Jumat, 27 Agustus 2010











Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Pria pencinta kopi tak perlu khawatir lagi hobinya menyeruput kopi bakal mengganggu kesehatan prostatnya. Laporan studi terbaru menunjukkan tidak ada kaitan antara kopi dengan risiko kanker prostat.Dalam sebuah analisa terhadap lusinan studi mengenai kebiasaan ngopi dan risiko kanker prostat, para peneliti menyimpulkan tidak ditemukan bukti yang cukup kuat antara kopi dengan penyakit yang jadi momok kaum pria itu. Baca Selengkapnya...

Kamis, 26 Agustus 2010

Kram Otot Sinyal dari Spasmofilia


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Kram otot bisa terjadi pada siapa saja dan menimbulkan rasa tak nyaman karena seseorang tidak bisa bergerak untuk beberapa saat. Sering mengalami kram otot merupakan sinyal adanya penyakit spasmofilia.

Spasmofilia adalah sebuah gangguan yang ditandai dengan kedutan otot, kram dan kejang carpopedal. Jika kondisinya parah bisa menyebabkan kejang-kejang.

Kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan elektrolit di dalam darah yang bisa karena kekurangan kalsium (hypocalcemia) atau kekurangan serum magnesium yang mungkin terkait dengan hiperventilasi, hipoparatiroidism, rakhitis, uremia atau kondisi lain.

Pada kasus spasmofilia, kram otot terjadi karena kurangnya elektrolit kalsium di dalam otot. Kondisi ini bisa terjadi pada daerah-daerah tertentu (lokal) misalnya di tangan atau perut saja, tapi bisa juga di beberapa tempat.

dr Hardhi menuturkan spasmofilia bisa juga seperti sakit maag tapi bukan karena ada masalah pada lambungnya, melainkan akibat kram pada otot perutnya.

Jadi jika seseorang merasa sakit maag terus menerus dan tidak sembuh meskipun sudah minum obat, bisa jadi itu akibat kram pada otot perutnya.

Gejala lain yang muncul pada seseorang yang memiliki spasmofilia adalah mengalami kejang-kejang, tapi bukan karena epilepsi. Selain kram otot yang menjadi gejala utamanya, gejala lainnya adalah lesu, lemah dan mudah kesemutan.

Spasmofilia juga bisa berhubungan dengan orang yang sering cemas atau mengalami kecemasan berlebihan. Terkadang orang-orang ini menunjukkan hasil yang positif terhadap tes spasmofilia.

Kekurangan ion kalsium dalam otot yang terjadi pada penderita spasmofilia kemungkinan disebabkan karena adanya kelainan di dalam metabolisme tubuh orang tersebut. Hal ini membuat tubuh tidak bisa menyerap ion kalsium dengan baik.

Untuk mendiagnosis spasmofilia biasanya dilakukan tes spasmofilia dengan menggunakan alat elektromiografi (EMG). Pada tes ini akan dilihat gelombang dari sel-sel otot yang biasanya mengalami kram atau kejang.

dr Hardhi mencontohkan misalnya seseorang sering mengalami kram di tangan, maka pada daerah tersebut akan diberikan rangsangan berupa kejut listrik misalnya 3 kali per detik. Nantinya seseorang akan mengalami kram dan timbul gelombang pada alat EMG. Jika gelombang yang dihasilkan tinggi, maka orang tersebut dinyatakan positif memiliki spasmofilia.

Untuk membedakan antara spasmofilia dan epilepsi harus dilakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG). Pada pemeriksaan EEG akan direkam gelombang listrik di otak pada saat kejang, sehingga kabel-kabel untuk pemeriksaannya ditempelkan di kepala. Nanti akan terlihat apakah ada gangguan terhadap gelombang listrik di otaknya atau tidak.

Spasmoflia ini bisa disembuhkan, biasanya pasien akan diberikan kapsul atau tablet yang mengandung kalsium. Selain itu asupan kalsium dari makanan juga bisa membantu, karena kalsium organik yang berasal dari tumbuhan (algae atau sayur-sayuran) atau hewan (tulang rawan hewan) lebih baik dibandingkan dengan kalsium anorganik (dari obat-obatan).

Rabu, 25 Agustus 2010

Sayur Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Mereka yang mengonsumsi lebih banyak bayam dan sayuran hijau lain dapat mengurangi risiko diabetes Tipe 2, demikian hasil satu studi yang disiarkan Jumat di British Medical Journal (BMJ). Penelitian tersebut menjelajahi daerah kontroversial, dan penulisnya mengingatkan mengenai perlunya penyelidikan lebih lanjut guna mengonfirmasi temuan itu.

Satu tim yang dipimpin oleh Patrice Carter di University of Leicester, Inggris tengah, mengkaji enam studi yang melibatkan 220.000 orang untuk menyelidiki kaitan antara konsumsi buah dan sayuran dan diabetes Tipe 2, atau yang muncul saat orang mencapai usia dewasa. Mereka mendapati bahwa mengonsumsi satu-setengah lebih banyak porsi sayuran hijau mengurangi risiko diabetes sampai 14 persen, tapi mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran malah memiliki sedikit dampak.

Diabetes Tipe 2, bentuk diabetes paling umum, telah menyebar dengan cepat dari negara kaya ke negara ekonomi yang berkembang pesat saat gaya hidup kurang gerak, makanan yang mengandung gula, dan tubuh gemuk kian merajalela. Lebih dari 220 juta orang di seluruh dunia terserang penyakit itu, yang menewaskan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia setiap tahun, demikian data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara angka kegemukan meningkat, jumlah kematian berlipat antara 2005 dan 2020, kata WHO. Gizi dan olah raga diketahui sebagai faktor pencegah, tapi makanan mana yang paling baik dan mengapa masih ada perdebatan sebab sangat sedikit kajian yang berkualitas baik telah dilaksanakan, demikian laporan kantor berita Prancis, AFP.

Tim Carter menyatakan sayuran hijau bermanfaat karena tanaman itu memiliki kandungan magnesium dan anti-oksidan yang sangat tinggi, tapi studi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap itu semua. Di dalam studi terpisah yang disiarkan di British Journal of Pharmacology, beberapa ilmuwan Cina mengatakan komposisi yang disarikan dari berbagai reramuan China membantu mengurangi damapak diabetes Tipe 2 pada tikus.

