Rabu, 13 Mei 2009

Kurang Tidur Berisiko Diabetes

Kurang Tidur Berisiko Diabetes

CUKUP: Kesibukan kerja seringkali menghalangi pemenuhan kebutuhan tidur. Usahakan tidur sekitar 7-8 jam setiap malam, guna menghindari peningkatan risiko diabetes dan obesitas.

Jika selama ini pola tidur Anda kurang atau justru berlebih dari delapan jam per hari, bisa jadi alasan mengapa nantinya Anda menderita diabetes.

Para peneliti di Université Laval's Faculty of Medicine menemukan, orang yang tidur terlalu banyak atau kurang, memiliki kemungkinan untuk terjangkit diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa.

Risikonya hingga 2,5 kali lebih tinggi pada orang yang tidur kurang dari 7-8 jam setiap malam. Penemuan tersebut dipublikasikan baru-baru ini pada situs journal Sleep Medicine.

Para peneliti dari studi tersebut Jean-Philippe Chaput, Angelo Tremblay dan Jean-Pierre Després of Université Laval, Claude Bouchard dari Pennington Biomedical Research Center di Baton-Rouge serta Arne Astrup dari the University of Copenhagen.

Mereka mengambil kesimpulan tersebut, setelah menganalisa pola hidup lebih dri 276 partisipan selama enam tahun. Sekitar 20% dari partisipan yang memiliki waktu tidur terlalu panjang atau pendek cenderung memiliki diabetes atau kelainan toleransi glukosa, dibandingkan hanya sekitar 7% dari partisipan yang memiliki waktu tidur normal.

Bahkan setelah mempertimbangkan dampak dari berbagai perbedaan indeks masa tubuh masing-masing partisipan, risiko diabetes dan resistensi insulin, tetap saja risiko mengalami diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa tetap lebih tinggi dua kali lipat jika dibandingkan yang tidur lebih panjang atau pendek dengan yang tidur dengan waktu normal.

Para peneliti juga menggarisbawahi, risiko diabetes tidak hanya dari kebiasaan tidur. Semakin banyaknya penelitian membuktikan adanya hubungan yang erat antara tidur dan obesitas.

Peneliti mengobservasi orang dewasa yang tidur antara 7-8 jam setiap malam memiliki kemampuan optimal untuk melawan penyakit umum dan kematian pada usia muda.

Namun, tampaknya semakin sedikit orang yang tidur dalam waktu yang cukup. Survei yang dilakukan pada tahun 1960 menunjukkan para warga Amerika Serikat tidur sekitar 8-8,9 jam per malam. Sementara itu, pada tahun 1995, waktu tidur tersebut turun hingga 7 jam.

Terakhir, sebuah penelitian yang kemudian dilakukan oleh National Center for Health Statistics pada tahun 2004 menemukan, 1/3 orang dewasa usia 30-64 tahun tidur kurang dari 6 jam setiap malam.

Waspada Gula Darah Rendah

Waspada Gula Darah Rendah

TERATUR: Cek kadar gula darah teratur terutama bagi penderita diabetes. Jaga agar tidak terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah.

Penderita diabetes atau diabetesi yang gula darahnya sangat rendah sehingga harus dirawat di rumah sakit, nantinya cenderung berisiko mengalami dementia atau penurunan fungsi otak atau pikun. Demikian diungkap sebuah penelitian.

Studi yang dilakukan The Kaiser menganalisa catatan kesehatan lebih dari 16.000 penderita diabetes di California Utara.

Penderita diabetes yang harus dibawa ke unit gawat darurat atau pernah dirawat di rumah sakit akibat terlalu rendahnya gula darah minimal satu kali, berisiko 29% lebih tinggi mengalami dementia nantinya. Sementra itu, penderita diabetes yang berada di rumah sakit atau unit gawat darurat tiga kali atau lebih, akan berisiko dua kali lipat mengalami dementia.

Penelitian yang dipublikasikan pada Journal of the American Medical Association menggarisbawahi tindakan yang diambil para penderita diabetes dan dokternya dalam mengatur gula darah.

Tahun 2008 lalu, peneliti menghentikan beberapa penelitian besar lantaran beberapa tindakan intensif untuk menurunkan gula darah pada tingkat mendekati normal justru mengakibatkan kematian yang lebih besar pada penderita diabetes dibandingkan mengontrolnya pada tingkat yang tidak terlalu rendah.

Gula darah yang meningkat terlalu tinggi dapat mengakibatkan rusaknya ginjal, mata, persediaan darah dan jantung.

Sebaliknya, gula darah yang terlalu rendah juga sangat berisiko mengakibatkan pusing, pingsan hingga kondisi koma.

