Jumat, 22 April 2011

Sekilas Tentang Lebah

Pemilihan Ratu Lebah
Proses pemilihan ratu lebah dimulai ketika lebah-lebah pekerja memilih seekor lebah yang masih kecil yang baru berumur 2 hari. Lebah kecil ini kemudian dirawat dan diasuh secara khusus sebagai calon ratu.
Calon ratu yang dipilih ini kemudian dipindahkan dari selnya setelah 11 hari dalam sebuah upacara khusus, dimana ia akan kawin dengan 18 ekor lebah pejantan.
Ratu Lebah
Melalui proses perkawinan itulah, ratu lebah akan dapat menghasilkan telur disepanjang hidupnya diantara kawanan lebah pekerja. Prosesnya dimulai saat ratu lebah menelurkan beberapa butir telur lebah terhitung setelah 10 hari sejak perkawinan dilangsungkan. Ratu lebah yang memiliki kinerja baik mampu menghasilkan sekitar 3.000 butir telur setiap hari.
Lebah Pejantan
Lebah pejantan adalah lbah-lebah yang badannya gemuk dan tidak memiliki sengat yang menjadi senjata bagi para lebah pekerja untuk menjaga diri.
Lebah pejantan tidak bertugas mengumpulkan makanan atau sari bunga-bungaan, tugas mereka satu-satunya adalah mengawini sang ratu lebah. Ketika suatu komunitas lebah mengalami masa-masa sulit seperti ketika berkurangnya makanan, para lebah pejantan akan diusir dari komunitas tersebut.
Lebah Pekerja
Lebah ini mungkin dikenali dari tubuhnya yang mungil. Lebah pekerja adalah lebah betina dewasa yang tidak memiliki hak untuk menikah sepanjang hidup mereka.
Di dalam sebuah kerajaan lebah biasanya terdapat ntara 50.000-60.000 lebah pekerja. Usia mereka berbeda-beda satu sama lain. Rata-rata usia lebah pekerja antara 28-35 hari. Akan tetapi, lebah yang hidup di bulan September dan Oktober akan mengalami umur yang lebih panjang dan akan terus hidup sepanjang musim dingin.
Tugas Lebah Pekerja
Seekor lebah pekerja mampu terbang dalam sehari hingga mencapai jarak sekitar 20 kilometer, dan mampu hingap dan menghisap sari dari sekitar 10 ribu bunga.
Untuk menghasilkan 1 kilogram madu, sekawanan lebah pekerja ini harus mnghisap sari bunga yang jumlahnya mencapai lebih dari 4 juta kuntum bunga.
Ketika menghisap sari dari sekuntum bunga, lebah pekerja ini telah membantu proses penyerbukan bunga yang dihisap. Karena lebah pekerjalah yang memindahkan serbuk benih yang penting dalam proses munculnya buah.
Di antara kawasan yang dikunjungi kawanan lebah pekerja adalah pohon-pohon apel, plum, quince, aprikot, dan pir. Begitu pula beberapa tanaman sayur-sayuran seperti mentimun, semangka, dan tanaman darat lainnya seperti kemangi, sage, dan sebagainya.
Proses Pembuatan Madu
Proses pembutan madu dimulai ketika lebah pekerja mengumpulkna serbuk sari, cairan, dan air dari bunga yang bermacam-macam jenisny. Kemudian mereka menyimpannya di �lambung khusus yang mereka miliki. Ketika lambung khusus ini telah penuh, mereka akan kembali ke sarangnya untuk mengosongkan kembali lambung itu dengan mengeluarkan air, serbuk sari, dan cairan yang mereka kumpulkan ke dalam sel-sel lilin (sarang lebah). Proses ini akan mengaktifkan sejenis zat kimia alami yang terdapat di dalam kelenjar khusus yang terletak di bagian kpala lbah pekerja. Ketika proses penguapan air dari dlam sel lilin (sarang lebah) terjadi, cairan sari bunga akan berubah menjadi madu. Serbuk sari merupakan sumber protein bagi lebah, sedangkan cairan bunga menjadi karbohidrat gaginya.
Keping Lilin Sarang Lebah
Sarang lebah berbentuk bulat yang terbentuk dari bahan sejenis lilin. Sarang ini terdiri dari sel-sel kecil berbentuk persegi enam (heksagonal). Bentuk heksagonal dipilih krena bentuk inilh yang paling mungkin memberi tempat terluas yang terbentuk dari bidang melingkar atau bulat.
Sel-sel kecil heksagonal tersebut memiliki dinding yang tipis dan kuat, sehingga masing-masing sel heksagonal di dalam sebuah sarang lebah mampu menmpung madu yng beratnya 25 kali lebih berat dari berat wadahnya.
Hamad, Said, 2007, Al-Ilaj Bi Al-’Asal (Terapi Madu, Alih Bahasa: Fuad Syaifudin Nur), Cinere: Pustaka Iman