Produk tersebut, yang dikenal dengan nama emodin, berisi enzim yang disebut 11-Beta-HSD1, yang memainkan peran penting dalam perlawanan terhadap insulin, hormon yang membantu membersihkan gula yang berlebih di dalam darah. Emodin antara lain dapat diekstrak dari ramuan Cina, "rhubarb" (rheum palmatum) dan "knotweed" (Polygonum cuspidatum) Jepang, kata laporan itu.

"Para peneliti masih perlu mengembangkan bahan kimia yang memiliki dampak serupa dengan emodin, dan melihat yang mana yang dapat digunakan di atnara keduanya sebagai obat pengobatan," kata Ying Leng dari Shanghai Institute of Materia Medica. Diabetes dikendalikan dengan dengan suntikan insulin dan tingkat gula darah. Jika tak terkendali, penyakit tersebut dapat mengakibatkan sakit jantung, kehilangan daya pandang, amputasi anggota tubuh dan gagal ginjal.


Susu Formula Sebabkan Otak tak Berkembang


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Pemberian susu formula pada bayi baru lahir ternyata memberi risiko yang tak ringan. Otak bayi berpotensi tidak berkembang akibat terlalu banyak mengkonsumsi susu formula.

''Risiko sistem jaringan otak tidak terbangun sebesar 20 persen,'' kata Penasihat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta, Sri Purwanti Hubertin.

Hubertin mengatakan bahwa kandungan susu formula tidak sebaik kandungan nutirisi yang terdapat di dalam air susu ibu (ASI). Dia mencontohkan taurin, asam amino rantai panjang, untuk proses maturasi otak banyak terdapat di ASI dan hanya sedikit terkandung pada susu sapi.

Protein whey yang mudah diserap oleh usus bayi dan digunakan 100 persen oleh tubuh ada pada ASI. 65 Persen protein ASI berjenis whey sedangkan pada susu formula kandungan protein whey maksimal hanya 20 persen dan sisanya protein casein. Whey protein diketahui mengandung enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan, dan pembawa zat gizi.

Dalam sebuah artikel Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan susu formula lebih banyak mengandung protein casein hingga 80 persen yang sulit dicerna usus bayi yang pada akhirnya dibuang oleh bayi. Pembuangan protein casein tersebut lewat ginjal. Sehingga ginjal bayi sudah dipaksa untuk membuang casein.

Ginjal bayi yang sudah bekerja membuang protein casein, dikatakan Hubertin, menjadi salah satu pemicu banyak kasus gagal ginjal terjadi pada anak. Ia mencontohkan saat ini anak usia 14-15 tahun ada yang sudah menderita gagal ginjal.

''Risiko lain dari konsumsi susu formula adalah mudahnya terjadi pengapuran pada pembuluh darah,'' kata Hubertin. Karena lemak di dalam ASI selain sebagai nutrisi juga membentuk enzim penghancur lemak yang tidak diperlukan tubuh. Pada susu formula enzim penhancur tidak terbentuk sehingga lemak berdiam di dalam tubuh yang menyebabkan pengapuran pada pembuluh darah. ''Yang terlihat saat ini banyak orang stroke muda. Salah satu penyebabnya adalah pengapuran yang terjadi pada pembuluh darah,'' tutur dia.

Beberapa risiko tersebut menyebabkan pemberian ASI sangat penting bagi bayi baru lahir. Ibu harus paham betapa pentingnya ASI bagi bayi. Namun Hubertin menyayangkan masih banyak petugas kesehatan maupun fasilias kesehatan yang belum menyadari pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sehingga mereka kurang mendorong pemberian ASI pada bayi baru lahir.

Cara Mudah untuk Langsing


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Bingung atau resah berat badan tak kunjung menyusut. Tutup buku diet anda dan cobalah cara sederhana berikut, minum air putih sebelum makan. Sebuah studi menyebutkan mengkonsumi dua gelas air putih sebelum makan dapat mengurangi berat badan. Disebutkan pula dalam studi itu seorang dewasa dan paruh baya yang mengkonsumsi air putih sebelum menyatap makanan rendah kalori mengalami penurunan berat badan ketimbang individu yang tidak meminum air putih sebelum makan.

Sebelumnya, peneliti membagi pria dan wanita obesitas dengan rentang usia 55-75 tahun dalam dua kelompok. Yang pertama diharuskan menjalani diet rendah lemak, diet rendah kalori dan kelompok kedua juga dengan diet serupa plus mengonsumsi air putih sebelum sarapan, makan siang dan makan malam. Setelah dua minggu, kelompok yang mengkonsumsi air putih sebelum makan mengalami penurunan berat badan sekitar 15.5 pon atau 7.03 kg. Sedangkan kelompok yang tidak mengkonsumsi air putih hanya mengalami penurunan berat bada sekitar 11 pon atau 4.98 kg.

Ide awal dari penggunaan air putih sebagai bagian dari diet berasal dari riset sebelumnya yang menyatakan individu dewasa yang mengkonsumsi air putih sebelum makan mengurangi nilai kalori makanan hingga 70-90 persen. Peneliti Senior Departemen Nutrisi, Makanan dan Olahraga, Virginia Tech, Brenda Davy, mengungkap mengonumsi banyak air merupakan strategi sederhana yang mungkin bisa membantu masyarakat untuk menurunkan berat badan. Yang Perlu dilakukan tidak mengkonsumsi banyak air saja, berat badan bakal turun. Tapi perlu juga asupan randah kalori.

Satu hal yang membuat diet menjadi sulit adalah menjaga berat badan tetap dalam jangka panjang. Setelah 12 minggu paska riset dan mengunjungi patisipan. Setahun sudah riset berjalan, terdapat fakta baru dimana partisipan yang konsisten mengkonsumsi air putih sebelum makan memiliki berat badan yang stabil. Bahkan dari sejumlah patisipan mengalami penurunan berat badan hingga 1.5 pon atau 0.68 kg.