Studi tersebut kemudian menyebutkan, beberapa akibat dari gula darah terlalu rendah atau disebut hypoglycemia juga dapat menyebabkan rusaknya sebagian otak untukjangka panjang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian menyarankan untuk para penderita diabetes tidak menurunkan kadar gula darah terlalu rendah atau diatas rata-rata dari kadar normal.

"Anda harus mewaspadai beberapa peringatan. Semakin tua usia Anda, maka diabetes yang Anda alami akan semakin berat dan panjang. Hal itu juga akan meningkatkan risiko Anda mengalami hypoglycemia jika Anda menekan kadar gula darah Anda terlalu rendah," ujar salah seorang peneliti sekalifus kepala divisi riset Kaiser Permanente di California Utara, Dr Joe Selby.

Dia menuturkan, penderita diabetes dapat memperoleh keuntungan dari hemoglobin A1c, yaitu semacam protein untuk menurunkan gula darah dari 10 hingga 8 persen. Namun jika lebih rendah dari 7 persen maka dikhawatirkan akan mengakibatkan risiko berbahaya terutama bagi penderita diabetes usia lanjut.

Nyeri Lambung Belum Tentu Maag

Nyeri Lambung Belum Tentu Maag
ASAM LAMBUNG: Nyeri lambung seringkali identik dengan maag. Padahal ada juga penyakit Gerd yaitu produksi asam lambung yang tinggi yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi.
Bagi sebagian masyarakat, asam lambung seringkali dikaitkan dengan penyakit dyspepsia atau yang lebih dikenal maag. Nyatanya ada satu jenis penyakit kronik lain yang disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung, yaitu Gerd
Istilah Gerd atau Gastroesphageal disease merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan. Kondisi itu menyebabkan berbagai gejala hingga menyebabkan terjadinya komplikasi.

Dokter ahli penyakit dalam dan konsultan penyakit lambung dan pencernaan dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Dr. Ari Fahrial Syam, SpPd mengatakan, berdasarkan data dari rumah sakit, sekitar 20% dari total pasien yang datang ke Departemen Ilmu Penyakit Dalam menyampaikan keluhan gejala Gerd dari ringan hingga parah.

"Gerd penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup. Jika dulu asam lambung hanya menyebabkan masalah pada usus 12 jari dan lambung, kini akibat dari tingginya asam lambung menyebabkan gangguan pada kerongkongan," papar Ari saat Seminar Gerd di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sekitar empat juta orang Indonesia menderita penyakit Gerd. Jika tidak ditangani dengan baik Gerd dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan, terbentuknya jaringan pada dinding kerongkongan yang dapat menyebabkan kanker kerongkongan.

Gejala penyakit itu sangat samar, karena hal inilah seringkali pasien telat menanganinya. Gejala samar tersebut antara lain nyeri kerongkongan, batuk kronis terutama di malam hari, radang tenggorokan, suara serak dan sesak nafas. Seringkali masyarakat yang menderita Gerd melakukan pengobatan sesuai dengan gejala yang dirasakan dan menggunakan obat bebas yang ada di pasaran.

Namun, gejala utaamanya adalah heart burn atau rasa panas seperti terbakar di dada dan regurgitasi seperti rasa pahit pada mulut karena naiknya aliran rasa asam ke rongga mulut.

"Konsultasi ke dokter adalah langkah paling perlu agar pengobatan sesuai dengan dosis yang ditentukan dokter," imbuh Ari.

Lamanya paparan asam lambung pada dinding dalam kerongkongan dapat menyebabkan erosi atau kerusakan pada dinding kerongkongan yang disebut refluk esophagitis. Kondisi itu, kata Ari, bisa menjadi penyebab komplikasi.

Dia menjelaskan, Gerd merupakan penyakit multifaktor, namun pola hidup yang tidak seimbang membuat seseorang memiliki resiko tinggi. Kondisi obesitas, kebiasaan langsung tidur sehabis makan, alkohol, kopi dan stres adalah faktor penyebab tingginya asam lambung bahkan bisa mencapai selaput lendir saluran kerongkongan.

Gejala yang ditimbulkan Gerd, papar Ari, dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Untuk itu konsultasi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat harus dilakukan pasien. selain itu juga pasien harus merubah pola hidup. Hindari rokok, alkohol, kopi dan makanan pencetus produksi asam lambung, diet rendah lemak, olah raga dapat mencegah penyakit Gerd.

Penanganan secara medis dapat dilakukan dengan proton pump inhibitor (PPI). Cara kerja PPI adalah menghambat pompa asam yang terdapat pada sel di lambung, sehingga mencegah terjadinya pelepasan asam lambung. Namun, Ari menegaskan, jika seseorang merasakan gejala-gejala Gerd harus konsultasi ke dokter, agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan efektif.

Buah Tangkal Penuaan Dini

Buah Tangkal Penuaan DiniBERMANFAAT: Kandungan gizi dalam buah-buahan dapat bermanfaat mencegah penyakit degenaratif termasuk penuaan dini.