Perjalanan Yang Ditempuh Oleh Makanan


Kita memperoleh energi yang kita butuhkan untuk kerja tubuh dari berbagai makanan dan minuman. Akan tetapi, setiap makanan yang kita makan, misalnya nasi, daging, atau pisang, perlu dicerna dulu agar siap digunakan oleh tubuh. Makanan-makanan ini digunakan oleh sel-sel tubuh setelah dicerna. Gula yang terkandung di dalam pisang atau dalam apel memberikan bahan bakar untuk sel-sel kalian dan meningkatkan energi kalian. Protein yang terkandung di dalam daging sangat penting untuk pertumbuhan sel kalian, dan tentu juga untuk tubuh kalian. Sekarang mari kita kenang kembali masa ketika kalian masih bayi.




Berat kalian adalah sekitar 2-3 kilogram ketika lahir. Berat kalian ini akan meningkat menjadi 30-35 kilogram ketika kalian berumur 10 tahun, menjadi 40-50 kilogram ketika berusia 15 dan 50-60 kilogram ketika berusia 20-25 tahun.
Yang menyebabkan perbedaan sangat besar ini adalah karena sari makanan yang kalian makan bersatu pada tubuh kalian seiring waktu. Beberapa dari makanan ini memberikan energi yang diperlukan untuk mengendarai sepeda, berlari, atau bermain, sedangkan lainnya bersatu dengan tubuh dan membentuk daging dan tulang. Zat-zat buangan dikeluarkan dari tubuh. Seluruh proses ini dilakukan oleh sistem pencernaan kalian. Alat-alat tubuh dan kelenjar yang terdiri atas lambung, usus, dan pankreas berperan dalam pencernaan.
Sistem kerja pencernaan mirip dengan sistem kerja penyulingan minyak. Minyak mentah yang tiba di penyulingan adalah bahan baku yang diproses lagi oleh mesin dan disuling sehingga bisa digunakan. Makanan yang kita makan adalah bahan baku pada tahap pertama dan kemudian diproses di dalam lambung sehingga bisa digunakan oleh tubuh. Setelah dilumatkan di dalam lambung dan usus, makanan siap untuk digunakan sebagai sari makanan untuk sel-sel dan diantarkan pada bagian-bagian yang membutuhkan dalam tubuh melalui pembuluh darah.
Satu zat asal diproses dalam penyulingan minyak bumi, lalu berbagai produk, misalnya bensin, yang merupakan bahan bakar mobil, atau karet yang digunakan sebagai sol sepatu, berasal dari zat ini. Demikian pula halnya dengan zat-zat dalam makanan yang dihancurkan menjadi lemak, gula, dan karbohidrat di dalam lambung. Tapi ingat bahwa yang terjadi di dalam lambung setelah kalian memakan nasi goreng yang lezat jauh lebih rumit dibandingkan yang terjadi di dalam penyulingan minyak. Bahkan, kerja pencernaan yang akan segera kita bahas ini tidaklah terjadi di pabrik yang besar, melainkan dalam daerah yang sangat kecil di dalam tubuh kalian.
Panjang total saluran pencernaan yang dilalui makanan adalah 10 meter. Saluran ini 6-7 kali lebih panjang dari rata-rata tinggi manusia dan begitu mengagumkan bisa dimasukkan ke dalam tubuh kita. Bagaimana saluran sepanjang itu bisa ditempatkan di dalam tubuh manusia? Jawaban pertanyaan ini sekali lagi mengungkap adanya rancangan khusus dalam penciptaaan tubuh kita.
Karena saluran pencernaan, seperti yang bisa kalian lihat dalam gambar di halaman kiri, berbentuk lipatan/gulungan, saluran itu pun pas masuk ke daerah yang sangat kecil, meskipun panjang. Bentuk khusus ini adalah rancangan sempurna dari Tuhan kita, Yang telah menciptakan segalanya. Bentuk sistem pencernaan ini hanyalah satu dari sekian banyak keajaiban yang Allah ciptakan dalam tubuh kita.
Tahukan kalian, mengapa gigi kalian berbeda-beda bentuknya?
