Jumat, 29 Oktober 2010

Solusi Penyakit Maag Tanpa Mengobati

Kebanyakan orang sudah kenal dengan penyakit maag. Sehingga terkadang juga bisa mengantisipasinya bila terserang gejala penyakit ini. Dalam istilah kedokteran, penyakit maag disebut gastritis atau peradangan lambung. Untuk gejala yang lebih ringan sering disebut dengan dyspepsia.
Daerah Lambung yang Terkena
Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga dada dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Kadang-kadang orang yang terkena sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah kiri atau ulu hati, tepat dibawah tulang dada.
Di lokasi lambung inilah proses pencernaan makanan terjadi. Untuk selanjutnya diteruskan ke usus di bawahnya. Dalam proses pencernaan tersebut dikeluarkan beberapa cairan asam lambung untuk membantu proses penghancuran makanan.
Asam Lambung Berlebihan
Terjadinya gastritis atau peradangan lambung, pada awalnya karena asam lambung yang berlebihan. Asam lambung yang semula membantu lambung malah merugikan lambung. Asam lambung akan merusak dinding lambung itu sendiri, karena sifat asam yang korosif (mengikis). Faktor yang memicu produksi asam lambung berlebihan, diantaranya beberapa zat kimia, seperti alcohol, umumnya obat penahan nyeri, asam cuka. Juga beberapa makanan dan minuman yang bersifat asam,, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan sebagainya. Makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe, merica, juga akan memicu produksi asam lambung.
Faktor psikis atau kejiwaan seseorang bisa pula meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu penyakit maag juga bisa disebabkan insfeksi bakteri tertentu, misalnya helicobacter pylori yang merupakan bakteri normal dalam lambung, yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi abnormal. Yang akhirnya merangsang asam lambung. Gastritis juga bisa disebabkan alergi terhadap makanan tertentu, misalnya ikan, coklat dan lain-lain.
Keluhan dan Gejala

Pada awalnya, seseorang yang terserang penyakit ini mengabaikannya saja, yaitu rasa perih dan kembung di ulu hati. Kemudian berlanjut dengan mual dan disertai muntah. Pada saat ini, penderita baru menyadari sakitnya. Keadaan ini berlanjut dengan berkurangnya nafsu makan. Bila hal ini terus dibiarkan, akan berakibat semakin parah dan akhirnya asam lambung akan membuat luka-luka (ulkus) yang dikenal dengan tukak lambung. Muntah pun bisa disertai darah. Keadaaan gastritis akut (mendadak) juga bisa terjadi pada anak-anak yang menelan zat-zat kimia korosif, misalnya asam dan basa kuat. Pada umumnya zat ini terdapat pada cairan kebersihan rumahtangga maupun pestisida. Kerusakan akibat zat ini tidak hanya di lambung, tetapi juga di bibir, rongga mulut dan tenggorokan.
Bagaimana Solusinya?
Bila penyakit maag ini sudah disadari oleh penderitanya, sebenarnya sangat mudah mengatasinya. Artinya, tidak dibiarkan berlanjut terus sehingga menjadi tukak lambung. Prinsip penanganannya adalah diet atau pengaturan makan. Jangan biarkan perut lama dalam keadaan kosong. Keadaan kosong ini dapat mengakibatkan asam lambung yang sudah diproduksi tidak mempunyai bahan untuk dicerna tau digilas, dan pada akhirnya dinding lambung sendiri yang menjadi sasarannya.
Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari makanan berlemak, karena lemak memang sulit dicerna oleh lambung. Selain itu, tektur makanan sebaiknya lembut (lunak).
Sering-seringlah minum air putih, karena bisa mengurangi sifat asam dari makanan atau minuman tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman the, kopi atau soft drink. Porsi makanan sebaiknya tidak terlalu banyak, tetapisedikit dengan frekuensi sering.
Bila harus mengkonsumsi obat-obatan penahan nyeri (analgetik), maka sebaiknya diminum setelah makan dan tidak dalam keadaan kosong.
Bila disiplin dalam mengatur makanan ini, Insya Allah penyakit maag bisa membaik tanpa diobati. Seandainya perut masih melilit dan mual terus menerus, maka obat-obatan untul menetralkan asam lambung sangat membantu meringankan penderitaan. Misalnya, obat-obatan antasida. Bila dengan obat ini belum bisa teratasi, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kadang kala diperlukan obat penenang untuk mengobatinya.
Waspada Bagi Wanita Hamil Muda.
Wanita saat hamil muda yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit maag, sangat beresiko kambuh, apalagi saat mengidam.
Saat mengidam, terkadang ibu hamil muda tidak berselera makan, mual dan muntah (emesis gravidarium) akibat pengaruh hormone chorionic gonadotropin. Karena perut sering dalam keadaan kosong, maka sakit tidak bisa dihindari. Begitupun sebaliknya, penyakit maag yang diderita sebelumnya bisa memperburuk masa mengidam wanita hamil, yaitu mual muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Oleh karena itu, hindari lebih dahulu makanan yang merangsang lambung. Selain itu, tablet penambah darah sementara jangan dikonsumsi dulu, mengingat obat ini juga mengiritasi lambung.
Pencegahan
Sangat mudahmenghindari penyakit maag. Yaitu tidak makan dan minum yang pedas maupun asam secara berlebihan, pola makanseimbang (tidak berlebihan lemaknya), dan teratur. Hindari berlebihan minum kopi, the, soft drink. Lebih aman dengan sering minum air putih.
Namun demikian, seorang bisa terserang penyakit maag karena pengaruh ras, keturunan dan kebiasaan makannya. Mungkin saja orang dengan ras tertentu sudah terbiasa dengan makanan yang merangsang, tetapi tidak ada keluhan lambung, misalnya suku Minang.
Bagi yang sudah menderita penyakit maag berat, jika harus memakan makanan yang dikelola secara missal (bersama) -misalnya dalam asrama, instansi hendaklah memperhatikan syarat makanan, seperti harus mudah dicerna, porsi makanan sedikit-sedikit tetapi sering, tidak merangsang lambung (missal pedas, asam, tektur keras), dapat mengeluarkan cairan lambung dan dapat menetralkan kelebihan asam lambung.
Satu hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa ketenangan jiwa seseorang bisa mengurangi resiko sakit maag. Jadi, hadapilah kegiatan sehari-hari dengan tenang dan berserah diri kepada Allah. Dan Insya Allah, tidak hanya penyakit maag, penyakit lain pun bisa terhindar dari tubuh kita. Wallahu a’lam.

