek samping yang paling jarang, pembekuan/pengentalan darah dan stroke, juga menimbulkan masalah kesehatan yang paling serius.

    Bisakah saya mengurangi efek samping ini?

    Menyesuaikan dosis dan bentuk obat yang digunakan biasanya mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh terapi hormon. Anda sebaiknya jangan pernah mengubah dosis obat Anda, atau berhenti menggunakannya, tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter.
    (*/www.oprah.com)

    Mulut Pengaruhi Kesehatan Tubuh











    Membuka mulut Anda sama saja seperti membuka kap mobil Anda. Ahli gigi memeriksa sebentar dan akan mengetahui apa yang berfungsi, yang tidak berfungsi serta apa yang harus diperbaiki untuk menjaga sistim tubuh Anda tetap berfungsi dengan baik.

    Gigi dan gusi Anda bercerita banyak tentang kesehatan Anda secara menyeluruh. Sebagai permulaan Anda sebaiknya tahu bahwa gigi berlubang dan penyakit gusi merupakan pertanda diabetes dan penyakit jantung, serta gigi tanggal bisa merupakan pertanda osteoporosis.

    Kesehatan mulut dan diabetes

    Gusi berdarah, mulut kering, infeksi jamur, gigi berlubang bisa menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius, seperti: diabetes. Gejala-gejala ini juga bisa menjadi pertanda kondisi serius lainnya seperti HIV dan leukemia.

    "Diabetes merupakan penyakit yang mempunyai dampak langsung terhadap infeksi di tulang dan gusi di sekitar gigi," kata Sally Cram, DDS, consumer adviser untuk the American Dental Association.

    Diabetes dan gigi Anda mempunyai gula darah yang sama. Jika kadar gula darah tidak terkontrol di dalam tubuh karena Anda tidak tahu bahwa Anda menderita diabetes, maka gula darah di mulut juga tidak terkontrol.

    Dengan banyaknya gula, bakteri akan berkembang karena menemukan rumah yang nyaman untuk hidup dan berkembang. Bakteri ini akan menyerang lapisan email gigi Anda, gigi Anda akan berlubang seiring dengan rusaknya email gigi, salah satu gejala diabetes pada gigi.

    Penderita diabetes kemungkinan mengalami masalah gigi yang lebih banyak: diabetes yang tidak terkontrol menurunkan jumlah sel darah putih, alat pertahanan tubuh yang utama, sehingga membahayakan kesehatan gigi. Penderita dibetes juga mudah terserang penyakit gusi karena banyaknya bakteri akibat gula darah yang tinggi.

    Sayangnya, menangani masalah gigi bukanlah hal yang mudah karena diabetes menurunkan daya tahan tubuh seseorang terhadap infeksi.

    "Jika Anda mengalami diabetes dan penyakit pada mulut, Anda sebaiknya menjaga agar gula darah tetap terkontrol, demi kepentingan tubuh dan mulut Anda," kata Cram.

    Dokter gigi Anda sebaiknya menjadi teman baik Anda jika Anda mengalami diabetes. Pembersihan mulut oleh ahlinya secara teratur penting untuk mencegah masalah-masalah kesehatan mulut, gosoklah gigi Anda dan berkumurlah setelah makan.

    Kesehatan mulut dan penyakit jantung

    Jika pada kunjungan terbaru, dokter gigi Anda mengatakan bahwa Anda mengalami peradangan gusi, gigi berlubang, gigi tanggal, infeksi molar, atau kerusakan gigi parah yang hanya meninggalkan akar gigi, dokter mungkin mengatakan bahwa bukan hanya mulut Anda yang sedang diserang.

    Belum diketahui penyebab yang jelas, tetapi American Heart Association mengatakan bahwa masalah kesehatan gigi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

    "Menurut kami, bakteri atau respon peradangan karena bakteri, bisa menyebabkan peradangan jantung dan menyebabkan lebih banyak pembentukan plak di pembuluh darah," kata Rick Kellerman,MD, presiden American Academy of Family Physicians.

    Kesehatan mulut dan osteoporosis

    Osteoporosis, penyakit yang menyebabkan turunnya massa tulang bisa merupakan akar kejatuhan/tanggalnya gigi. "Tulang adalah tulang, termasuk rahang," kata Kellermen."Jika massa tulang rahang menurun, gigi akan makin mudah tanggal."

    Osteoporosis yang memperlemah rahang juga menurunkan sistim pertahanan tubuh melawan bakteri yang menginfeksi gusi, yang memicu masalah mulut.

    "Rajin-rajinlah menggosok gigi dan berkumur jika Anda mengalami osteoporosis, karena jika mulut Anda bermasalah, dan massa tulang Anda sudah berkurang, Anda mempunyai risiko kehilangan gigi," kata Cram.

    Risiko kehilangan gigi 3 kali lebih tinggi pada perempuan penderita osteoporosis daripada perempuan yang tidak mengalami osteoporosis.

    "Perempuan dengan kondisi ini sebaiknya mengkonsumsi kalsium dan vitamin D, berolahraga, makan yang benar, serta melakukan semua hal yang penting untuk mencegah osteoporosis, yang juga akan mengurangi kemungkinan gigi tanggal," kata Kellerman

    Kesehatan mulut dan merokok

    Jika Anda merokok, dokter gigi akan mengetahuinya. Selain gigi yang berwarna kekuningan, para perokok juga memiliki risiko lebih besar mengalami masalah mulut. 41% para perokok yang berusia di atas 65 tahun jarang tersenyum karena gigi mereka tanggal.

    Jika alasan ini belum cukup untuk membuat Anda berhenti merokok, merokok juga bisa meningkatkan risiko calculus, plak yang mengeras di gigi dan hanya bisa dibersihkan dengan cara pembersihan yang profesional; turunnya massa tulang dan jaringan yang menguatkan gigi; sariawan; dan kanker mulut. Karena itu, gosoklah gigi Anda.

    (*/webMD.com)

    Rabu, 03 Desember 2008

    Infeksi Pada Asma

    Infeksi bisa terjadi dimana saja, kapan saja, termasuk pada penyandang asma karena asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran pernapasan. Penyebab infeksi biasanya karena adanya kuman, yang dapat berupa bakteri ataupun virus. Infeksi pada asma terjadi pada permukaan dalam (mukosa) saluran napas karena adanya virus influenza yang penyebarannya melalui udara.