Seiring perkembangan zaman, berbagai penyakit degenerasi seperti penurunan fungsi hati, jantung, ginjal hingga syaraf semakin banyak menghinggapi. Pola hidup yang tidak sehat dan seimbang akan memperbesar resiko seseorang terserang penyakit-penyakit tersebut.

Sebaliknya, pola hidup sehat akan menghasilkan tubuh yang sehat, segar da bugar. Jika tubuh terasa lemas, letih dan lesu bisa dipastikan aktivitas akan terganggu dan produktivitas pun menurun.

Spesialis gizi dari Rumah Sakit Siloam, Jakarta Dr. Samuel Oetoro, M.S., Sp.GK mengatakan kondisi tersebut seharusnya dihindari masyarakat. Dia menuturkan, jika dulu kejadian penyakit degeneratif hanya terjadi pada orang lanjut usia, namun sekarang ini sudah bergeser. Banyak orang di usia produktif yang mengeluh berbagai macam penyakit.

“Ada orang yang terlihat tua tidak seperti umurnya, dimana itu bisa terjadi karena bawaan. Nah, keadaan sepert itulah salah satu contoh dari penyakit degenerasi penuaan dini,” ujar Oetoro.

Penyakit degenerasi ini bisa dicegah datangnya dengan cara mengatur pola makan yang sehat dan mengkonsumsi buah-buahan karena fungsi buah salah satunya adalah mencegah proses disfungsi organ tubuh manusia.

Tidak sulit mencari dan mengkonsumsi buah, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah terbesar di dunia. Sayangnya masyarakat Indonesia mempunyai tingkat konsumsi buah yang sangat rendah.

Survei dari Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas) menyebutkan bahwa 60,44 % masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi 1 porsi buah perhari. Konsumsi buah di Indonesia rata-rata 40.06 kg/kapita/tahun. Padahal sebagaimana diketahui, buah memiliki banyak manfaat. Salah satunya menjaga sel-sel agar tidak rusak.

"Tubuh sehat berarti mempunyai sel yang juga sehat. Dan hal itu bisa ditandai dengan tercukupinya asupan makan, cukup asupan cairan dan elektrolit, cukup vitamin dan mineral untuk metabolisme sel dan tidak terjadi kerusakan sel," ungkap Oetoro pada saat wawncara eksklusif “Cara Sehat Mengkonsumsi Buah“ yang diadakan oleh Buavita dari Unilever.

Buah Olahan

Sekarang mengonsumsi buah dapat dilakukan dengan beragam cara. Dibuat jus segar atau salat buah. Selain itu, dapat ditemukan minuman buah dalam kemasan saat ini bisa menjadi pilihan praktis dalam mengkonsumsi buah.

Oetoro menuturkan, minuman jus dalam kemasan mempunyai komposisi serat kandungan sama akan tetapi bentuknya saja yang berbeda.

Pakar teknologi aseptik, Ronny Hendrawan juga mengatakan hal yang sama bahwa mengkonsumsi buah mempunyai manfaat yang besar untuk kesehatan, dan cara mengkonsumsi ini bisa dilakukan dengan meminum jus buah dalam kemasan.

“Kandungan gizi yang terdapat dalam minuman jus buah pada kemasan, masih tetap terlindungi,“ ujar Ronny di acara yang sama.

Ditambahkan oleh Ronny, untuk mengetahui kemasan mana yang kandungan didalamnya masih bagus, bisa dilakukan dengan cara memencet apakah terasa kembung atau tidak. Pilih kemasan yang masih bersih. Sejak dibuka, sebaiknya tidak diminum lagi jika sudah lebih dari tiga hari. “Lebih baik, minuman langsung dihabiskan sejak minuman dibuka,“ ungkapnya.

Oetoro berpesan, jika Anda memilih minuman jus buah dalam kemasan sebaiknya diperhatikan kandungan yang terdapat didalamnya, dan jangan lupa untuk memperhatikan kemasan pada minuman tersebut. “Pilih minuman jus dalam kemasan dengan glukosa yang rendah," tuturnya.

Jika mengkonsumsi buah segar yang memiliki kulit ari yang bisa dimakan, sebaiknya jangan dikupas karena zat warna buah yang terdapat pada kulit buah memiliki khasiat yang baik.

Senin, 11 Mei 2009

Minggu, 10 Mei 2009

MANFAAT SHALAT DHUHA SECARA MEDIS

Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud) Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim). Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim) Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud). Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha. Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa. Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular. Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi). Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.” Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya. Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!.

Sholat Menyembuhan Difusi Ereksi

22888365



Jika dilakukan secara khusuk dan tumaninah, sholat terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, sakit tulang belakang, hingga disfungsi ereksi.