Waspadai Penyakit Maag Karena Bakteri

Benarkah penyakit maag muncul karena makan tidak teratur ? Menurut dr. H. Chudahwan Manan DSPD, Gastroeterolog FKUI RSCM, penyakit ini memang disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung. Dan menurut sejumlah ahli penyakit pencernaan, bakteri Helicobacter Pylori, bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit.
Orang tidak akan menduga bahwa jika penyakit ini juga bisa disebabkan oleh keberadaan bakteri. Karenanya, gastroenterolog atau dokter ahli pencernaan belakangan banyak membicarakan makhluk renik ini. Panjang H. pylori 2 – 3 mikron dan lebarnya 0,5 mikron. Bentuknya seperti spiral berekor diselubungi lapisan mirip rambut atau flagela.Dalam keadaan tidak aktif, makhluk ini berubah bentuk menjadi cocoid yang berlindung dalam kapsulnya. Begitu keadaan memungkinkan baginya untuk aktif, dengan gesitnya ia bergerak. Ia bersarang dan berkembang biak dalam lapisan mukus perut, dalam suasana asam tinggi.
Bakteri ini memerlukan urea (hasil akhir utama dari metabolisme protein mamalia) serta hemin (pigmen merah dalam darah) untuk berkembang biak. Ternyata hanya sel-sel jaringan mukus dalam lambung yang dapat menyimpan nutrisi esensial ini. Tentunya, kalau tidak dibasmi, akan tumbuh subur dan bisa bertahan hidup sampai puluhan tahun dalam lambung manusia sambil menggegoroti daerah di sekitar “rumahnya”. Karena lambung tempat hidup paling nyaman baginya, dia ogah bermigrasi ke organ pencernaan lain seperti usus besar, esofagus.
Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak bedanya dengan penderita sakit maag biasa. Yakni mual kembung dan nyeri. Hanya, bedanya berulang kali penyakitnya kambuh. Hanya, pada kasus terparah bisa sampai mengakibatkan muntah dan berak darah.
Karena latar belakangnya itu, maka bakteri ini juga berindah dengan perlakuan menusia yakni melalui ludah dan masuk ke mulut. Misalnya penggunaan gelas, sendok, atau piring makan secara bersama-sama. karena kurang higienis, makanan bisa terkontaminasi faeses yang mengandung bakteri itu.
Dari hasil penelitian dunia gastroenterologi, terjadinya tukak lambung atau tukak usus ternyata bakteri ini 100% memiliki peran. Bahkan berdasarkan diagnosa beberapa pasien yang datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, 90% pasien positif mengidap H.Pylori. Pada pasien penderita gastritik kronik aktif, bakteri ini didapatkan pada 80% kasus. Sedangkan pada penderita tukak lambung 70 – 80%. Bahkan, pada tumor lambung sekitar 60%.
Kata dr. Manan, sumber bakteri ini memang masih dipertanyakan, apakah air yang digunakan untuk mencuci sayuran mentah atau saat mencuci alat makan. Namun cara untuk menemukan bakteri ini perlu menjalani dua tahapan. Yakni cara noninvasif dan invasif.
Noninvasif artinya melalui darah, diperiksa antibodi penderita terhadap bakteri ini. Semakin tinggi antibodinya, semakin besar kemungkinan terinfeksi bakteri ini. Pemeriksaan noninvasif juga bisa dilakukan melalui tinja, urine, atau ludah. Namun, pada anak-anak justru tes melalui urine hasilnya lebih memuaskan. Tes H. pylori melalui darah pada bayi ternyata hasilnya tidak memuaskan walaupun antibodi sang ibu dengan H. pylori positif muncul dalam darah si bayi.
Sedangkan cara invasif dilakukan dengan pengambilan jaringan lambung dengan alat endoskopi. Ada lagi tes urease cepat (RUT, Rapid Urease Test), yakni setelah diambil sampel jaringan lambung, selanjutnya dikulturkan dalam gelas yang sudah diisi cairan khusus. Setelah didiamkan 20 – 60 menit terjadilah perubahan warna (warna merah menunjukkan H. pylori positif tinggi). Jaringan lambung itu dikulturkan dalam konsentrasi oksigen rendah (5%). Tes tidak bisa dilakukan dengan konsentrasi oksigen tinggi.
Ada lagi urea breath test yakni pemeriksaan berdasarkan penelitian napas. Melalui suatu alat khusus, dilihat reaksi kimianya. Pasien diberi minuman yang mengandung unsur urea(13C) ditandai elemen isotopik karbon nonradioaktif. Bila hasilnya positif, gas karbon dioksida 13C akan muncul dalam 10 – 20 menit, berarti bakteri menghancurkan urea. Sebaliknya, kalau hasilnya negatif, unsur 13C karbon dioksida tidak muncul. Pemeriksaan seperti ini belum dilakukan di Indonesia karena alatnya mahal.
Untuk menghilangkan bakteri ini dalam tubuh pasien, menurut dr. Manan tidak mudah. Karena tahapan pengobatan dengan pemberian Three durg treatment yakni tetracyline(TC), metronidazole (MNZ), dan amoxicilin (AMPC) atau clarithromycin (CAM) tidak banyak membuahkan hasil. Bahkan cara penggunaan obat yang keliru bisa menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi kulit dan nyeri lambung.
Dianjurkan dr. Manan jika sakit lambung yang tidak kunjung sembuh sebaiknya diperiksa secara lebih teliti. Penyakit maag memang merupakan penyakit umum yang biasanya dapat disembuhkan dengan obat jenis antasid. “Tapi kalau setelah dua minggu diobati penyakitnya tidak juga sembuh, jangan segan-segan untuk memeriksakan diri kembali,” katanya.
Sumber: Indosiar.com