Sebab gigi yang ada dalam mulut kita berbeda bentuknya adalah karena masing-masing gigi berbeda tugasnya. Misalnya, gigi depan kalian tajam, sehingga kalian bisa menggigit apel dengan mudah. Bagaimana jika gigi geraham kalian berada di depan? Benar. Kalian tidak akan bisa menggigit apel dengan geraham. Demikian pula halnya, jika gigi depan kita ada di belakang, kalian tidak akan bisa mengunyah makanan yang kalian makan.
Seperti halnya bagian lain dari tubuh kita, gigi dalam mulut kalian juga telah diatur oleh Allah dengan susunan yang paling nyaman dan bermanfaat untuk kalian.
Bakteri bermanfaat yang hidup di belakang lidah kalian
Bakteri pada umumnya menyebabkan penyakit, dan agar terlindung dari akibat-akibat yang merugikan, manusia harus dengan cermat memperhatikan kebersihan tubuh maupun lingkungan tempat mereka tinggal. Namun, belum lama ini para ilmuwan menemukan adanya beberapa bakteri yang bermanfaat dalam tubuh manusia, khususnya di belakang lidah. Ya, kalian tidak salah baca. Ada bakteri bermanfaat dalam tubuh kalian. Tugas bakteri-bakteri di belakang lidah ini adalah membunuh makhluk-makhluk sangat kecil (mikroba) yang merugikan di dalam lambung kalian. Tentu ini bukanlah tugas yang mudah dan memerlukan serangkaian tindakan. Pertama-tama, bakteri ini mengubah zat nitrat yang diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam menjadi nitrit. Tetapi proses ini belum berakhir. Nitrit, yang bergabung dengan air liur yang dikeluarkan di dalam mulut, memiliki sifat anti-mikroba. Dengan kata lain, bakteri di belakang lidah kalian membantu menghasilkan zat yang membunuh mikroba. Seperti kalian ketahui, mikroba menyebabkan berbagai penyakit. Berkat bakteri bermanfaat yang menghasilkan zat pembunuh mikroba ini, kalian terlindung dari banyak penyakit. Bakteri-bakteri bermanfaat ini adalah salah satu wujud kasih sayang Tuhan kita, Yang telah menciptakan tubuh kita dengan cara yang paling sempurna. Allah telah memberi kita banyak anugerah dan pemberian. Pemberian-pemberian ini �tidak terhitung jumlahnya, yang difirmankan dalam ayat-ayat Al Qur�an sebagai berikut:
Jika kalian hitung nikmat Allah, kalian tidak akan pernah dapat menghitungnya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS An-Nahl: 18)
Kanker merupakan penyakit mematikan yang hingga kini menjadi momok masyarakat. Pasalnya penyakit tersebut menyerang tak mengenal strata atau tingkat sosial masyarakat, semua orang dapat terserang penyakit kanker.
Banyak hal yang menyebabkan seseorang terkena penyakit kanker, di antaranya faktor lingkungan seperti rokok, alkohol, radiasi, bahan kimia, dan pola makan yang salah. Selain itu kanker juga dapat disebabkan faktor genetik.
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan tidak terkontrol dalam tubuh manusia, cenderung tidak normal, cepat pertumbuhannya, tidak terkendali, dan terus membelah diri untuk menyusup ke jaringan sekitarnya
Berbagai penelitian medis yang dilakukan telah menciptakan obat-obatan sebagai upaya untuk mencegah dan membasmi kanker, namun bagi mereka yang tidak memiliki cukup banyak uang tentu sangat kewalahan untuk melakukan upaya pengobatan.
Beberapa di antara para penderita kanker yang berasal dari keluarga menengah ke bawah memilih untuk melakukan pengobatan alternatif yang sampai saat ini belum dapat diteliti tingkat akurasi penyembuhannya, atau mereka justru membiarkannya.
Upaya medis untuk mengobati penyakit kanker yang paling dikenal saat ini adalah metode kemoterapi, yakni proses pemberian obat-obatan antikanker dalam bentuk pil cair, kapsul, atau melalui infus yang bertujuan untuk membunuh sel kanker.