    Infeksi yang terjadi karena bakteri biasanya disebabkan oleh bakteri pnemococus, staphylococcus dan streptococcus. Sebenarnya bakteri ini ada yang hidup normal dalam tubuh, namun jika kondisi tubuh menurun bakteri tersebut akan berubah menjadi jahat dan menyebabkan infeksi.

    Terjadinya Infeksi

    Infeksi terjadi karena masuknya kuman ke dalam tubuh. Kuman tersebut akan menimbulkan sakit di dalam tubuh yang berupa radang. Oleh karena itu, virus yang masuk ke dalam tubuh penyandang asma sering menimbulkan serangan asma. Hal ini dikarenakan protein-protein virus melalui mekanisme reaksi antigen, antibody menyebabkan hipersensistif saluran napas sehingga timbul serangan asma.

    Gejala awal yang dapat diketahui bila terjadi infeksi pada asma adalah dengan adanya dahak atau riak yang bertambah banyak atau berubah warna atau berbau. Dahak sebelum terjadi serangan asma ataupun infeksi berwarna putih bening, sedangkan bila terjadi infeksi pada serangan asma dahak berwarna kuning. Pada saat seorang terkena infeksi lebih berat lagi maka dahak akan berubah menjadi hijau.

    Penanggulangan Infeksi

    Sebelum terjadinya infeksi pada asma, biasanya terjadi serangan asma. Maka untuk pencegahannya, serangan asma tersebut harus diobati segera dengan menggunakan obat asma, seperti pelega napas atau anti inflamasi. Bila terjadi infeksi diobati dengan antibiotik. Antibiotik ini akan membunuh kuman yang menyebabkan infeksi dan bila kuman tersebut mati maka jaringan akan membaik kembali dan serangan asma menjadi reda atau membaik. Hal itu dilakukan jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

    Jika infeksi disebabkan oleh virus, untuk pengobatannya cukup dengan makanan bergizi dan istirahat yang cukup, di samping obat asmanya harus lengkap yaitu obat pelega dan anti inflamasi. Untuk mencegah penyebaran, sebaiknya menggunakan masker karena virus ini menyebar melalui udara dan masuk melalui saluran pernapasan. Dengan menggunakan masker, maka virus menyebar melalui udara tidak melalui orang lain. Penanggulangan infeksi pada asma dapat dilakukan dengan menjaga stamina dan keseimbangan tubuh sehingga tidak tertular infeksi.

    Faktor pencetus yang menyebabkan serangan asma, kalau tidak dapat dihindari oleh penderitanya akan menyebabkan serangan asmanya sulit diatasi dan asma itu menjadi tidak terkontrol. Dengan asma yang tidak terkontrol ini, maka penderita akan mudah terkena infeksi. Golongan asma apapun dapat terkena infeksi. Tentunya, asma berat dan asma yang tidak terkontrol akan lebih mudah terkena infeksi dibanding asma yang ringan ataupun sedang.

    Pada dasarnya, orang yang terkena infeksi harus mendapat gizi yang baik, istirahat, serta vitamin yang cukup karena infeksi tersebut menyebabkan luka di dalam tubuh. Penyembuhan dapat terjadi jika penyebab luka dibunuh dan jaringan yang luka disupport agar cepat diganti dengan jaringan yang baru.

    Ginjal dan cara kerjanya

    Apa fungsi ginjal kita?
    Gambar bagian saluran air seni, dengan tanda menunjukkan ginjal, ureter, dan kandung kemih

    Ginjal kita menghilangkan bahan ampas dan air berlebihan dari darah untuk membentuk air seni. Air seni mengalir ke kandung kemih melalui ureter

    Kedua ginjal kita adalah organ penting yang melakukan berbagai fungsi untuk menjaga darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Pemahaman mengenai cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga kesehatan.

    Ginjal kita adalah organ berbentuk lonjong, masing-masing berukuran serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut terletak dekat pertengahan punggung, pas di bawah kerangka tulang rusuk. Ginjal adalah mesin pendaurulang yang canggih. Setiap hari, ginjal kita menguraikan kurang lebih 200 liter darah untuk menyaring sekitar dua liter bahan ampas dan air berlebihan. Bahan ampas dan air berlebihan menjadi air seni, yang mengalir ke kandung kemih melalui pembuluh yang disebut ureter. Kandung kemih kita menyimpan air seni sampai kita buang air kecil.

    Bahan ampas dalam darah kita berasal dari penguraian jaringan aktif secara normal dan dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh kita memakai makanan untuk tenaga dan memperbaiki diri. Setelah tubuh kita sudah mengambil apa yang dibutuhkan dari makanan, bahan ampas dikirim ke darah. Bila ginjal kita tidak menghilangkannya, bahan ampas ini akan bertumpuk dalam darah dan merusak tubuh kita.

    Gambar ginjal dengan pembesaran gambar nefron

    Di nefron (kiri), pembuluh darah yang sangat kecil berjalin dengan pembuluh pengumpulan air seni. Setiap ginjal mengandung sekitar sejuta nefron

    Proses penyaringan terjadi di unsur sangat kecil di dalam ginjal kita yang disebut nefron. Setiap ginjal mengandung kurang lebih sejuta nefron. Dalam nefron, sebuah glomerulus – pembuluh darah yang sangat kecil, atau kapiler – berjalin dengan pembuluh pengumpulan air seni yang sangat kecil, yang disebut tubul. Penggantian kimia yang rumit terjadi, dengan bahan ampas dan air keluar dari darah dan masuk ke sistem air seni.

    Pada awal, tubul tersebut menerima gabungan bahan ampas dan bahan kimia yang masih berguna untuk tubuh kita. Ginjal kita membagikan bahan kimia misalnya zat natrium, fosforus dan kalium, dan mengembalikan bahan tersebut ke tubuh. Dengan cara ini, ginjal kita mengatur tingkat bahan kimia tersebut di tubuh kita. Keseimbangan yang tepat dibutuhkan untuk kehidupan, dan apabila berlebihan dapat berdampak buruk.