Miom Dapat Mengakibatkan Kemandulan dan Keguguran

Seorang wanita yang tidak menyadari ada sebuah gumpalan daging dirahimnya setelah diperiksa disebut miom. Memang, miom penyakit wanita dan menyerang usia produktif hingga 20 persen. Miom adalah sebuah jaringan otot yang tumbuh secara abnormal, terjadi karena otot rahim berkembang secara berlebihan. Menurut istilah kedokteran miom ini biasa disebut dengan fibroid atau lebih dikenal dengan myoma atau miom.
Miom hampir 79 persen tumbuh di badan rahim ( miom uteri) dan sebagian kecil tumbuh di leher rahim (miom servik uteri) ini merupakan salah satu tumor (daging tumbuh) yang jinak yang dapat terjadi pada wanita berusia 35 tahun. Tidak semua wanita dapat terkena miom. Tetapi wanita yang telah menstruasi, punya kemungkinan terkena miom. Bahkan miom dapat tumbuh ketika wanita mendapatkan menstruasi. Wanita yang memiliki keluhan seperti nyeri ketika haid, sering sakit pada pinggul, haid tidak beraturan, pendarahan haid yang sangat banyak, perut yang membesar selama haid dan frekuensi buang air kecil yang tinggi juga harus diwaspadai sebagai petunjuk adanya miom.
Sebagian besar tumor ini tidak dirasakan kehadirannya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan miom sangat lambat. Paling sedikit pertumbuhan miom memerlukan waktu sekitar 8 tahun dan sangat sulit dideteksi. Oleh karena itu kebanyakan miom ditemukan secara kebetulan. Salah satunya pada saat USG kehamilan.
Beberapa ahli mengatakan bahwa adanya miom dapat terjadi karena adanya stimulasi hormone estrogen atau yang biasa disebut dengan cell nest. Hal tersebut terjadi karena adanya rangsangan yang kuat, sehingga sela yang belum dewasa terpaksa tumbuh dan berkembang yang mengakibatkan pertumbuhan yang abnormal.
Menurut Dr.dr. T Z Jacoeb SpOG, karena adanya hubungan antara miom dengan hormone estrogen, maka miom dapat membesar pada usia reproduksi dan mengecil pada pasca menopause. Sebenarnya tanda-tanda yang bisa menjadi petunjuk adanya miom ini sangat beragam. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan besar-kecilnya tumor jinak yang sedang tumbuh dan keberadaan tumor tersebut. Gejala yang paling sering ditemukan adalah terjadinya pendarahan yang banyak, yang diakibatkan rongga rahim yang lebih luas dan adanya gangguan kontraksi rahim akibat massa tumor. Lalu adanya penekanan pada kandung kemih, ureter, rectum atau organ rongga panggul lainnya sehingga menimbulkan gejala sakit apabila sedang buang air kecil dan susah buang air besar.
Gejala miom juga dapat terjadi karena adanya gangguan fungsi syaraf yang disebabkan adanya gangguan hormone estrogen serta emosi yang tidak seimbang. Sehingga gangguan fungsi syaraf tadi menyebabkan kesalahan bentuk otot di dalam rahim atau uterus. Selain itu, miom juga dapat terjadi karena adanya factor bakat yang kemudian dipicu oleh rangsangan hormon, makanan kaya lemak dan kelebihan berat badan.
Sebagian dokter pun, ada yang mengatakan bahwa makanan memiliki pengaruh terhadap kemunculan miom. Makanan siap santap dari hewani yang pertumbuhannya dirangsang oleh hormone estrogen adalah salah satu makanan yang besar pengaruhnya dalam memicu pertumbuhan miom. Hal lain yang dapat memicu pertumbuhan miom juga karena adanya infeksi dan jamur di dalam rahim. Infeksi dan jamur memungkinkan miom tumbuh lagi walaupun telah diangkat. Oleh karena itu, kebersihan alat kelamin, keseimbangan berat badan dan keseimbangan emosi harus tetap dijaga.