Penyakit kanker juga dibedakan dalam beberapa stadium yang sangat menentukan keefektifan dan keberhasilan upaya pengobatan yang dilakukan. Sebab, semakin dini stadium penyakit kanker terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhan.
Penderita penyakit kanker ternyata tak selalu terpuruk dan menyerah dengan kondisi yang dialaminya, karena ada beberapa di antara mereka yang tetap bersemangat dan menjalani hari-hari seperti biasa, meskipun dengan berbagai keterbatasan.
Salah satu penderita kanker yang tetap bersemangat dalam menjalani hidup adalah Cahyaning Puji Astuti yang telah divonis dokter menderita penyakit kanker kelenjar getah bening.
Saya juga tetap menjalani rutinitas dalam kehidupan seperti biasa dan saat ini sedang mengandung anak yang ketiga, kata wanita yang akrab disapa Naning tersebut.
Bahkan, Naning tidak hanya cukup bersemangat untuk menjalani hidup, namun dia juga aktif menularkan resepnya untuk melawan kanker kepada orang lain dan menjadi Ketua Cancer Information and Support Center (CISC) Semarang.
Cukup Dengan Buah dan Sayur
Melalui forum-forum sederhana yang diselenggarakan oleh CISC Semarang bekerja sama dengan berbagai pihak, Naning selalu terlibat untuk menularkan informasi-informasi penting terkait kanker, termasuk manfaat sayur sebagai pencegah kanker.
Buah-buahan dan sayuran sebenarnya jauh lebih hebat untuk mencegah penyakit kanker dibandingkan dengan vitamin, namun perlu diketahui bahwa tidak semua sayur dan buah merupakan antikanker, kata ibu dua anak tersebut.
Menurut dia, setidaknya ada sekitar 11 sayuran yang telah terbukti efektif sebagai antikanker, di antaranya kubis, bawang putih, bawang bombay, kedelai, kunyit, teh hijau, tomat, jeruk, cokelat, dan buah-buahan beri dan stroberi.
Namun, kata dia, meskipun buah dan sayuran itu berkhasiat sebagai antikanker, tetap diperlukan kewaspadaan dan pemahaman terhadap zat-zat yang terkandung dalam sayuran tersebut, termasuk memerhatikan proses pengolahannya.
Kubis merupakan musuh utama kanker, baik kubis hijau, kubis putih, brokoli, bunga kol, selada air, maupun kol ungu. Bahkan, khasiat kubis sudah dikenal sejak zaman Hipokrates sekitar tahun 460-377 sebelum Masehi, katanya.
Hipokrates mengatakan kubis merupakan sayuran dengan beribu-ribu khasiat, dan mengonsumsi kubis minimal lima porsi setiap minggu terbukti dapat memperkecil resiko terserang penyakit kanker dan memperlambat perkembangan kanker, katanya.
Khasiat kubis untuk mencegah berbagai macam penyakit kanker juga dibenarkan oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata Semarang, Ita Sulistyowati, karena kubis mengandung senyawa bernama glukosinolat.
Glukosinolat mampu mengurangi resiko penyakit kanker serta menjinakkan sel-sel kanker abnormal, dan kandungan glukosinolat dapat meningkat atau menurun tergantung proses pengolahan, mulai mencuci, memotong, hingga merebus, katanya.
Karena itu, meskipun memiliki khasiat besar sebagai antikanker, proses pengolahan kubis harus tetap diperhatikan agar tidak menghilangkan khasiatnya, di antaranya mencuci bersih, memasak tidak terlalu lama, dan mengunyah secara cermat.
Naning kembali menyebutkan, bawang putih dan bawang bombay ternyata juga sangat efektif untuk mencegah kanker, terutama kanker saluran pencernaan, kerongkongan, lambung, usus besar, prostat, paru-paru, dan kanker payudara.