    Selain menghilangkan bahan ampas, ginjal kita mengeluarkan tiga hormon yang penting:

    • eritropoietin, atau EPO, yang merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah
    • renin, yang mengatur tekanan darah
    • kalsitriol, bentuk aktif vitamin D, yang membantu menahan zat kalsium untuk tulang, dan untuk keseimbangan kimia yang normal dalam tubuh

    Apa fungsi ginjal itu?

    Tim layanan kesehatan kita mungkin membahas pekerjaan ginjal kita sebagai fungsi ginjal atau pun fungsi renal. Bila kita mempunyai dua buah ginjal yang sehat, kita mempunyai fungsi ginjal 100%. Sebetulnya fungsi 100% ini lebih daripada yang kita membutuhkan. Beberapa orang lahir dengan hanya satu buah ginjal, dan orang ini mampu menjalankan kehidupan yang normal dan sehat. Banyak orang menyumbangkan satu dari dua buah ginjalnya untuk pencangkokan pada anggota keluarga atau teman. Penurunan kecil dalam fungsi ginjal mungkin tidak bermasalah.

    Namun banyak orang dengan fungsi ginjal yang rendah mempunyai penyakit ginjal yang akan menjadi semakin buruk. Bila kita mempunyai fungsi ginjal di bawah 25%, kita akan mengalami masalah kesehatan yang berat. Bila fungsi ginjal menurun di bawah 10-15%, kita tidak dapat bertahan hidup secara lama kecuali mendapatkan suatu bentuk terapi pengganti ginjal – dialisis atau pencangkokan.

    Mengapa ginjal gagal?

    Sebagian besar penyakit ginjal menyerang nefron, mengakibatkan kehilangan kemampuannya untuk menyaring. Kerusakan pada nefron dapat terjadi secara cepat, sering sebagai akibat pelukaan atau keracunan. Tetapi kebanyakan penyakit ginjal menghancurkan nefron secara perlahan dan diam-diam. Kerusakan hanya tertampak setelah beberapa tahun atau bahkan dasawarsa. Sebagian besar penyakit ginjal menyerang kedua buah ginjal sekaligus.

    Dua penyebab penyakit ginjal yang paling lazim adalah diabetes dan tekanan darah yang tinggi. Bila ada keluarga kita mempunyai riwayat masalah ginjal, kita mungkin berisiko penyakit ginjal.

    Nefropati diabetes

    Diabetes adalah penyakit yang menghambat penggunaan glukosa (gula) oleh tubuh. Bila ditahan dalam darah dan tidak diuraikan, glukosa dapat bertindak seperti racun. Kerusakan pada nefron akibat glukosa dalam darah yang tidak dipakai disebut nefropati diabetes. Bila kita dapat menahan tingkat glukosa dalam darah tetap rendah, kita dapat menunda atau mencegah nefropati diabetes.

    Tekanan darah tinggi

    Tekanan darah yang tinggi dapat merusakkan pembuluh darah kecil dalam ginjal. Pembuluh yang rusak tidak dapat menyaring bahan ampas dari darah sebagaimana mestinya.

    Dokter mungkin meresepkan obat darah tinggi. Obat darah tinggi disebut penghambat enzim mengubah angiotensin (angiotensin-converting enzyme/ACE inhibitor) dan penghalang reseptor angiotensin (angiotensin receptor blocker/ARB) ditemukan lebih efektif untuk melindungi ginjal dibandingkan obat lain yang mengurangi tekanan darah pada tingkat yang sama. National Institutes of Health di AS mengusulkan orang dengan diabetes atau fungsi ginjal yang rendah agar menahan tekanan darahnya di bawah 130/80.

    Penyakit glomerular

    Beberapa jenis penyakit ginjal digolongkan dalam kategori ini, termasuk penyakit autoimun, penyakit terkait infeksi, dan penyakit sklerotik. Sesuai dengan namanya, penyakit glomerular menyerang pembuluh darah yang sangat kecil (glomeruli) dalam ginjal. Penyakit glomerular primer yang paling lazim termasuk nefropati selaput (membranous nephropathy), nefropati IgA, dan glomerularsklerosis segmental fokal (focal segmental glomerulosclerosis). Protein, darah, atau keduanya dalam ari seni sering kali menjadi tanda pertama penyakit ini. Penyakit glomerular dapat merusakkan fungsi ginjal secara perlahan. Pengaturan tekanan darah adalah penting untuk semua penyakit ginjal. Pengobatan untuk penyakit glomerular dapat termasuk obat penekan imun atau steroid untuk mengurangi peradangan dan proteinuria (protein dalam air seni), tergantung pada penyakit.

    Penyakit ginjal bawaan

    Beberapa penyakit ginjal berasal dari faktor bawaan, Contohnya, penyakit ginjal polikistis (polycystic kidney disease/PKD) adalah kelainan genetis dengan banyak kista tumbuh di ginjal. Kista PKD secara bertahap dapat mengganti banyak massa ginjal, mengurangi fungsi ginjal dan mengakibatkan kegagalan ginjal.

    Beberapa masalah ginjal dapat tampak saat bayi masih berkembang dalam kandungan. Contoh termasuk PKD autosomal recessive, bentuk PKD yang jarang, dan masalah perkembangan lain yang mengganggu pembentukan nefron secara normal. Tanda penyakit ginjal pada anak beragam. Seorang anak mungkin bertumbuh sangat pelan, dapat sering muntah, atau mungkin mengalami nyeri pada punggung atau pinggang. Beberapa penyakit ginjal dapat “diam” selama beberapa bulan atau bahkan tahun.

    Bila anak kita mempunyai penyakit ginjal, dokter anak seharusnya menemukannya waktu pemeriksaan berkala. Tanda pertama masalah ginjal mungkin tekanan darah tinggi, jumlah sel darah merah yang rendah (anemia), atau darah atau protein dalam air seninya. Bila dokter menemukan satu saja dari masalah ini, tes lanjutan mungkin dibutuhkan,termasuk tes darah atau air seni tambahan, atau rontgen. Pada beberapa kasus, dokter mungkin harus melakukan biopsi – mengambil sepotong kecil dari ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop.

    Beberapa penyakit ginjal bawaan mungkin baru terdeteksi setelah dewasa. Jenis PKD yang paling umum dulu disebut sebagai “PKD dewasa” karena gejala tekanan darah yang tinggi dan kegagalan ginjal baru muncul setelah pasien berusia 20-an atau 30-an tahun. Tetapi dengan perkembangan dengan teknologi diagnosis, sekarang dokter dapat menemukan kista pada anak dan remaja sebelum muncul gejala.