Selain itu, sholat juga diakui dapat meningkatkan ketenangan otak serta kecerdasan berpikir. Penemuan ini merupakan hasil riset jurusan Biomedik Universiti Malaya, Malaysia. Riset ini dilakukan Profesor Fatimah Ibrahim, Profesor Wan Abubakar Wan Abas, serta Doktor Ng Siew Cheok.

Setelah bergelut dalam riset selama tiga tahun, mereka bertiga akhirnya berkesimpulan bahwa sholat bukan hanya sebuah ritual keagamaan yang diwajibkan Tuhan kepada umat Islam semata. Ternyata sholat juga adalah aktivitas yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan otak manusia.

Pendapat mereka tidak didasarkan atas doktrin keagamaan, melainkan hasil penemuan secara ilmiah dengan metodologi penelitian yang dapat dipercaya. Kehadiran Doktor Ng Siew Cheok yang non muslim sebagai salah satu peneliti, semakin memperkuat kenetralan tim ini.

Gerakan-gerakan sholat ini ternyata bukan asal gerak. Berdasarkan hasil penelitian, gerakan sholat seperti berdiri, rukuk, sujud dan duduk adalah gerakan yang sangat cocok untuk terapi bagi penderita jantung. Sebab gerakan ini sederhana dan tidak memaksa kerja jantung.

Dengan menggunakan alat pencatat detak jantung, posisi terbaik adalah pada saat sujud. Karena detak jantung tercatat paling rendah, yakni sekitar 75 per menit. Senam dengan gerakan sholat ini dipercaya jauh lebih berdaya guna bagi penderita jantung daripada mengkonsumsi obat-obatan.

Sholat Menyembuhan Difusi Ereksi

22888365



Jika dilakukan secara khusuk dan tumaninah, sholat terbukti dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, sakit tulang belakang, hingga disfungsi ereksi.

Selain itu, sholat juga diakui dapat meningkatkan ketenangan otak serta kecerdasan berpikir. Penemuan ini merupakan hasil riset jurusan Biomedik Universiti Malaya, Malaysia. Riset ini dilakukan Profesor Fatimah Ibrahim, Profesor Wan Abubakar Wan Abas, serta Doktor Ng Siew Cheok.

Setelah bergelut dalam riset selama tiga tahun, mereka bertiga akhirnya berkesimpulan bahwa sholat bukan hanya sebuah ritual keagamaan yang diwajibkan Tuhan kepada umat Islam semata. Ternyata sholat juga adalah aktivitas yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan otak manusia.

Pendapat mereka tidak didasarkan atas doktrin keagamaan, melainkan hasil penemuan secara ilmiah dengan metodologi penelitian yang dapat dipercaya. Kehadiran Doktor Ng Siew Cheok yang non muslim sebagai salah satu peneliti, semakin memperkuat kenetralan tim ini.

Gerakan-gerakan sholat ini ternyata bukan asal gerak. Berdasarkan hasil penelitian, gerakan sholat seperti berdiri, rukuk, sujud dan duduk adalah gerakan yang sangat cocok untuk terapi bagi penderita jantung. Sebab gerakan ini sederhana dan tidak memaksa kerja jantung.

Dengan menggunakan alat pencatat detak jantung, posisi terbaik adalah pada saat sujud. Karena detak jantung tercatat paling rendah, yakni sekitar 75 per menit. Senam dengan gerakan sholat ini dipercaya jauh lebih berdaya guna bagi penderita jantung daripada mengkonsumsi obat-obatan.

Selasa, 28 April 2009

Kanker Leher Rahim

Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
Memang istilah "kanker" sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati.

Bagaimana pula dengan kanker leher rahim?
Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya?
Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.

Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?
Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.
Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.

Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.
Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.

Pengobatan
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:
  1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
  2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.
Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
  1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Resiko untuk terserang kanker:
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.
Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim.
Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama).
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.
Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear', maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.
Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.
Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah:
  1. Unsatisfactory 'Pap Smear'
    Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.
  2. Jika ada infeksi atau inflamasi
    Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap Smear', biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur'. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi.
  3. Atypia atau Minor Atypia
    Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.

Apakah kolposkopi itu?
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda?
Pada tahap ini, anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan 'Pap Smear' anda positip, karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.

Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?
Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.1


Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia 2
Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyebabkan kematian karena kanker pada perempuan di seluruh dunia 3

Di dunia,setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia, setiap tahunnya, menderita kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda

Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.

Gejala

Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal serviks melalui tes Pap Smear.1 Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala.

Namun bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut 4:

  1. Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :
    • Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular
    • Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
    • Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul
  2. Rasa sakit saat berhubungan seksual

Bila mengalami salah satu gejala di atas, segeralah hubungi dokter! Kondisi di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks, tapi dapat merupakan tanda infeksi vagina yang perlu segera diobati.