Khusus individu berusia tua, penurunan berat badan memang memakan waktu lama, Hal itu dikarenakan perlu waktu untuk membuat perut kosong. Dengan mengkonsumsi air, membantu mereka merasa kenyang dan mengurangi nafsu makan. Sementara itu, bagi remaja, air cenderung cepat diproses sehingga penurunan berat badan berlangsung cepat.

Barry Popkin, Direktur University of North Carolina menilai temuan ini sangat menjanjikan. Menurut dia, riset ini menyarankan kepada setiap individu untuk mengkonsumsi banyak air putih, banyak mengkonsumi buah, hindari minuman mengandung gula dan kurangi makanan berkalori tinggi. Kasus obesitas yang terjadi di AS mencerminkan masyarakat AS mengalami peningkatan konsumsi kalori sebesar 300 kalori dibanding 30 tahun lalu. Peningkatan itu lantaran masyarakat AS banyak mengkonsumsi soda, jus yang ditambahkan gula, minuman kesehatan dan teh manis.

Popkin menilai jika seseorang mengkonsumsi banyak air sebelum makan dan mengisi perut dengan makanan secukupnya, maka dia akan meminimalisir jumlah asupan yang diperlukan. Mengkonsumsi air bisa menggantikan kalori dari semua jenis minuman yang kita konsumsi.

Mencegah Pikun Dengan Berjemur Di Pagi Hari


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Manula dengan kadar vitamin D rendah memiliki potensi problem dengan ingatan, belajar, dan berpikir. Lebih jauh lagi, rendahnya vitamin D akan memberi peringatan awal untuk risiko demensia alias kepikunan.

Asal tahu saja, sebagian besar vitamin D secara alami diproduksi oleh tubuh dari hasil tambahan eksposur sinar matahari ke kulit. Jadi, berjemur pada pagi hari sangat menguntungkan dalam kaitan ini.

Para peneliti dari Inggris, Italia, dan Amerika Serikat meneliti 850 orang Italia berusia 65 tahun ke atas dan menemukan orang yang secara akut kekurangan vitamin D sebanyak 60 persen mengalami penurunan kemampuan kognitif umum. Sisanya, 31 persen mengalami masalah dengan fleksibilitas mental. "Ini penelitian pertama untuk mengidentifikasi kaitan jelas antara tingkat vitamin D rendah dan penurunan kemampuan kognitif," kata ketua penelitian, David Llewellyn dari Peninsula Medical School di Universitas Exeter, Inggris.

Llewellyn mengatakan hasil temuannya menimbulkan kekhawatiran mendalam karena sebelumnya telah diperkirakan satu milyar orang di dunia kekurangan vitamin D. Ia mengatakan memberikan suplemen vitamin D pada manula sangat menjanjikan untuk bisa menjadi sasaran terapi pencegahan demensia, terutama karena suplemen murah, aman dan sudah menunjukkan membantu untuk menurunkan resiko dari patah tulang.

Sebagian besar vitamin D secara alami diproduksi oleh tubuh dari hasil tambahan eksposur sinar matahari ke kulit. Vitamin D juga ditemukan dalam beberapa makanan seperti minyak ikan dan penting untuk kesehatan, karena membantu sel menyerap kalsium yang esensial untuk tulang.

Beberapa penelitian terakhir juga telah menunjukkan vitamin D bisa melindungi dari kanker, penyakit pembuluh nadi dan tuberkolosis.
Dalam penelitian ini, tim peneliti Llewellyn menemukan manula yang secara akut kekurangan vitamin D -- yang didefinisikan dengan memiliki tingkat darah 25 hidrovitamin D lebih rendah dari 25 nanomole per liter -- 60 persen cenderung mengalami penurunan kemampuan kognitif dalam penelitian enam tahun tersebut.

Hasil penelitian juga menunjukkan 31 persen cenderung mengalami penurunan dalam tes untuk menguji fungsi eksekutif.
Penemuan ini juga diterbitkan dalam jurnal "Archives of Internal Medecine."

Demensia adalah kondisi yang menyia-nyiakan kemampuan otak yang berpengaruh pada 35 juta orang di dunia. Bentuk paling umum adalah penyakit Alzheimer, penyakit yang penderitanya secara perlahan kehilangan ingatan, kemampuan untuk bernavigasi dan memahami dunia di sekelilingnya dan merawat diri.

Tim peneliti Llewellyn mengatakan mereka berpikir vitamin D bisa mencegah degenerasi jaringan otak yang memiliki peran dalam membentuk jaringan syaraf, menjaga kadar kalsium dalam tubuh, atau menghilangkan beta-amyloid, senyawa yang membentuk plak pada otak yang diasosiakan dengan penyakit Alzheimer.

Para peneliti memperkirakan di AS dan Eropa, antara 40 hingga 100 persen dari manula kekurangan vitamin D dan masalah diperburuk dengan kondisi manula lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruangan dan kulit mereka menjadi kurang efisien untuk memproduksi vitamin D.

Kiat Atasi 'Pikun pada Angka'


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Meski telah memiliki telepon genggam dan komputer jinjing yang siap membantu menyimpan data-data berupa angka, tak ada salahnya kita mengingat dan menyimpan sebagain dalam memori otak. Selain mendongkrak daya ingat, kita sedikit direpotkan bila sewaktu-waktu piranti andalan, baik ponsel atau laptop, rusak maupun hilang.

Mengingat angka juga menekan risiko pikun pada angka atau "Amnesia Numerik". Metodenya pun tak harus rumit. Berikut ada lima tips sederhana namun efektif yang diberikan oleh sebuah lembaga studi medis perusahaan penunjang hidup, CCP.

Langkah 1: Visualisasikan angka-angka yang ingin anda ingat, gambar angka tersebut dalam kepala. Pikirkan seperti apa mereka akan terlihat, warna yang tampil, bentuk yang mungkin muncul di 'kartu nama' tulisan tangan anda. Cara ini mungkin akan berbeda bagi setiap orang, bagi mereka yang memiliki kemampuan imajinasi tinggi jauh lebih mudah melakukan. Namun bagi mereka yang kurang, metode ini justru mengembangkan pula kemampuan inferior selama ini.