Khasiat pencegah kanker dapat ditemui pula dalam kedelai yang banyak diolah menjadi tahu, tempe, dan susu, sebab kedelai mengandung isoflavon yang merupakan senyawa antikanker yang memiliki struktur mirip dengan hormon seks, katanya.
Karena kemiripan struktur antara senyawa isoflavon dengan hormon seks tersebut, menjadikan pola pengonsumsian kedelai secara berlebihan tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara dan kanker prostat.
Sebab, kedua kanker itu (payudara dan prostat, red.) merupakan jenis kanker yang sangat bergantung pada tingkat produktivitas hormon, yakni hormon estrogen untuk kanker payudara dan hormon androgen untuk kanker prostat, katanya.
Dibandingkan dengan konsumsi obat-obatan atau vitamin untuk mencegah kanker, konsumsi buah-buahan dan sayuran ternyata jauh lebih menguntungkan, baik dari segi efektivitas, kemudahan, dan pertimbangan anggaran yang dikeluarkan.
Buah-buahan dan sayuran merupakan komoditas murah yang banyak ditemui di berbagai wilayah di Indonesia, karena Indonesia merupakan daerah yang subur, gemah ripah loh jinawi, dan kaya akan keanekaragaman sumber daya alam.
Namun, selain mengonsumsi buah-buahan dan sayuran antikanker, resep untuk menghindari resiko terkena penyakit kanker dapat dilakukan dengan menghindari makanan tertentu, seperti makanan yang diasap, diasinkan, dan makanan yang digoreng.
Olahraga secara teratur, tidak merokok, dan menghindari konsumsi daging merah juga merupakan cara dan pola hidup sehat yang harus diterapkan untuk mencegah penyakit kanker, kata Naning. ant/itz

Penyakit Cacar (Herpes)

Penyakit Cacar atau yang disebut sebagai 'Herpes' oleh kalangan medis adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Penyakit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan, Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.

Herpes Genetalis adalah infeksi atau peradangan (gelembung lecet) pada kulit terutama dibagian kelamin (vagina, penis, termasuk dipintu dubur/anus serta pantat dan pangkal paha/selangkangan) yang disebabkan virus herpes simplex (VHS), Sedangkan Herpes Zoster atau dengan nama lain 'shingles' adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang menimbulkan gelembung cairan hampir pada bagian seluruh tubuh.

Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus yang menyerang adalah sama, Hanya terdapat perbedaan dengan cacar air. Herpes zoster memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.

  • Cara Penularan Penyakit Cacar (Herpes)


  • Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Namun pada herpes zoster, seperti yang terjadi pada penyakit cacar (chickenpox), proses penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Pada penyakit Herpes Genitalis (genetalia), penularan terjadi melalui prilaku sex. Sehingga penyakit Herpes genetalis ini kadang diderita dibagian mulut akibat oral sex. Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak (terserang) virus varicella-zoster.

    Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun) melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Cacar (Herpes)


  • Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar (Herpes)


  • Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.

    Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet(Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters).

    Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% - 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.