Tampilkan postingan dengan label Cek Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cek Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Januari 2011

Bagaimana Melihat Penyakit Melalui Gigi

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Tahukah Anda bahwa gejala awal penyakit diabetes, jantung, atau leukemia, bisa diketahui lewat kondisi gigi dan mulut. Jika mata bisa mengungkapkan isi hati seseorang, mulut juga bisa buka rahasia. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg H Emmyr F Moeis, MARS mengatakan, kondisi gigi dan mulut bisa mengungkapkan gejala-gejala awal penyakit berbahaya bahkan sampai memprediksi kelahiran prematur.
Menurut Emmyr F Moeis, salah satu tanda gejala diabetes adalah penyakit gigi dan gusi yang berlebihan. Penderita diabetes cenderung memiliki penyakit mulut 3-4 kali lebih sering ketimbang orang yang tidak mengidap diabetes. Penderita diabetes umumnya mudah terluka saat menyikat gigi atau menggunakan benang pembersih gigi. Gigi penderita diabetes juga umumnya mengalami abses.
Hal itu bisa terjadi karena penderita diabetes umumnya mengalami kerusakan sel darah putih. Padahal sel darah putih sangat diperlukan untuk melawan bakteri penyebab infeksi di mulut. Selain masalah gusi, diabetes juga mengakibatkan mulut kering, sariawan, dan mulut panas.
Bau mulut seseorang juga bisa mengungkapkan apakah seseorang memiliki kecenderungan gula darah tinggi. Bau tersebut biasa disebut acetone breath bau manis yang dapat segera dikenali dokter gigi sebagai tanda-tanda seseorang mengidap diabetes.
Lain lagi dengan bau mulut tak sedap penderita diabetes, bau mulut yang berbeda juga dapat mengindikasikan seseorang sedang mengalami infeksi hidung, mulut, paru-paru, atau perut.
Penelitian yang dilakukan American Dental Association sebagaimana dilansir Webmd, menyebutkan, osteoporosis atau penyakit rapuh tulang dan tanggalnya gigi sangat berhubungan. Jika seseorang mengalami Osteoporosis maka ia mengalami penurunan kepadatan tulang. Akibatkan terjadi cedera pada pinggul dan beberapa bagian tubuh lainnya yang disanggah tulang. Proses ini juga mempengaruhi kokohnya rahang dan gigi.
Pada wanita, ada tiga empat momen di mana seseorang lebih berisiko terhadap penyakit mulut. Pertama, saat setelah menopause, ketika masa puber, pada saat hamil, dan sekitar masa menstruasi setiap bulannya. Pada masa-masa itu, hormon tertentu akan meningkat sehingga memicu proses-proses peradangan dan membuat mulut lebih rentan terhadap bakteri.
Ditemukannya terapi estrogen bisa membantu mengatasi masalah ini. Terapi ini bisa membantu mengurangi tingkat kerapuhan gigi dan radang gusi.
Penelitian terbaru membandingkan kesehatan mulut 256 pasien jantung dewasa dengan 250 pasien lain tanpa penyakit jantung. Hasilnya, salah satu penanda awal sakit jantung adalah pericoronitis atau infeksi gusi di sekitar gigi geraham. Biasanya gigi akan membusuk sehingga hanya menyisakan ujung kecil di akarnya. Pastinya penyakit ini juga disertai radang gusi, radang lainnya di mulut, dan tanggalnya gigi.
Hal itu diduga karena bakteri yang ditemukan di mulut merupakan bakteri yang sama sebagai penyebab atherosclerotic plaque (kelainan pada pembuluh darah yang disertai plak dan tidak elastis) yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Penelitian lain membuktikan, wanita yang mengalami gangguan gusi selama masa kehamilan, 7 kali lebih berisiko mengalami kelahiran prematur. Tak hanya prematur, bayi yang dilahirkan juga umumnya lebih kecil dari rata-rata.
Hal itu disebabkan ketika seseorang mengalami gangguan mulut, peradangan yang terjadi menyebab beberapa zat tertentu dilepaskan ke aliran darah sehingga bisa mempengaruhi berat tubuh bayi dan proses persalinan. Studi lain menyebutkan, membersihkan plak dan tartar secara teratur bisa mengurangi risiko persalinan prematur.
Penderita Leukimia umumnya memiliki gusi yang memerah, meradang, dan lembek. Nah, dengan membuka mulut lebar-lebar setidaknya anda bisa mengantisipasi beberapa gejala awal penyakit berbahaya. Tapi, jangan tarik kesimpulan sendiri. "Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala-gejala seperti tersebut di atas," ujarnya.
Kampanye Pencegahan