    Penyebab penyakit ginjal yang lain

    Keracunan dan trauma, misalnya pukulan berat langsung pada ginjal, dapat mengakibatkan penyakit ginjal.

    Beberapa obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila sering dipakai selama jangka waktu yang panjang. Produk yang menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan obat lain misalnya ibuprofen ditemukan paling berbahaya untuk ginjal. Bila kita sering memakai obat menawar nyeri, sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak berisiko untuk ginjal kita.

    Bagaimana kegagalan ginjal terjadi?

    Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan kegagalan ginjal yang belum dipahami secara penuh. Para peneliti masih meneliti bagaimana protein dalam makanan dan tingkat kolesterol dalam darah mempengaruhi fungsi ginjal.

    Kegagalan ginjal akut

    Beberapa masalah ginjal terjadi cepat, misalnya kecelakaan yang melukai ginjal. Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan kegagalan ginjal secara tiba-tiba. Beberapa obat dan racun dapat menghentikan pekerjaan ginjal. Penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba ini disebut sebagai kegagalan ginjal akut (acute renal failure/ARF).

    ARF dapat mengakibatkan kehilangan fungsi ginjal secara permanen. Tetapi bila ginjal tidak dirusakkan secara berat, kegagalan ginjal ini mungkin pulih.

    Penyakit ginjal kronis

    Namun, kebanyakan masalah ginjal terjadi secara perlahan. Kita dapat mengalami penyakit ginjal yang “diam” selama bertahun-tahun. Kehilangan fungsi ginjal secara bertahap ini disebut penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD). Orang dengan CKD dapat melanjut menjadi kegagalan ginjal secara permanen. Mereka juga berisiko tinggi terhadap kematian akibat stroke atau serangan jantung.

    Penyakit ginjal stadium akhir

    Kegagalan ginjal keseluruhan atau hampir keseluruhan secara permanen disebut penyakit ginjal stadium akhir (end-stage renal disease/ESRD). Orang dengan ESRD harus melakukan dialisis atau pencangkokan untuk bertahan hidup.

    Apa tanda penyakit ginjal?

    Orang dengan penyakit ginjal stadium awal umumnya tidak merasa sakit sama sekali.

    Bila penyakit ginjal kita menjadi semakin berat, kita mungkin buang air kecil lebih sering atau lebih jarang. Kita mungkin merasa lemas atau gatal. Kita dapat kehilangan nafsu makan atau mengalami mual dan muntah. Tangan dan kaki kita dapat bengkak atau menjadi mati rasa. Kita mungkin mengantuk atau mengalami kesulitan dalam konsentrasi. Kulit kita dapat menjadi berwarna lebih gelap. Kita mungkin kejang.

    Tes medis apa yang dipakai oleh dokter untuk mendeteksi penyakit ginjal?

    Karena kita dapat mempunyai penyakit ginjal tanpa gejala, mungkin dokter kita pertama kali mendeteksikan masalah melalui tes darah dan air seni secara berkala. National Kidney Foundation di AS mengusulkan dilakukan tiga tes sederhana untuk skrining penyakit ginjal: tekanan darah; tes noda untuk protein atau albumin dalam air seni (proteinuria); dan hitungan glomerular filtration rate (GFR) berdasarkan ukuran kreatinin serum. Pengukuran nitrogen urea dalam darah (blood urea nitrogen/BUN) menyediakan informasi lebih lanjut.

    Pengukuran tekanan darah

    Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit ginjal. Tekanan darah yang tinggi juga dapat menjadi tanda bahwa ginjal kita sudah mulai rusak. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah kita ternyata tinggi adalah untuk minta tekanan diukur oleh petugas kesehatan yang profesional dengan alat khusus. Hasilnya dicatat dalam dua angka. Angka atas, yang disebut tekanan sistolik, menandai tekanan saat jantung kita berdenyut. Angka bawah, yang disebut tekanan diastolik, menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat antardenyut. Tekanan darah kita dianggap normal bila tetap di bawah 120/80 (disebut sebagai “120 di atas 80”). NHLBI mengusulkan bahwa orang dengan penyakit ginjal memakai semua terapi yang dibutuhkan, termasuk perubahan pada pola hidup dan pengobatan, agar tekanan darah tidak melebihi 130/80.

    Mikroalbuminuria dan proteinuria

    Ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi protein tetap ditinggalkan. Ginjal yang rusak dapat gagal memisahkan protein darah yang disebut albumin dari bahan ampas. Pada awal, hanya sedikit albumin mungkin bocor sampai ke air seni, kondisi yang disebut mikroalbuminuria, sebuah tanda bahwa fungsi ginjal memburuk. Sebagaimana fungsi ginjal semakin rusak, jumlah albumin dan protein lain dalam air seni semakin meningkat, kondisi yang disebut proteinuria. Dokter mungkin akan memakai dipstik sebagai tes untuk protein dalam contoh air seni yang diambil di klinik. Warna dipstik menunjukkan keberadaan atau ketidakberadaan proteinuria.

    Sebuah tes untuk protein atau albumin dalam air seni yang lebih peka mencakup tes laboratorium dan hitungan rasio protein:kreatinin atau albumin:kreatinin. Tes ini harus dipakai untuk mendeteksikan penyakit ginjal pada orang berisiko tinggi, terutama dengan diabetes. Bila tes laboratorium kita menunjukkan tingkat protein yang tinggi, sebaiknya dilakukan tes ulang 1-2 minggu kemudian. Bila tes kedua juga menunjukkan tingkat protein yang tinggi, kita mempunyai proteinuria persisten, dan membutuhkan tes lanjutan untuk mengukur fungsi ginjal.

    Glomerular Filtration Rate (GFR) berdasarkan ukuran kreatinin

    GFR adalah hitungan yang menandai tingkat efisiensi penyaringan bahan ampas dari darah oleh ginjal. Hitungan GFR yang umum membutuhkan suntikan zat pada aliran darah yang kemudian diukur pada pengambilan air seni 24 jam. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa GFR dapat dihitung tanpa suntikan atau pengambilan air seni. Hitungan baru ini hanya membutuhkan pengukuran tingkat kreatinin dalam contoh darah.