Miom yang 0,1 persennya dapat berubah menjadi ganas pada wanita yang telah menopause, juga dapat mengganggu rahim dan kehamilan pada wanita di usia produktif. Keterlibatan miom dengan kehamilan dapat mengakibatkan keguguran dan kemandulan. Hal ini dikarenakan miom terletak di dalam rahim. Apabila pertumbuhan miom tepat di ujung mulut rahim, maka hal tersebut akan menghalangi proses pembuahan.
Lalu jika miom tumbuh tepat menghalangi saluran makanan janin, maka secara otomatis janin bisa terganggu pertumbuhannya dan meinggal karena kekurangan makanan dan oksigen. Posisi bayi yang sungsang dan nyeri saat kehamilan, merupakan beberapa akibat karena adanya miom. Hal ini dikarenakan pada bagian atas rahim terdapat gumpalan miom, sehingga bayi sulit bergerak kembali ke posisi normal. Keberadaan miomyang membawa dampak berupa kelainan letak bayi juga dapat menghalangi jalannya kelahiran, kelemahan pada kontraksi rahim pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta bahkan bisa menyebabkan keguguran. Selain itu kehamilan juga bisa memiliki dampak memperparah miom itu sendiri. Karan saat hamil, miom uteri cenderung membesar dan sering juga terjadi perubahan dari tumor yang menyebabkan pendarahan dalam tumor sehingga menimbulkan nyeri.
Pengobatan
Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada beratnya gejala, usia penderita, status kehamilan, rencana kehamilan pada masa yang akan datang, kesehatan menyeluruh dan karakteristik miom. Bagi wanita yang belum mengalami masa menopause dapat diberikan obat anti peradangan non steroid untuk dapat mengatasi kram perut bagian bawah atau nyeri selama haid. Lalu bagi penderita penderita pendarahan menstruasi yang banyak juga dapat diberikan zat besi untuk mencegah terjadinya anemia. Selain itu tindakan pengobatan yang dapat dilakukan terhadap miom ini juga ada dua cara, yaitu miomektomi dan histerektomi.
Miomektomi (pengangkatan miom) biasanya merupakan pilihan bagi penderita yang belum mengalami menopause dan memiliki rencana untuk hamil lagi karena biasanya kesuburan tetap terjaga. Miomektomi ini dapat dilakukan jika ukuran miom semakin membesar atau menyebabkan gejala yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Keuntungan dari miomektomi ini adalah dapat mengurangi rasa nyeri atau pendarahan hebat. Beberapa bulan sebelum pembedahan miom dilakukan, penderita akan diberikan hormon untuk memperkecil miom. Pembedahan ini tidak dilakukan selama kehamilan. Karena hal ini dapat menyebabkan keguguran dan kehilangan darah yang banyak.
Sedangkan histerektomi (pengangkatan kandungan/seluruh rahim). Hal ini dilakukan jika penderita tidak memiliki rencana untuk hamil lagi. Selain itu juga dilakukan karena pendarahan menstruasi sangat banyak, mengalami nyeri hebat, adanya pertumbuhan miom yang cepat serta miom yang besar mengalami infeksi.
Selain itu ada pula embolisasi arteri rahim. Ini merupakan prosedur baru. Dimana sebuah selang kecil dimasukkan melalui vena di selangkangan lalu ke dalam arteri yang menuju ke rahim. Melalui selang ini akan disuntikkan zat untuk Sebagian besar tumor ini tidak dirasakan kehadirannya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan miom sangat lambat. Paling sedikit pertumbuhan miom memerlukan waktu sekitar 8 tahun dan sangat sulit dideteksi secara permanent. Berkurangnya aliran darah ke rahim diharapkan bisa mencegah pertumbuhan tumor lebih lanjut dan akhirnya tumor mengecil. Tetapi efek jangka panjang dan keamanan kehamilan setelah prosedur ini masih belum diketahui.
Menurut Jacoeb, apabila tumor berukuran kecil dan tidak membesar, maka cukup dilakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali. an