Melihat pentingnya kesehatan gigi dan mulut, mendorong PB PDGI bekerja sama dengan PT Pfizer Indonesia menggelar "Kampanye pencegahan dan perawatan kesehatan gigi dan mulut" di Indonesia. Upaya yang dilakukan, antara lain, program sekolah di DKI Jakarta , dental mobile unit program, semiloka dan workshop terkait dengan profesi kedokteran gigi, dan partisipasi pada Asia Pasific Dental Congress.
"Hasil Survei Rumah Tangga 2004 menyebutkan 39 persen penduduk Indonesia menderita penyakit gigi dan mulut. Angka itu bukan merupakan angka yang dapat diabaikan karena telah terbukti bahwa penyakit gigi dan mulut dapat secara signifikan mempengaruhi produktivitas masyarakat. Karena itu, perlu dilakukan suatu kampanye yang terus menerus untuk menurunkan angka penderita penyakit gigi dan mulut," katanya. 
Ada 4 anjuran pokok yang akan disampaikan kepada masyarakat, yaitu, pertama, sikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi ber-flouride, terutama sesudah makan pagi dan sebelum tidur. Kedua, ganti sikat gigi 2-3 bulan sekali. Ketiga, kunjungi dokter gigi secara teratur minimal 2 kali setahu dan memiliki dental record. Keempat, kurangi makan makanan dan minuman yang mengandung gula.
Hasil studi morbiditas SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga)-Surkenas (survei Kesehatan Nasional) 2001 menunjukkan, dari 10 kelompok penyakit terbanyak yang dikeluhkan masyarakat, penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama (60 persen). Hasil surkenas 1998 menunjukan bahwa 62,4 persen penduduk merasa terganggu produktivitas kerja/sekolah karena sakit gigi, selama rata-rata 3,86 hari.
Secara umum penyakit gigi yang dikeluhkan masyarakat adalah karies gigi dan penyakit gusi. Hasil studi SKRT 2001, menyatakan, 52,3 persen penduduk usia 10 tahun ke atas mengalami karies gigi yang belum ditangani. Prevalensi karies umur 10 tahun ke atas adalah 71,2 persen, dengan catatan bahwa prevalensi karies lebih tinggi pada umur lebih tinggi, pada pendidikan lebih rendah, serta pada status ekonomi lebih rendah. Penduduk usia 10 tahun ke atas, 46 persen mengalami penyakit gusi, prevalensi semakin tinggi pada umur yang lebih tinggi.
Hal yang memprihatinkan dalam SKRT 2001 adalah motivasi untuk menambal gigi masih sangat rendah yaitu 4-5 persen, sementara besarnya kerusakan yang belum ditangani di mana memerlukan penambalan dan atau pencabutan mencapai 82,5 persen. Diketahui berdasarkan SKRT 2001, rata-rata 16 gigi dicabut pada umur 65 tahun ke atas.
Penyakit periodontal (radang jaringan pendukung gigi) merupakan penyakit gigi dan mulut lain yang banyak dikeluhkan (70 persen). Sementara 5 persennya dikategorikan lanjut yang dapat menyebabkan gigi goyang dan lepas, saat ini banyak ditemukan pada penduduk usia muda. Salah satu faktor penyebab penyakit ini adalah karang gigi yang dijumpai pada 46 persen penduduk.
Kondisi itu menggambarkan, pelayanan kesehatan gigi baru ditangani pada kondisi penyakit yang sudah dalam keadaan parah. Hal itu disebabkan, antara lain masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai arti penting menjaga kesehatan gigi dan mulut, ketidaktahuan, mahalnya biaya. "Serta yang perlu diperhatikan oleh PDGI, adalah banyaknya dokter gigi yang cenderung pasif serta masih memberikan porsi yang besar pada tindakan kuratif," ujar Emmyr.
Hal lain yang menjadi perhatian PDGI adalah rasio dokter gigi terhadap penduduk yang masih rendah, yaitu 1:21.500, masih jauh dari rasio ideal yaitu 1:2000. Untuk itu, bersama Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia, PDGI mendorong terbentuknya Fakultas Kedokteran Gigi baru, terutama di Indonesia bagian barat, mengingat data Depkes menyatakan bahwa rasio dokter gigi terhadap puskesmas di Indonesia bagian barat lebih tinggi daripada bagian timur. Di provinsi Sumut misalnya, rasio dokter gigi terhadap puskesmas 0,82, bandingkan dengan NTT yang 0,27 atau bahkan Papua mencapai 0,21.
Dengan kondisi seperti itu, Emmyr menilai perlu didorong sikap kemandirian masyarakat, terutama tindakan preventif yang dapat dilakukan setiap individu, keluarga, serta lingkungan terkecil di masyarakat.
Sikap kemandirian itu perlu didorong terus-menerus melalui berbagi upaya dan kegiatan yang berkesinambungan. Namun, upaya itu tidak saja oleh pihak organisasi profesi tetapi akan lebih optimal jika melibatkan pihak-pihak lain yang mempunyai kompetensi dan kepentingan yang sama dalam hal peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut di Indonesia

