Selasa, 05 Agustus 2008

Bersantai Bantu Orang Hindari Obat Darah Tinggi

New York (ANTARA News) - Mempelajari teknik penanganan stress dapat membantu orang yang menderita satu jenis tekanan darah tinggi yang biasa menyerang orang berusia lanjut menghapuskan kebutuhan mereka akan obat anti-darah-tinggi, demikian hasil suatu studi baru.

Orang yang mengalami kondisi itu, yang dikenal sebagai "isolated systolic hypertension", yang ikut dalam pelatihan relaksasi memiliki peluang lebih baik untuk dapat menghilangkan setidaknya satu obat darah tinggi mereka dibandingkan dengan orang yang tak ikut dalam pelatihan bersantai, demikian temuan Dr. Jeffery A. Dusek dari Massachusetts General Hospital di Boston dan rekannya.

Jika temuan merekan dikonfirmasi pada orang yang menderita jenis lain tekanan darah tinggi, Dusek dan rekannya menyimpulkan, manfaatnya dalam pencegah stroke, serangan jantung, gagal ginjal dan dampak penyakit lain tekanan darah tinggi --serta pengurangan biaya untuk membeli obat-- akan "tak terperikan".

Saat usia orang, tekanan tinggi "systolic" mereka --angka tertinggi dalam catatan tekanan darah tinggi-- cenderung naik, sementara tekanan darah "diastolic" mereka, atau angga terendah, seringkali turun, Dusek dan timnya menjelaskan di dalam "Journal of Alternative and Complementary Medicine".

Sebanyak tiga-perempat orang berusia lanjut yang menderita tekanan darah tinggi memiliki "isolated systolic hypertension", yang merupakan "tantangan bagi pengobatan" untuk mengobati secara efektif, mengingat resiko terlalu rendahnya tekanan darah "diastolic", serta kenyataan bahwa banyak orang berusia lanjut menggunakan banyak obat, kata mereka.

Untuk memastikan apakah mempelajari teknik penanganan stress dapat membantu orang menangani "systolic hypertension" tanpa obat, para peneliti itu mengacak 122 laki-laki dan perempuan yang menderita tekanan darah tinggi dan berusia 55 tahun ke atas selama delapan pekan pelatihan reaksi santai atau satu kelompok pemantauan. Semuanya menggunakan setidaknya dua jenis obat anti-darah-tinggi pada awal studi tersebut.

Orang yang berada dalam kelompok reaksi relaksasi ikut dalam kegiatan mingguan yang meliputi 15 menit instruksi mengenai cara menghasilkan reaksi (seperti meditasi kesadaran penuh dan menarik nafas yang dalam), serta 20 menit kegiatan reaksi relaksasi. Mereka diinstruksikan untuk mendengarkan rekaman reaksi relaksasi selama 20 menit setiap hari.

Pasien yang berada di dalam kelompok pantauan mendengarkan serangkaian rekaman instruksi mengenai tekni pengobatan selama 20 meni, demikian Reuters Health.(*)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.


EmoticonEmoticon