Langkah 2: Ucapkan angka keras-keras. Metode ini terutama cocok bagi mereka yang bertipe pembelajar berdasar respon suara. Ucapkan angka-angka itu tiga kali langungs berturut-turut. Bila perlu ulangi lagi menyerukan dengan keras setiap beberapa menit. Bahkan menciptakan sikuen ritme angka dalam lagu-lagu yang anda kenal juga sangat membantu.

Langkah 3: Lakukan gerakan memencet nomor. Gerakkan jari-jari anda seolah-olah seperti menekan tombol betulan dalam ponsel ketika anda meneriakkan angka itu keras-keras.

Langkah 4: Kelompokkan angka bersama. Pikiran manusia secara alami lebih baik mengingat angka-angka dalam grup terdiri dari tiga atau empat.

Langkah 5: Cari asosiasi pribadi dengan angka. Asosiasikan angka dengan ulang tahun misal, umur, nomor pin atau hal-hal lain yang pribadi bagi anda. Otak anda akan memunculkan angka-angka tersebut begitu asosiasi itu terpikirkan.i

Pada intinya upaya mengingat yang dipaparkan datas dilakukan dengan memanfaatkan indra manusia. Pengaktifkan indra terbukti membantu meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.

Selasa, 24 Agustus 2010

Demam kuning


Pengobatan Galih Gumelar - Demam kuning adalah penyakit virus yang menyebabkan wabah besar di Afrika dan Amerika. Hal ini dapat dikenali dari teks-teks bersejarah 400 tahun lalu. Infeksi menyebabkan spektrum penyakit, dari gejala ringan sampai berat penyakit, bahkan kematian. Istilah "kuning" dalam penyakit ini berkaitan dengan penyakit kuning yang menjangkitii beberapa pasien.� Walaupun vaksin yang efektif telah tersedia selama 60 tahun, jumlah orang yang terinfeksi selama dua dekade terakhir meningkat dan demam kuning sekarang menjadi masalah kesehatan publik yang serius lagi.

Penyakit ini disebabkan oleh virus demam kuning, yang termasuk dalam kelompok Flavivirus. Di Afrika ada dua jenis genetik yang berbeda (disebut topotypes) yang terkait dengan Timur dan Afrika Barat. Di Amerika Selatan ada dua jenis yang berbeda, tetapi sejak tahun 1974 hanya satu telah diidentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit.

Gejala
Virus tetap diam di dalam tubuh selama periode inkubasi tiga sampai enam hari. Ada kemudian dua fase penyakit. Sementara beberapa infeksi tidak menunjukkan gejala apa pun, yang pertama, "akut", fase ini biasanya ditandai dengan demam, nyeri otot (dengan sakit punggung menonjol), sakit kepala, menggigil, kehilangan nafsu makan, mual dan atau muntah-muntah. Seringkali, demam tinggi kontradiksi dengan denyut nadi yang lambat. Setelah tiga sampai empat hari, gejala menghilang.

Namun, 15% masukkan "fase beracun" dalam waktu 24 jam. Demam muncul kembali dan beberapa sistem tubuh yang terpengaruh. Berkembang dengan cepat pasien penyakit kuning dan mengeluh nyeri perut dengan muntah. Perdarahan dapat terjadi dari mulut, hidung, mata dan atau perut. Setelah itu, darah akan muncul dalam muntahan dan kotoran. Fungsi ginjal memburuk; ini dapat beragam, mulai dari tingkat protein abnormal dalam urin (albuminuria) untuk menyelesaikan gagal ginjal tanpa produksi air kencing (anuria).Setengah dari pasien dalam "fase beracun" mati dalam waktu 10-14 hari. Sisanya sembuh tanpa kerusakan organ yang signifikan.

Demam kuning sulit untuk dikenali, terutama selama tahap-tahap awal. Seringkali demam kuning mirip dengan dengan malaria, tifus, penyakit rickettsial, virus demam berdarah (misalnya Lassa), infeksi arboviral (misalnya demam berdarah), leptospirosis, virus hepatitis dan keracunan (misalnya karbon tetraklorida). Sebuah analisa laboratorium diperlukan untuk mengkonfirmasi kasus penderita. Tes darah (tes serologi) dapat mendeteksi antibodi demam kuning yang dihasilkan sebagai respons terhadap infeksi. Beberapa teknik lain yang digunakan untuk mengidentifikasi virus itu sendiri dalam spesimen darah atau jaringan hati dikumpulkan setelah kematian. These tests require highly trained laboratory staff using specialized equipment and materials. Tes ini memerlukan staf laboratorium sangat terlatih menggunakan peralatan dan bahan khusus.

Penyebaran
Manusia dan kera adalah mahkluk yang mudah terinfeksi virus ini. Virus ini dibawa dari satu hewan lain (horizontal transmisi) oleh seorang menggigit nyamuk (vektor). Nyamuk juga dapat menularkan virus melalui telur yang terinfeksi kepada keturunannya (transmisi vertikal). Telur yang dihasilkan tahan terhadap pengeringan dan tertidur melalui kondisi kering, menetas ketika musim hujan dimulai. Oleh karena itu, nyamuk adalah reservoir benar virus, memastikan penularan dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Perawatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk demam kuning. Dehidrasi dan demam dapat diatasi dengan garam rehidrasi oral dan parasetamol. Setiap orang yang terinfeksi bakteri harus diobati dengan antibiotik yang sesuai. Mendukung perawatan intensif dapat memperbaiki hasil untuk pasien sakit serius, tapi jarang tersedia di negara-negara berkembang.

Pencegahan
Vaksinasi adalah satu-satunya ukuran yang paling penting untuk mencegah demam kuning. Dalam populasi di mana cakupan vaksinasi rendah, waspada pengawasan sangat penting untuk segera pengakuan dan cepat mengendalikan wabah. Langkah pengendalian nyamuk dapat digunakan untuk mencegah penularan virus.

Sumber utama: WHO.