Miom, Tumor Jinak yang Bisa Ganas

Miom merupakan sebuah jaringan otot yang tumbuh secara abnormal. Biasanya terjadi karena otot rahim berkembang secara berlebihan. Dalam istilah kedokteran, miom ini biasa disebut dengan fibroid atau lebih dikenal dengan nama myoma.
Miom hampir 79 persen tumbuh di badan rahim (miom uteri) dan sebagian kecil tumbuh di leher rahim (miom servik uteri). Tumor jinak ini dapat menimpa perempuan berusia 35 tahun.
Setia perempuan yang mempunyai keluhan nyeri ketika haid, sering sakit pada pinggul, haid tidak beraturan, dan pendarahan haid yang sangat banyak harus diwaspadai sebagai petunjuk adanya miom. Begitu juga perempuan dengan perut membesar selama haid dan frekuensi buang air kecil yang tinggi.
Celakanya, tumor ini tidak dirasakan kehadirannya. itu disebabkan pertumbuhan miom sangat lambat. Paling sedikit pertumbuhan miom membutuhkan waktu delapan tahun dan sangat sulit dideteksi. Kebanyakan miom ditemukan secara kebetulan, misalnya pada saat USG kehamilan.
Beberapa ahli menyimpulkan, miom terjadi lantaran adanya stimulasi hormone estrogen atau yang biasa disebut dengan cell nest. Terjadinya cell nest karena rangsangan kuat pada sel yang belum dewasa dan terpaksa tumbuh berkembang secara abnormal.
Mion juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan dipicu rangsangan hormon, makanan berlemak, dan kelebihan berat badan. Makanan siap saji dari hewani adalah salah satu makanan yang besar pengaruhnya dalam memicu pertumbuhan miom. Perlu digarisbawahi, miom yang 0,1 persennya dapat menjelma menjadi ganas pada perempuan menopause.
Pengobatannya diawali dengan pemberian obat. Bagi perempuan yang belum memasuki masa menopause diberikan obat anti peradangan non steroid untuk mengatasi kram perut bagian bawah atau nyeri selama haid. Sementara itu, bagi penderita pendarahan selama menstruasi diberikan zat besi untuk mencegah terjadinya anemia.
Berikutnya, dengan tindakan miomektomi atau histerektomi. Miomektomi atau pengangkatan miom biasanya merupakan pilihan bagi penderita yang belum menopause. Miomektomi ini dapat dilakukan jika ukuran miom semakin membesar dan menyebabkan gejala yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Adapun histerektomi (pengangkatan kandungan atau seluruh rahim). Tindakan ini dilakukan jika pendarahan menstruasi sangat banyak, mengalami nyeri hebar, dan pertumbuhan miom cepat, dan terjadi infeksi pada miom yang sudah membesar.