    Kreatinin adalah bahan ampas dalam darah yang dihasilkan oleh penguraian sel otot secara normal selama kegiatan. Ginjal yang sehat menghilangkan kreatinin dari darah dan memasukkannya pada air seni untuk dikeluarkan dari tubuh. Bila ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya, kreatinin bertumpuk dalam darah.

    Dalam laboratorium, darah kita akan dites untuk menentukan ada berapa miligram kreatinin dalam satu desiliter darah (mg/dL). Tingkat kreatinin dalam darah dapat berubah-ubah, dan setiap laboratorium mempunyai nilai normal sendiri, umumnya 0,6-1,2mg/dL. Bila tingkat kreatinin sedikit di atas batas atas nila normal ini, kita kemungkinan tidak akan merasa sakit, tetapi tingkat yang lebih tinggi ini adalah tanda bahwa ginjal kita tidak bekerja dengan kekuatan penuh. Satu rumusan untuk mengestimasikan fungsi ginjal adalah menyamakan tingkat kreatinin 1,7mg/dL untuk kebanyakan laki-laki dan 1,4mg/dL untuk kebanyakan perempuan sebagai 50% fungsi ginjal normal. Tetapi karena tingkat kreatinin begitu berubah-ubah, dan dapat dipengaruhi oleh makanan, hitungan GFR adalah lebih tepat untuk menentukan apakah kita mempunyai fungsi ginjal yang rendah.

    Hitungan GFR baru memakai ukuran kreatinin kita bersamaan dengan berat badan, usia, dan nilai ditentukan untuk jenis kelamin dan ras. Beberapa laboratorium dapat menghitung GFR saat tingkat kreatinin diukur, dan memasukkannya pada laporan.

    Blood Urea Nitrogen (BUN)

    Darah kita mengangkat protein pada sel di seluruh tubuh kita. Setelah sel memakai protein, sisa bahan ampas dikembalikan ke darah sebagai urea, sebuah senyawa yang mengandung nitrogen. Ginjal yang sehat menghilangkan urea dari darah dan memasukkannya ke air seni. Bila ginjal kita tidak bekerja dengan baik, urea itu akan tetap dalam darah.

    Satu desiliter darah normal mengandung 7-20mg urea. Bila BUN kita lebih dari 20mg/dL, ginjal kita mungkin tidak bekerja dengan kekuatan penuh. Penyebab lain BUN tinggi yang mungkin termasuk dehidrasi dan kegagalan jantung.

    Tes tambahan untuk penyakit ginjal

    Bila tes darah dan air seni menunjukkan kehilangan fungsi ginjal, dokter mungkin akan mengusulkan tes tambahan untuk membantu menentukan penyebab masalah.

    Gambar ginjal (renal imaging). Menggambarkan ginjal dapat dilakukan dengan ultrasound, CT scan, atau MRI scan. Alat ini paling membantu untuk mencari pertumbuhan yang abnormal atau tersumbatnya aliran air seni.

    Biopsi ginjal. Dokter mungkin ingin memeriksa sepotong kecil jaringan ginjal kita dengan mikroskop. Untuk mengambil contoh jaringan ini, harus dilakukan biopsi ginjal – tindakan yang dilakukan di rumah sakit. Sebuah jarum kecil dimasukkan melalui kulit kita di belakang ginjal. Jarum itu mengambil serat jaringan berukuran 1-2cm. Untuk tindakan ini, kita harus tengkurap pada meja dan menerima pembiusan lokal untuk mematirasakan kulit. Contoh jaringan akan membantu dokter menentukan masalah di tingkat sel.

    Apa stadium penyakit ginjal?

    GFR kita adalah tanda terbaik untuk menunjukkan kesehatan ginjal. Pada 2002, National Kidney Foundation AS menerbitkan pedoman pengobatan yang menetapkan lima stadium CKD berdasarkan ukuran GFR yang menurun. Pedoman tersebut mengusulkan tindakan yang berbeda untuk masing-masing stadium penyakit ginjal.

    • Risiko CKD meningkat. GFR 90 atau lebih dianggap normal. Bahkan dengan GFR normal, kita mungkin berisiko lebih tinggi terhadap CKD bila kita diabetes, mempunyai tekanan darah yang tinggi, atau keluarga kita mempunyai riwayat penyakit ginjal. Semakin tua kita, semakin tinggi risiko. Orang berusia di atas 65 tahun dua kali lipat lebih mungkin mengembangkan CKD dibandingkan orang berusia di antara 45 dan 65 tahun. Orang Amerika keturunan Afrika lebih berisiko mengembangkan CKD.
    • Stadium 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal (90 atau lebih). Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum GFR mulai menurun. Pada stadium pertama penyakit ginjal ini, tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat perkembangan CKD dan mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
    • Stadium 2: Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada GFR (60-89). Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan memperkirakan perkembangan CKD kita dan meneruskan pengobatan untuk mengurangi risiko masalah kesehatan lain.
    • Stadium 3: Penurunan lanjut pada GFR (30-59). Saat CKD sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi semakin umum. Kita sebaiknya bekerja dengan dokter untuk mencegah atau mengobati masalah ini.
    • Stadium 4: Penurunan berat pada GFR (15-29). Teruskan pengobatan untuk komplikasi CKD dan belajar semaksimal mungkin mengenai pengobatan untuk kegagalan ginjal. Masing-masing pengobatan membutuhkan persiapan. Bila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan agar siap menerima pemasukan jarum secara sering. Untuk dialisis peritonea, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita. Atau mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau teman menyumbang satu ginjal untuk dicangkok.
    • Stadium 5: Kegagalan ginjal (GFR di bawah 15). Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal.

    Selain memantau GFR, tes darah dapat menunjukkan apakah zat-zat tertentu dalam darah kurang berimbang. Bila tingkat fosforus atau kalium mulai naik, sebuah tes darah akan mendesak dokter untuk menangani masalah ini sebelum mempengaruhi kesehatan kita secara permanen.

    Apa yang dapat kita lakukan terkait penyakit ginjal?

    Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering tidak dapat disembuhkan. Tetapi bila kita pada stadium awal penyakit ginjal, kita mungkin dapat menahan fungsi ginjal lebih lama dengan mengambil beberapa langkah tertentu. Kita juga sebaiknya memastikan bahwa risiko serangan jantung dan stroke dikurangi, karena pasien CKD rentan terhadap masalah ini.