Demam Gigitan Tikus


Pengobatan Galih Gumelar - Demam gigitan tikus adalah penyakit langka yang disebarkan oleh hewan pengerat yang terinfeksi. Demam gigitan tikus dapat disebabkan oleh bakteri,Actinobacillus muris(sebelumnya disebutStreptobacillus moniliformis) dan Spirillum minus. Sebagian besar kasus demam gigitan tikus terjadi di Jepang, yang disebut sodoku. Penyakit ini juga terjadi di Africa, Australia, Eropa, Amerika Utara dan Selatan.�

Banyak orang mendapat demam gigitan tikus melalui kontak dengan air kencing atau cairan dari mulut, mata, atau hidung hewan yang terkena. Hal ini paling sering terjadi walaupun sesuap, namun beberapa kasus dapat terjadi hanya melalui kontak dengan cairan ini.

Sumber infeksi biasanya tikus. Binatang lain yang dapat menyebabkan infeksi termasuk tupai, musang, dan tikus.

Gejala
* Menggigil
* Demam
* Sakit Kepala
* Nyeri otot
* Luka terbuka di tempat gigitan di sodoku
* Ruam-mungkin merah/ungu plak di sodoku
* Bengkak, merah, dan nyeri sendi (biasanya tidak terlihat di sodoku)

Perawatan
Demam gigitan tikus biasanya diobati dengan terapi antibiotik. Perawat medis akan meresepkan penisilin atau tetrasiklin selama 7-14 hari.

Sumber: medlineplus dan UMM.

Anak ASI lebih kebal

Satu lagi informasi tentang Air Susu Ibu (ASI) dikutip dari infosehat.com, semoga bermanfaat

Bukti-bukti bahwa bayi yang mendapat ASI lebih tahan penyakit infeksi tertentu daripada yang minum susu formula memang tak bisa dipungkiri lagi. Apalagi di dalam ASI juga ditemukan berbagai antibodi spesifik yang dapat melawan bakteri dan virus yang sering menyerang saluran pernapasan dan usus bayi. Dari penemuan-penemuan itu, lalu menghubungkan kekebalan bayi ASI terhadap infeksi.

Fakta membuktikan

Dari penelitian yang termuat dalam pediatric journal 1993, terbukti bahwa menyusui eksklusif paling tidak 4 bulan pertama, dapat mengurangi kemungkinan bayi terkena infeksi saluran pencernaan (antara lain diare), infeksi saluran pernapasan, serta infeksi saluran telinga. Hal yang menyebabkan ASI membuat bayi lebih kebal penyakit infeksi :

-

Immunoglobulin

Zat kekebalan tubuh ini banyak ditemukan pada ASI. Konsentrasinya yang tertinggi ditemukan dikolostrum (susu jolong yang keluar pada 3 sampai 5 hari pertama kehidupan bayi). Immunoglobulin yang melindungi bayi dari infeksi telinga, hidung dan tenggorokan itu masih dapat ditemukan di ASI sampai usia setahun.

-

Lactoferin

Lactoferin akan mengikat zat besi, sehingga kuman tidak mendapatkan zat besi yang diperlukannya untuk hidup dan membelah diri. Zat ini juga yang paling banyak terdapat dikolostrum, namun akan tetap ada sepanjang tahun pertama usia bayi.

-

Lysozyme

Lysozyme merupakan zat penting untuk proses pencernaan, berfungsi untuk benteng dari ”bakteri jahat” yang ada di usus halus. ASI mengandung lysozyme 30 kali lebih tinggi dibandingkan susu formula apapun.

-

Bakteri baik

ASI mendorong pertumbuhan bakteri baik, yaitu laktobasilus, yang dapat menekan penyakit yang disebabkan bakteri jahat (seperti E. Coli) serta parasit. Pada bayi ASI, jumlah laktobasilus di dalam ususnya 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi susu formula.

-

Faktor alergi

Panelitian membuktikan, penyebab alergi yang ada di susu formula yang berasal dari sapi maupun kedelai, lebih lama berbeda dalam usus bayi (sekitar 60 menit) dibanding dengan ASI. Jadi, kemungkinan munculnya alergi pada anak ASI juga lebih rendah.

Menyadari banyak kelebihan ASI bagi benteng pertahanan tubuh si kecil, jelas tak ada alasan bagi ibu untuk tidak menyusui bayinya. Anda tak ingin si kecil mudah sakit, kan?