Mengenal Miom

Miom rahim adalah sejenis tumor jinak yang dapat muncul di dalam atau di luar rahim atau pun pada otot dinding rahim.Di rahim, miom dapat mucul lebih dari satu. Ukurannya beragam, dari sekecil kacang polong hingga sebesar buah anggur. Sebagian besar kasus miom tidak berbahaya, tidak berhubungan dengan dengan peningkatan  risiko kanker, dan sangat jarang berubah menjadi kanker.
Letaknya yang bersemayam di rahim, miom satu rumah dengan dengan janin. jadi miom tidak bisa diutak atik untuk diambil dari ibu yang tengah hamil.  Operasi pengangkatan miom hanya membuka peluang terjadinya keguguran.
Oleh dokter, karenanya akan membiarkan keberadaan miom. Barulah 3 bulan setelah persalinan, perkembangannya ditinjau kembali. Jika memang makin besar akan pengambilan miom melalui bedah parut atau sering dikenal dengan tindakan laparotomi. Jika tidak membesar cukup ditindak dengan laparoskopi (tindakan yang dilakukan dengan bantuan alat teropong saja)
Penyebab
Sampai saat ini belum jelas diketahui secara pasti asal muasalnya terjadinya miom, meski di duga dipengaruhi faktor turunan keluarga (keluarga inti ataupun keluarga satu nenek/buyut). Pertumbuhan miom dikendalikan oleh faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan yang menghasilkan kadar estrogen tinggi.Miom ini biasanya menyusut setelah menopause atau ketika kadar estrogen menurun. Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh adalah ketidakseimbangan emosi. Stress, daya tahan tubuh yang rendah, dan pola hidup tidak seimbang semua itu menyebabkan gangguan pada produksi hormon yang memicu timbulnya miom. Ukuran besar kecilnya miom juga dipengaruhi oleh jumlah kalori
pada tubuh. Makin gemuk seseorang, makin banyak timbunan kalorinya, makin cepat besar miomnya.   Infeksi dan jamur pada rahim juga bisa menjadi perangsang pertumbuhan miom atau kemungkinan besar miom akan tumbuh
kembali setelah diangkat. Oleh karena itu, kebersihan alat kelamin, berat badan, dan keseimbangan emosi harus dijaga agar tidak merangsang pertumbuhan miom.
Gejala
Setengah dari wanita penderita miom tidak mempunyai gejala. Bahkan sebagian besar diketahui menderita miom pada saat pemeriksaan rutin panggul atau juga pada saat perawatan kehamilan. Namun umumnya tanda-tanda klinis seperti merasakan nyeri di perut atau pinggul, perut terasa penuh, nyeri sanggama, gejala anemia karena banyak keluar darah haid, sering berkemih, tekanan pada panggul, infertilitas atau keguguran,
kontipasi (sembelit), nyeri haid, perdarahan haid yang tidak normal (lebih banyak atau lebih lama), haid tidak teratur.
Tindakan medis
Untuk penanganannya, jika miom tidak memiliki gejala, dokter akan menyarankan pendekatan wait and see, dengan pemeriksaan ulangan secara rutin dan kadangkala membutuhkan pemeriksaan USG untuk melihat ukuran miom.
Jika ada gejala-gejala, dokter akan melakukan terapi obat atau bisa juga pembedahan tergantung kasus.Beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan tehnik pembedahan yang lebih tidak invasif,misal histeroskopi dan laparoskopi untuk menghilangkan miom.Ada juga tehnik embolisasi miom rahim.  Tindakan tanpa pembedahan ini dirancang untuk menyusutkan miom dengan memotong persendian darah ke miom. Pada tindakan ini, dokter radiologis menggunakan gambar sinar-X untuk mengarahkan pipa tipis (kateter) ke miom. Lalu dokter memasukkan partikel kecil dari plastik atau gelatin melalui kateter untuk menyumbat aliran darah di dalam miom. Tanpa persediaan darah, miom akan menyusut dan hilang setelah beberapa waktu.