    • Jika kita diabetes, mengawasi dan mengendalikan tingkat glukosa dalam darah secara ketat. Bahas pengobatan terkini dengan dokter.
    • Hindari obat penawar nyeri yang dapat memperburuk penyakit ginjal. Bahas dengan dokter sebelum mulai penggunaan obat atau jamu apa pun.
    Tekanan darah

    Orang dengan fungsi ginjal yang rendah (tingkat kreatinin dalam darah yang tinggi, atau pengeluaran kreatinin yang rendah) harus mengendalikan tekan darah, dan penghambat ACE atau ARB harus termasuk dalam pengobatannya. Banyak orang membutuhkan dua atau lebih macam obat untuk menahan tekanan darah di bawah 130/80. Obat diuretik adalah tambahan penting pada penghambat ACE atau ARB.

    Diet

    Orang dengan fungsi ginjal yang rendah harus sadar bahwa beberapa bagian dari diet yang normal dapat memperburuk kegagalan ginjal.

    Protein. Protein adalah penting untuk tubuh kita. Protein membantu tubuh kita memperbaiki otot dan melawan penyakit. Kita mendapatkan sebagian besar protein dari daging. Seperti dibahas di atas, ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi meninggalkan protein. Ginjal yang rusak tidak memisahkan protein dari bahan ampas.

    Beberapa dokter mengusulkan pasien untuk membatasi jumlah protein yang dikonsumsi agar pekerjaan ginjalnya dikurangi. Tetapi kita tidak dapat menghindari protein secara keseluruhan. Kita mungkin harus konsultasi dengan ahli gizi untuk membentuk rencana pola makan yang tepat.

    Kolesterol. Satu masalah lagi yang mungkin terkait dengan kegagalan ginjal adalah tingkat kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi lemak.

    Kolesterol dapat menumpuk pada dinding dalam di pembuluh darah. Tumpukan ini meningkatkan beban pada jantung dalam memompa darah melalui pembuluh dan dapat mengakibatkan serangan jantung dan stoke.

    Merokok. Merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit ginjal, tetapi juga meningkatkan kematian akibat stroke dan serangan jantung pada orang dengan CKD. Kita sebaiknya mencoba berhenti merokok.

    Zat natrium. Zat natrium adalah bahan kimia yang ditemukan pada garam dan makanan lain. Natrium dalam makanan kita dapat meningkatkan tekanan darah, jadi kita sebaiknya menghindari makanan yang mengandung tingkat natrium yang tinggi.

    Zat kalium. Zat kalium adalah mineral yang ditemukan secara alami di banyak buahan dan sayuran, misalnya jeruk, kentang, pisang, buah kering, buncis kering dan kacang. Ginjal yang sehat mengatur tingkat zat kalium dalam darah, dan membuang kelebihannya. Ginjal yang sakit mungkin tidak berhasil menghilangkan kalium yang berlebih, dan dengan fungsi ginjal yang sangat buruk, tingkat kalium yang tinggi dapat mempengaruhi denyut jantung.

    Mengobati anemia

    Anemia terjadi karena darah tidak mempunyai cukup sel darah merah. Sel ini adalah penting karena mereka mengangkat oksigen ke seluruh tubuh. Bila kita anemia, kita akan merasa kelelahan dan kelihatan pucat. Ginjal yang sehat membuat hormon EPO, yang merangsang tulang untuk membuat sel darah merah. Ginjal yang sakit mungkin tidak mampu membuat EPO dalam jumlah yang cukup. Kita mungkin membutuhkan suntikan EPO.

    Persiapan untuk penyakit ginjal stadium akhir (ESRD)

    Sebagaimana penyakit ginjal kita berlanjut, kita harus mengambil beberapa keputusan. Kita harus belajar mengenai pilihan untuk mengobati ESRD agar kita dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lengkap dan benar antara hemodialisis, dialisis peritonea, dan pencangkokan.

    Apa yang terjadi bila ginjal kita gagal total?

    Kegagalan ginjal yang total dan yang tidak dapat dipulihkan kadang disebut penyakit ginjal stadium akhir (ESRD). Bila ginjal kita berhenti bekerja sama sekali, tubuh kita diisi dengan air tambahan dan bahan ampas. Kondisi ini disebut uremia. Tangan dan kaki mungkin bengkak. Kita akan merasa lelah dan lemas karena tubuh kita membutuhkan darah yang bersih untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

    Uremia yang tidak diobati dapat mengarah pada kejang atau koma, dan akhirnya akan mengakibatkan kematian. Bila ginjal kita berhenti bekerja secara keseluruhan, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal.

    Dialisis

    Dua bentuk dialisis utama adalah hemodialisis dan dialisis peritonea. Pada hemodialisis, darah kita dialihkan melalui penyaringan yang menghilangkan bahan ampas. Darah bersih dikembalikan ke tubuh kita. Hemodialisis umumnya dilakukan pada pusat dialisis tiga kali seminggu untuk 3-4 jam.

    Pada dialisis peritonea, sejenis cairan dimasukkan pada perut. Cairan ini menangkap bahan ampas dari darah kita. Setelah beberapa jam, cairan ini yang mengandung bahan ampas tubuh kita dibuang. Kemudian, sekantong cairan baru diinfus ke perut. Kita dapat melakukan dialisis peritonea sendiri. Bila kita memakai dialisis peritonea yang berlangsung secara terus-menerus sebagai rawat jalan (continuous ambulatory peritoneal dialysis/CAPD), kita harus mengganti cairan empat kali sehari. Ada bentuk dialisis peritonea lain, yang disebut dialisis peritonea terus-menerus bersiklus (continuous cycling peritoneal dialysis/CCPD), yang dapat dilakukan pada malam hari dengan alat yang mengosongkan dan mengisi kembali perut secara otomatis.