Sumber: http://www.info-sehat.com

Sabtu, 14 Agustus 2010

Jurus Ampuh Mengobati ASMA



Pengobatan Ustadz Galih Gumelar -
"NGIK...ngik...ngik" nafas Malik tersengal-sengal, bicaranya pun putus-putus tak karuan. Pagi ini Malik terpaksa bolos sekolah lagi. Padahal ini hari pertama ujian kenaikan kelas. "Hmh ujian susulan lagi," gerutu Malik dalam hati. Bundanya segera mengantar Malik ke rumah sakit dan Malik pun mendapatkan pengobatan. Berapa lama berselang sesaknya berkurang, dan bicara putus-putusnya tak lagi terdengar. Namun, anak lelaki yang baru berangkat remaja ini mulai berkeluh kesah, "Bu, kapan sih aku bisa sembuh. Aku malu bolos terus. Ujian susulan terus." Ujarnya dengan kesal. Bundanya mencoba menjelaskan, "Sabar ya sayang, teman-teman dan gurumu pasti mengerti, kamu kan bolos karena sakit, kenapa harus malu?"
Malik tetap terlihat kesal,"Aku bosan, tiap ganti musim sesak, makan udang sesak, kecapekan sesak, kapan aku bebas dari semua ini bu?" sahut Malik sedikit berang.
"Baiklah nak, sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada dokter sejelas-jelasnya dan ikuti sarannya, supaya kekesalanmu hilang dan sesakmu tidak lagi sering datang." Timpal Bunda Malik menenangkan.
**
SESAK yang sering dikeluhkan pengidap asma memang menjengkelkan. Apalagi jika kekambuhannya lebih dari 1 atau 2 kali dalam seminggu. Asma dapat mengganggu kinerja dan aktivitas seseorang sehingga terasa menjengkelkan bagi penderitanya. Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai biang kerok utama atas ketidakhadiran di tempat kerja dan di sekolah. Selain mengganggu aktivitas, asma juga tidak dapat disembuhkan, bahkan dapat menimbulkan kematian. Namun bila penyakit ini dikendalikan, kematian dapat dicegah dan gejalanya pun tidak sering muncul. Untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol penyakit asma, penderita perlu mengenal asma terlebih dahulu.
Asma adalah penyakit peradangan saluran nafas kronik akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan. Pada penderita yang peka, hal ini akan menyebabkan munculnya serangan batuk, bunyi mengi, banyak dahak, sesak nafas, dan rasa tidak enak di dada terutama pada malam hari atau menjelang pagi. Belum diketahui secara pasti mengapa pada sebagian orang saluran nafasnya meradang dan pada sebagian lain normal. Tetapi kejadian tersebut biasanya ditemukan pada keluarga atopik (keluarga alergi) yang dapat mewariskan sifat alergi ini kepada turunannya.
Kelainan utama penyakit asma adalah peradangan saluran nafas, sehingga pengelolaannya bukan ditujukan untuk menghilangkan sesak nafas semata, tetapi juga berbagai tujuan berikut yaitu, agar penderita dapat melakukan latihan jasmani termasuk lari dan olah raga lain, mempunyai fungsi paru mendekati normal dan gejala asmanya menghilang atau minimal. Tujuan lain adalah agar serangan asma minimal, pemakaian obat untuk serangan sesak berkurang, dan tidak ditemukan efek samping obat.
Dalam panduan GINA (Global Initiative for Asthma) 2002 yang dibuat oleh National Heart, Lung and Blood Institute & World Health Organization (NHBLI/WHO), menyebutkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, dokter maupun penderita asma dianjurkan untuk mempelajari, memahami, dan mengerjakan apa yang disebut "tujuh jurus ampuh untuk mengatasi penyakit asma". Pertama, penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit asma pada penderita asma dan keluarganya. Pepatah mengatakan, "tak kenal maka tak sayang". Ibarat sepasang muda-mudi yang baru pertama berjumpa, tak kan mau menyayangi dan mengorbankan diri, sebelum mengenal lebih jauh pasangannya. Demikian pula dengan penderita asma. Pengenalan tentang seluk beluk asma, bagaimana pengobatan serta pencegahan yang benar, akan membuat penderita dan keluarganya mengerti sehingga termotivasi untuk berusaha kuat mengatasi penyakitnya. Karena itu edukasi menjadi faktor kunci dalam pengobatan asma.
Kedua, mengetahui obat-obat asma, baik kegunaan maupun efek sampingnya. Terdapat dua jenis obat asma yaitu, obat-obat kerja cepat untuk mengatasi dengan segera serangan sesak nafas (reliver), dan obat-obat pencegahan jangka lama, untuk mengatasi peradangan saluran nafas (preventer/controller). Yang termasuk obat reliver adalah obat-obat bronkodilator kerja cepat seperti, salbuterol Albuterol, metaproterenol, terbutaline, dan procaterol. Selain itu, obat golongan anti cholinergik, teofilin kerja cepat, suntikan adrenalin atau epinefrin juga dapat dijadikan pilihan.
Penelitian para ahli belakangan ini menyebutkan bahwa peradangan yang kronik dapat merubah struktur dinding saluran nafas, sehingga menyebabkan remodelling pada dinding saluran nafas. Karena itu, pengobatan pencegahan jangka lama sangat dianjurkan. Obat pencegahan jangka lama yang dapat dipakai adalah kortikosteroid, cromoglycate, nedcromil, agonis B2 kerja lama, teofilin lepas lambat, dan leukotrien. Dari semua jenis obat yang tersedia, pemakaian obat inhalasi lebih diutamakan mengingat efeknya yang cepat, dosis yang kecil dan efek samping yang minimal meskipun diberikan dalam jangka panjang.
Ketiga, mengobati atau mengelola penyakit asma. Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak dalam serangan. Pengelolaan asma saat tidak dalam serangan dilakukan melalui pengobatan pencegahan dan latihan olah raga terpimpin. Penderita asma dengan tipe intermiten (sangat ringan) yang kekambuhannya dalam 1 minggu kurang dari 1 atau 2 kali, tidak memerlukan pengobatan pencegahan. Namun, penderita asma dengan tipe persisten ringan, persisten sedang dan persisten berat, harus mendapatkan terapi pencegahan secara bertahap disesuaikan dengan klasifikasinya.
Untuk memudahkan penanganan, penderita yang sedang mengalami serangan asma, dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu penderita dengan serangan asma ringan, serangan sedang dan serangan berat. Salah satu tanda untuk melihat pembagian berat ringannya serangan adalah dengan melihat cara berbicara. Bila ketika berbicara penderita masih dapat menyelesaikan kalimat, klasifikasi yang diberikan adalah serangan asma ringan. Saat penderita berbicara dengan suara terputus-putus, maka penderita digolongkan dalam serangan asma sedang. Tetapi jika penderita sudah mengalami kesulitan bicara karena sesak, penderita masuk dalam kelompok serangan asma berat. Penderita yang mengalami serangan ringan dapat diobati sendiri di rumah. Namun penderita yang mendapatkan serangan sedang dan berat harus ditangani di rumah sakit.
Keempat, mempelajari dan memahami faktor-faktor pencetus serangan asma (allergen), dan mengetahui cara mengendalikannya. Faktor-faktor pencetus ini dapat berbeda antara penderita yang satu dengan lainnya. Faktor-faktor yang sering dikatakan sebagai pemicu di antaranya adalah faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan. Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan, dan lain-lain. Ada pula faktor pencetus yang terutama menyebabkan peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut. Penderita yang gemar menghindar atau merubah perilaku untuk menjauhi factor pemicu, akan dengan mudah mencapai tujuan pengobatan asma. Sebaliknya, penderita yang "cuek" tak pernah berpantang dengan faktor pemicu akan sulit memperoleh kemajuan dalam pengobatan.
Kelima, membuat rencana emergensi (Action Plan). Action plan terutama diperlukan ketika serangan asma akan kambuh, dan penderita membutuhkan pertolongan secepatnya. Penanganan dengan cepat dan tepat dapat dilakukan bila penderita dan keluarganya membuat rencana emergensi secara tertulis bersama dokter, dan mengetahui kapan penyakit asmanya mulai tidak terkendali. Namun, bila penderita tidak mempunyai action plan, pengelolaan yang diberikan akan memakan waktu lebih lama, bahkan dapat terjadi underdiagnosa atau overdiagnosa sehingga merugikan penderita. Tidak terkendalinya asma mulai tampak manakala penderita dan keluarganya menemukan keadaan-keadaan sebagai berikut : gejala asma semakin bertambah, pemakaian obat bronkodilator kian sering, gejala asmanya tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan bronkodilator, dan bila mempunyai alat Peak flow meter, alat tersebut akan menunjukan penurunan arus puncak ekspirasi (APE) serta kenaikan variability. Sewaktu keadaan-keadaan tersebut muncul, tindakan harus segera diambil agar penyakit kembali terkendali.
Keenam, rehabilitasi dan peningkatan kebugaran jasmani dengan olah raga atau latihan jasmani terpimpin. Penderita asma sering mengalami sesak sehingga sebagian otot-otot pernafasan kerap digunakan, sementara sebagian otot yang lain tidak. Otot-otot pernafasan yang banyak digunakan akan membesar dan yang jarang digunakan akan melemah. Akibatnya, efisiensi dan koordinasi pernafasan menjadi kurang baik, fungsi paru serta pertahanan paru pun menurun. Selain itu penderita asma juga terkadang mengalami keterbatasan fisik atau membatasi pekerjaan fisik karena takut sesak, sehingga kebugaran jasmaninya berkurang. Dengan melakukan latihan jasmani secara teratur yang terpimpin, otot pernafasan akan kembali berfungsi normal, kenaikan kapasitas vital paru meningkat dan kebugaran jasmani pun menjadi lebih baik.
Ketujuh, memonitor dan mengikuti perkembangan (follow up) penyakit penderita asma secara teratur. Hingga kini penyakit asma belum dapat disembuhkan, dan gejala asmanya sering bervariasi. Karena itu pengobatan harus dilakukan seumur hidup dan dimonitor serta diiikuti perkembangannya terus menerus. Hal ini diperlukan untuk melihat cocok tidaknya obat yang diberikan dalam mengendalikan asma. Dokter akan mengevaluasi apakah obat perlu ditambah, dikurangi atau dihentikan. Bila keadaan dan kebugaran jasmani penderita memang telah membaik, pengobatan dapat dihentikan. Mengingat keadaan sosial ekonomi di Indonesia yang cukup beragam, para dokter diharapkan dapat mengadaptasi pengelolaan asma sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Tetapi yang terpenting prinsip dasar pengobatan harus tetap sama. Penderita dianjurkan agar proaktif dan semangat dalam mengatasi penyakitnya, serta tetap bekerjasama dengan dokter agar tujuan pengobatan asma dapat terwujud. Satu hal yang perlu diingat oleh penderita asma demi tercapainya tujuan tersebut, jangan biarkan asma mengendalikan Anda, tetapi Anda yang harus mengendalikan asma. (Agnes Tri Harjaningrum, dr.)