Macam-macam Kista / Miom

Miom atau lebih sering disebut dengan kista bagi seorang wanita / perempuan merupakan suatu hal yang sering ditakuti, penyebab kista sendiri sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti, tetapi kista dapat digolongkan menjadi beberapa golongan. diantaranya :

- Kista Fungsional.
Sering tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah, tetapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering terjadi dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia bisa mengecil sendiri dalam waktu 1-3 bulan.

- Kista Dermoid.
Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.

- Kista Cokelat (endometrioma).
Terjadi karena lapisan di dalam rahim (yang biasanya terkelupas sewaktu haid dan terlihat keluar dari kemaluan seperti darah), tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar indung telur. Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan darah haid, yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini bisa pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid atau sexual intercourse.

- Kistadenoma.
Berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga dapat menyerang indung telur kanan dan kiri. Gejala yang timbul biasanya akibat penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti kandung kencing sehingga dapat menyebabkan semacam ''beser''.

Apakah Bahaya?
Salah satu bahaya yang ditakuti ialah apabila kista tersebut menjadi ganas. Sekalipun tidak semua kista mudah berubah menjadi ganas. Berdasar kajian teoritik, kista fungsional yang paling sering terjadi dan sangat jarang menjadi ganas. Sebaliknya kistadenoma yang jarang terjadi tetapi mudah menjadi ganas terutama pada usia di atas 45 tahun atau kurang dari 20 tahun.

Bahaya lain dari kista adalah apabila terpuntir. Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah. Apabila kista tersebut sampai pecah bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat berbahaya bagi penderita.

Walaupun kista tidak selalu menjadi ganas atau mengarah kepada kanker, namun demikian pemeriksaan tetap perlu dilakukan untuk mengetahui indikasi dan penanganan yang lebih tepat. Belum ada jawaban yang pasti mengapa kista dapat timbul, apalagi seringnya kista tidak memberikan tanda dan gejala khusus, sehingga si penderita tidak menyadarinya dan baru diketahui secara kebetulan pada saat memeriksakan diri ke dokter dengan ultrasonografi atau USG (ultrasonografi), dan untuk pengobatanya lebih dikenal dengan "Metode Laproskopi". 

Apa Miom itu...?

Myoma atau miom adalah tumor jinak di uterus(rahim). Tumor ini berasal dari serabut otot polos rahim. Gejala yang bisa muncul dari mioma adalah
    * Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
    * Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
    * Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
    * Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
    * Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.

Kista adalah kantong abnormal yang berisi cairan. Kista yang paling banyak terdapat di ovarium atau indung telur.
Manifestasi klinis kista ovarium antara lain:
1.    Sering tanpa gejala.
2.    Nyeri saat menstruasi.
3.    Nyeri di perut bagian bawah.
4.    Nyeri pada saat berhubungan badan.
5.    Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki.
6.    Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar.
7.    Siklus menstruasi tidak teratur; bisa juga jumlah darah yang keluar banyak.

Seperti keterangan di atas, gejala mioma dan kista hampir sama, termasuk juga rasa nyeri pada saat haid dan keluarnya gumpalan darah yang cukup besar pada saat haid. Kedua kelainan ini dapat dibedakan dengan USG kandungan. Penatalaksanaan mioma dan kista tentu berbeda. Konsultasikan lebih lanjut rencana tindakan lebih lanjut tentang kelainan yang Anda alami pada dokter kandungan Anda.