    Pencangkokan

    Sebuah ginjal yang dapat disumbangkan oleh donor tanpa nama yang baru saja meninggal atau dari orang yang masih hidup, umumnya sanak saudara. Ginjal yang kita terima harus cocok dengan tubuh kita. Semakin mirip ginjal baru dengan kita, semakin tidak mungkin sistem kekebalan tubuh akan menolaknya. Sistem kekebalan tubuh kita melindungi kita dari penyakit dengan melawan apa saja yang dianggap ‘asing’ atau bukan bagian normal dari tubuh kita. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh kita akan melawan dengan ginjal yang tampaknya terlalu ‘asing’. Kita akan memakai obat khusus untuk membantu ‘menipu’ sistem kekebalan tubuh sehingga ginjal yang dicangkok tidak ditolak.

    Harapan melalui riset

    Sebagaimana pemahaman kita mengenai penyebab kegagalan ginjal bertambah, maka kemampuan kita untuk meramalkan dan mencegah penyakit ini juga akan bertambah. Penelitian baru menunjukkan bahwa pengendalian diabetes dan tekanan darah yang tinggi secara intensif dapat mencegah atau menunda permulaan penyakit ginjal.

    Di bidang genetik, para peneliti sudah mengenal dua gen yang menyebabkan bentuk PKD yang paling lazim, dan mengetahui bahwa seseorang harus mempunyai kelainan pada dua gen PKD1 untuk mengembangkan PKD. Para peneliti juga menemukan bahwa ada gen di cacing bulat yang persis sama dengan gen PKD1. Pengetahuan baru ini akan dipakai untuk mencari terapi yang efektif untuk mencegah atau mengobati PKD.

    Di bidang pencangkokan, obat baru untuk membantu tubuh kita menerima jaringan asing meningkatkan kemungkinan ginjal yang dicangkok akan tetap bertahan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Para ilmuwan juga mengembangkan teknik baru untuk memicu toleransi untuk jaringan asing pada pasien sebelum mereka menerima organ cangkokan. Teknik ini akan menghilangkan atau mengurangi kebutuhan akan obat penekan kekebalan dan dengan demikian mengurangi biaya dan kerumitan. Di masa depan, ada harapan bahwa para ilmuwan dapat mengembangkan ginjal buatan untuk pencangkokan.

    Garis dasar

    • Ginjal kita adalah orang penting yang membersihkan darah dan menjaga keseimbangan darah kita secara kimia
    • Kelanjutan pada penyakit ginjal dapat diperlambat, tetapi tidak selalu dapat dipulihkan
    • Penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) adalah kehilangan fungsi ginjal secara keseluruhan
    • Dialisis dan pencangkokan dapat memperpanjang kehidupan orang dengan ESRD
    • Diabetes dan tekanan darah yang tinggi adalah dua penyebab utama kegagalan ginjal
    • Kita sebaiknya periksa ke spesialis penyakit ginjal secara berkala bila kita mempunyai penyakit ginjal
    • Penyakit ginjal kronis (CKD) meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
    • Bila kita mengalami penyakit ginjal stadium awal, kita mungkin dapat melindungi sisa fungsi ginjal selama bertahun-tahun dengan:
      • mengawasi glukosa dalam darah
      • mengawasi tekanan darah
      • memakai diet protein rendah
      • menjaga tingkat kolesterol yang sehat dalam darah
      • memakai penghambat ACE atau ARB
      • berhenti merokok

    Penyakit Gagal Ginjal

    Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

    Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

    A. Penyebab Gagal Ginjal

    Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

    * Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
    * Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
    * Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
    * Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
    * Menderita penyakit kanker (cancer)
    * Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
    * Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.


    Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.

    Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

    B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal

    Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.

    Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

    C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal

    Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

    Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.

    D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal

    Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.

    Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

    E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal

    Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.

    Cegah Gagal Ginjal

    ”Cegah Gagal Ginjal, Pencegahan dan Penanggulangannya”, ditujukan bagi masyarakat umum dengan penekanan ceramah pada pencegahan, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah mendeteksi /menemukan lebih dini/sedini mungkin penyakit ginjal. Pada bagian pertama ceramah tersebut kami menggarisbawahi suatu ungkapan: ”Health is not everything, but without it everything is nothing”, bila tidak memiliki kondisi sehat, maka dari kacamata penderita dunia sekeliling seakan-akan tampak suram. Penyakit ginjal banyak yang dapat bersifat kronis, karenanya lebih baik menemukan secara dini dan mengatasinya sehingga tidak menjadi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian yang besar.
    Anatomi. Dijelaskan tentang ginjal yang berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.
    Fungsi ginjal. Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah ”menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. Sebagai resume, fungsi ginjal adalah sbb: 1.Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang ”sampah”. 2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh. 3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah. 4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. 5.Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.
    Penyebab Penyakit Ginjal. 1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal. 2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.
    Kumpulan Gejala. Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut: 1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin. 2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin. 3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas. 4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik. 5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang. 6. Gangguan pada Tubulus ginjal. 7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala. 8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin. 9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan. 10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).
    Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.
    Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis. I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.
    Penanganan pasien. Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG). 2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG. 3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan. 4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG. 5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber. 6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG. 7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.
    Pencegahan penyakit ginjal. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:
    I. Pada orang dengan Ginjal Normal : A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang 1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau 2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium. B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.
    II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
    III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)

    Rasa Sakit Saat Buang Air Kecil Pada Wanita, Pemeriksaan, Pengobatan Serta Tindakannya

    .fullpost{display:inline;} Kenapa Terkadang terasa sakit saat buat air kecil? Rasa nyeri hebat terasa terbakar saat baung air kecil sering merupakan suatu tanda dari adanya infeksi pada saluran perkemihan atau traktus urinarius yang terkadang disebut dengan bladder infection atau infeksi pada kandung kemih. Akan tetapi, nyeri saat buang air kecil dapat terjadi meskipun tanpa adanya infeksi pada saluran perkemihan. Beberapa obat tertentu, seperti beberapa obat yang digunakan pada kemotherapi kanker, mungkin berdampak pada inflamasi, peradangan atau perlukaan pada kandung kemih. Terkadang tekanan pada kandung kemih seperti karena adanya kista ovarium atau batu ginjal yang letaknya dekat dengan pintu masuk kandung kemih juga bisa berakibat pada nyeri pada saat buang air kecil.