Shalat Tahajjud Bisa Mengatasi Kanker


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Sebuah penelitian ilmiah membuktikan, shalat tahajjud membebaskan seseorang dari pelbagai penyakit. Berbahagialah Anda yang rajin shalat tahajjud. Di satu sisi pundi-pundi pahala Anda kian bertambah, di sisi lain, Anda pun bisa memetik keuntungan jasmaniah. Insya Allah, Anda bakal terhindar dari pelbagai penyakit . Itu bukan ungkapan teoritis semata, melainkan sudah diuji dan dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Penelitinya dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Mohammad Sholeh, dalam usahanya meraih gelar doktor. Sholeh melakukan penelitian terhadap para siswa SMU Lukmanul Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya yang secara rutin memang menunaikan shalat tahajjud. Ketenangan Shalat tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, kata Sholeh, bisa mendatangkanKetenangan. Sementara ketenangan itu sendiri terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti Stres maupun Depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastasis (penyebaran sel kanker). Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak. Untungnya, kata Sholeh, Stres Bisa Dikelola. Dan pengelolaan itu bisa dilakukan dengan cara edukatif atau dengan cara Teknis Relaksasi atau Perenungan/Tafakur dan umpan balik hayati (bio feed back). "Nah, shalat tahajjud mengandung aspek meditasi dan relaksasi sehingga dapat digunakan sebagai coping mechanism atau pereda stres yang akan meningkatkan ketahanan tubuh seseorang secara natural", jelas Sholeh dalam disertasinya berjudul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik. Tahajjud harus secara Ikhlas & Kontinyu
Namun pada saat yang sama, shalat tahajjud pun Bisa Mendatangkan Stres, terutama bila tidak Dilaksanakan Secara Ikhlas dan Kontinyu.

Jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas, bakal terjadi kegagalan dalam menjaga homeostasis atau daya adaptasi terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel yang normal, tetapi jika dijalankan dengan ikhlas dan kontinyu akan sebaliknya. Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting. Selama ini banyak kiai, dan intelektual berpendapat bahwa ikhlas adalah persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui dan mustahil dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh berpendapat lain. Ia yakin, secara medis, ikhlas yang dipandang sebagai sesuatu yang misteri itu bisa dibuktikan secara kuantitatif melalui indikator sekresi hormon kortisol. "Keikhlasan Anda dalam shalat tahajjud dapat dimonitor lewat irama sirkadian, terutama pada sekresi hormon kortisolnya", kata pria yang meraih gelar doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini. Dijelaskan Sholeh, jika ada seseorang yang merasakan sakit setelah menjalankan shalat tahajjud, besar kemungkinan itu berkaitan dengan niat yang tidak ikhlas, sehingga gagal terhadap perubahan irama sirkadian tersebut. Gangguan adaptasi itu tercermin pada sekresi kortisol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari. Apabila sekresi kortisol tetap tinggi, maka produksi respon imunologik akan menurun sehingga berakibat munculnya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang. Sedangkan sekresi kortisol menurun, maka indikasinya adalah terjadinya produksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang. Niat yang tidak ikhlas, kata Sholeh, akan menimbulkan Kekecewaan, Persepsi Negatif, dan Rasa Tertekan. Perasaan negatif dan tertekan itu menjadikan seseorang rentan terhadap serangan stres. Dalam kondisi stres yang berkepanjangan yang ditandai dengan tingginya sekresi kortisol, maka hormon kortisol itu akan bertindak sebagai imunosupresif yang menekan proliferasi limfosit yang akan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Karena imunoglobulin tidak terinduksi maka sistem daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena infeksi dan kanker. Kanker, seperti diketahui, adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. "Nah, kalau melaksanakan shalat tahajjud dengan ikhlas dan kontinyu akan dapat merangsang pertumbuhan sel secara normal sehingga membebaskan pengamal shalat tahajjud dari berbagai penyakit dan kanker (tumor ganas)," kata alumni Pesantren Lirboyo Kediri Jatim ini. Menurutnya, shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif. Sholeh menjelaskan, respon emosional yang positif atau
coping mechanism dari pengaruh shalat tahajjud ini berjalan mengalir dalam tubuh dan diterima oleh batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian ditrasmisikan ke salah satu bagian otak besar yakni Talamus. Kemudian, Talamus menghubungi Hipokampus (pusat memori yang vital untuk mengkoordinasikan segala hal yang diserap indera) untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan menghambat Acetylcholine, serotonis dan neurotransmiter yang lain yang memproduksi sekresi kortisol. Selain itu, Talamus juga mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan menghambat sekresi seretonin dan norepinefrin. Setelah terjadi kontak timbal balik antara Talamus-Hipokampus-Amigdala-Prefrontal kiri-kanan, maka Talamus mengontak ke Hipotalamus untuk mengendalikan sekresi kortisol

Manfaat dari pengobatan "gurah tetes"


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Apakah yang dimaksud dengan Gurah Tetes? Gurah Tetes adalah cara membersihkan dan mengeluarkan lendir yang kotor, beracun dan mengandung berbagai kuman penyakit. Caranya dengan meneteskan ramuan khusus ke dalam hidung.Khasiat ramuan tadi membuat semua syaraf tubuh bereaksi menekan, mendorong dan mengeluarkan lendir kotor yang mengandung kuman penyakit dan mengandung racun (dari : kopi, rokok, alkohol dll)Lendir akan keluar lewat rongga hidung dan mulut. Sehingga seluruh pernafasan, pencernaan dan darah akan bersih.Proses gurah ini tidak sakit dan hanya membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 jam. MANFAAT DAN KHASIAT GURAH Membuat suara menjadi : kuat, keras, nyaring lantang dan panjang.Sangat cocok bagi ahli pidato, penceramah, reporter, pengkhotbah, protocol, pembawa acara/MC, guru, dosen, dan lain-lain. Menjadikan suara sangat : merdu, bersih, halus dan empuk.Sangat cocok bagi penyanyi, artis, qori-qoriah, qosidah, pesinden dan lain-lain. Membesarkan volume paru-paru dan membuat napas lebih panjang dan sangat cocok bagi mereka yang menekuni olah napas tenaga dalam, yoga, meditasi, beladiri, atlit, olahragawan, pesenam dan lain-lain. Pikiran jadi jernih, cerdas, pintar dan lebih pandai.Sangat cocok bagi siswa, mahasiswa, santri dan para penuntut ilmu. Penyembuhan berbagai penyakit yang bisa disembuhkan dengan cara gurah : TBC,asma, sesak napas, mengguk dan penyakit paru-paru. Sakit kepala, mudah pusing, stress, migrain. Flu, pilek, alergi debu, hidung meler berkepanjangan. Gangguan lambung, gangguan saluran pernafasan, saluran percernaan. Melarutkan lendir yang mengganggu saluran pernafasan. Melarutkan lendir dan jamur serta kerak/kotoran yang menempel pada lapisan/selaput paru-paru bagain dalam dan luar. Membersihkan semua kotoran-kotoran yang ada pada kandung kemih/kandung kencing. Menghancurkan batu ginjal dan batu pada kantong seni/kencing. Mencegah dan menyembuhkan : sesak nafas, batuk kering, batuk basah, brochitis, flek paru-paru, iritasi paru-paru. Mencegah dan menyembuhkan sumbatan hidung, pholip, bengkak hidung akibat polusi udara dan bau-auan. Mencegah dan menyembuhkan penyakit amandel atau tonsil. Mencegah dan menetralisir tekanan darah sehingga kondisi darah menjadi normal. Mencegah dan menyembuhkan kram/kejang/stress dan stroke/kelumpuhan jasamani akibat over dosis obat-obatan/zat kimia maupun karena daya emosional/ambisi yang kelewat batas, epilepsi, bengong dan lain-lain. Mencegah dan menyembuhkan penyakit dari gangguan sihir, kena guna-guna, kena santet dan gangguan jin. MENGAPA MEMILIH GURAH? Gurah adalah membersihkan dan mengeluarkan lendir yang kotor dari dalam tubuh dengan cara menggunakan kekuatan batiniah disertai ramuan-ramuan khusus.Jadi dalam meng "GURAH" tidak hanya sekedar meneteskan ramuan kedalam hidung namun memang ada syarat atau ritual tertentu yang harus dilakukan oleh si Pegurah, agar hasil dari gurah tersebut bisa berhasil dengan sangat memuaskan. KONKLUSI Disimak dari cara pengobatan, Gurah tetes termasuk dalam kategori pengobatan alternatif yg membangkitkan sugesti pasien. Kekuatan yg diperoleh pasien sudah pasti dari diri pasien itu sendiri dan apakah gurah tetes itu sendiri ada manfaat kedokterannya sampai sekarang belum ada riset yg baik mendukung ataupun menolak manfaat dari gurah tetes. Mungkin untuk para mahasiswa yang ingin menyelasikan skripsi ini bisa dijadikan makalah.