    Nyeri pada saat buang air kecil dapat juga disebabkan karena infeksi atau iritasi pada vagina. Atau karena sensitif terhadap bahan-bahan kimia dalam suatu produk seperti produk yang disemprotkan pada vagina (pembersih vaigna), vaginal lubricants, sabun, spons atau bahan kimia berbusa untuk kontrasepsi, tissue kloset berbahan kimia. Jika itu berdampak rasa sakit/nyeri pada saat buang air kecil setelah penggunaan produk-produk berbahan kimia tersebut, anda mungkin sensitif terhadap produk-produk tersebut.

    Apa yang perlu anda beritahukan kepada dokter?
    • Anda sebaiknya meberitahukan kepada dokter tentang gejala-gejala yang anda alami dan berapa lama rasa sakit itu terjadi.
    • Anda juga sebaiknya menceritakan pada dokter jika anda sebelumnya pernah mempunyai riwayat infeksi pada saluran perkemihan dan bagaimana infeksi tersebut terobati termasuk pengobatan yang diberikan.
    • Beritahukan pada dokter tentang apapun yang berkaitan dengan catatan dan kondisi medis anda, seperti diabetes militus atau kencing manis atau AIDS, karena kondisi-kondisi tersebut dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap infeksi.
    • Ceritakan pada dokter anda tentang apapun ketidaknormalan yang anda ketahui dari saluran perkemihan anda, atau jika anda sedang hamil.
    • Ceritakan pada dokter jika sebelumnya anda pernah mengalami prosedur operasi pada saluran perkemihan anda atau jika anda saat ini dan masih dalam upaya perawatan rumah sakit(kurang dari satu bulan yang lalu) atau masih dalam perawatan rumah.
    Pemeriksaan apa saja yang diperlukan?

    Dokter biasanya bisa memberitahukan kepada anda apa penyebab dari rasa nyeri yang anda alami dari apa yang anda deskripsikan mengenai gejala-gejala yang anda alami, serta dengan beberapa pemeriksaan fisik. Memeriksa hasil analisis urin dari laboratorium (urinalysis) dapat juga membantu dokter dalam mengidentifkasi apa jenis atau tipe infeksi yang terjadi jika penyebabnya karena infeksi.

    Jika dokter anda berpikiran bahwa mungkin nyeri yang anda alami dikarenakan inflamasi dari vagina, dokter mungkin akan mengambil sampel dari mucus atau lendir vagina (swab) dan dilakukan pemeriksaan pada lendir tersebut dengan mikroskop untuk melihat adanya jamur atau microorganisme lain

    Jika nyeri yang anda derita berasal dari infeksi pada urethra (saluran yang membawa urine / air seni dari kandung kemih), dokter akan melakukan swab untuk pemeriksaan jenis bakteri atau mikroorganisme yang ada. Jika ternyata tidak diketemukan adanya infeksi pada pemeriksaan - pemeriksaan yang dilakukan, dokter mungkin akan menyarankan anda untuk melakukan pemeriksaan lain.

    Bagaimana pengobatan infkesi pada saluran kemih?

    Jika anda adalah seorang pria atau wanita dewasa yang sehat (siapa saja yang tidak dalam kondisi hamil), pengobatan dengan antibiotik dalam beberapa hari biasanya dapat mengobati infeksi saluran kemih dengan baik. Hal yang penting adalah bahwa anda menceritakan kepada dokter tentang gejala-gejala seperti adanya nyeri punggung dan demam (khususnya jika demam melebihi 101 derajat fahrenheit, yang bisa diartikan bahwa infeksi yang terjadi mungkin sudah menyebar pada organ ginjal). Juga merupakan hal penting yaitu mengkonsumsi antibiotik secara tepat seperti apa yang disarankan dan dikatakan dokter, karena menghentikan konsumsi antibiotik dapat membuat pengobatan kurang efektif dan mungkin menjadikan infeksi ginjal berkembang menjadi lebih parah.

    Apa yang dapat anda lakukan jika anda masih bisa terkena infeksi saluran kemih?

    Beberapa wanita menderita infeksi saluran kemih berulang-ulang, dan mereka dapat tertolong dengan beberapa upaya pencegahan. Beberapa perubahan-perubahan kebiasaan atau pola dan gaya hidup yang dapat anda buat sendiri dapat membantu meringankan infeksi. Sebagai contoh, minum cukup banyak cairan khususnya air. Meminum jus cranberry bisa membantu mencegah infeksi pada saluran kemih. Akan tetapi, jika anda mengkonsumsi warfarin (coumadin) yaitu anti koagulan oral yang mempengaruhi sintesa vitamin K-yang berperan dalam pembekuan darah, konsultasikan dengan dokter sebelum minum jus cranberry untuk mencegah infeksi pada saluran kemih. Dokter mungkin perlu mengatur dosis warfarin yang anda konsumsi atau anda perlu melakukan pemeriksaan darah dengan lebih sering. Apabila kecenderungan infeksi saluran perkemihan yang anda peroleh disebabkan karena setelah melakukan hubungan seksual (seksual intercourse), segera pergi ke kamar mandi setelah intercouse untuk membersihkannya. Hal ini dapat mengurangi resiko infeksi saluran perkemihan .

    Seringkali infeksi slauran perkemihan disebabkan oleh akibat perubahan-perubahan bakteri didalam vagina. Pemberian antibacterial lokal pada vagina melalui penyemprotan (produk pembersih vagina), spermisida dan beberapa antibiotik lewat oral/mulut dapat menjadi penyebab perubahan-perubahan bakteri didalam vagina. jika memungkinkan hindari penggunaan dari produk-produk diatas.

    Menopause juga dapat menjadi pemicu timbulnya perubahan-perubahan bakteri didalam vagina yang dapat meningkatkan resiko infeksi pada saluran kemih. Konsumsi estrogen biasanya dapat mengatasi beberapa masalah ini, tapi tidak untuk semua orang.

    Apabila anda mengalami infeksi saluran kemih selama 3 kali atau lebih setiap tahunnya, dokter mungkin akan menyarankan kepada anda untuk mulai melakukan program antibiotik sebagai upaya pencegahan. Dosis antibiotik dalam ukuran kecil akan anda konsumsi setiap harinya yang akan membantu anda mengurangi jumlah kejadian infeksi saluran kemih. Jika penyebab dari infeksi saluran kemih dikarenakan setelah melakukan hubungan seksual (seksual intercourse), dokter mungkin akan menyaranakn kepada anda untuk minum antibiotik setelah melakukan seksual intercourse.