Rasa Sakit Ketika Buang Air Kecil Pada Wanita, Bagaimana Pemeriksaan, Pengobatan Serta Tindakannya

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Kenapa Terkadang terasa sakit saat buat air kecil? Rasa nyeri hebat terasa terbakar saat baung air kecil sering merupakan suatu tanda dari adanya infeksi pada saluran perkemihan atau traktus urinarius yang terkadang disebut dengan bladder infection atau infeksi pada kandung kemih. Akan tetapi, nyeri saat buang air kecil dapat terjadi meskipun tanpa adanya infeksi pada saluran perkemihan. Beberapa obat tertentu, seperti beberapa obat yang digunakan pada kemotherapi kanker, mungkin berdampak pada inflamasi, peradangan atau perlukaan pada kandung kemih. Terkadang tekanan pada kandung kemih seperti karena adanya kista ovarium atau batu ginjal yang letaknya dekat dengan pintu masuk kandung kemih juga bisa berakibat pada nyeri pada saat buang air kecil.
Nyeri pada saat buang air kecil dapat juga disebabkan karena infeksi atau iritasi pada vagina. Atau karena sensitif terhadap bahan-bahan kimia dalam suatu produk seperti produk yang disemprotkan pada vagina (pembersih vaigna), vaginal lubricants, sabun, spons atau bahan kimia berbusa untuk kontrasepsi, tissue kloset berbahan kimia. Jika itu berdampak rasa sakit/nyeri pada saat buang air kecil setelah penggunaan produk-produk berbahan kimia tersebut, anda mungkin sensitif terhadap produk-produk tersebut.

Apa yang perlu anda beritahukan kepada dokter?
  • Anda sebaiknya meberitahukan kepada dokter tentang gejala-gejala yang anda alami dan berapa lama rasa sakit itu terjadi.
  • Anda juga sebaiknya menceritakan pada dokter jika anda sebelumnya pernah mempunyai riwayat infeksi pada saluran perkemihan dan bagaimana infeksi tersebut terobati termasuk pengobatan yang diberikan.
  • Beritahukan pada dokter tentang apapun yang berkaitan dengan catatan dan kondisi medis anda, seperti diabetes militus atau kencing manis atau AIDS, karena kondisi-kondisi tersebut dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap infeksi.
  • Ceritakan pada dokter anda tentang apapun ketidaknormalan yang anda ketahui dari saluran perkemihan anda, atau jika anda sedang hamil.
  • Ceritakan pada dokter jika sebelumnya anda pernah mengalami prosedur operasi pada saluran perkemihan anda atau jika anda saat ini dan masih dalam upaya perawatan rumah sakit(kurang dari satu bulan yang lalu) atau masih dalam perawatan rumah.
Pemeriksaan apa saja yang diperlukan?

Dokter biasanya bisa memberitahukan kepada anda apa penyebab dari rasa nyeri yang anda alami dari apa yang anda deskripsikan mengenai gejala-gejala yang anda alami, serta dengan beberapa pemeriksaan fisik. Memeriksa hasil analisis urin dari laboratorium (urinalysis) dapat juga membantu dokter dalam mengidentifkasi apa jenis atau tipe infeksi yang terjadi jika penyebabnya karena infeksi.

Jika dokter anda berpikiran bahwa mungkin nyeri yang anda alami dikarenakan inflamasi dari vagina, dokter mungkin akan mengambil sampel dari mucus atau lendir vagina (swab) dan dilakukan pemeriksaan pada lendir tersebut dengan mikroskop untuk melihat adanya jamur atau microorganisme lain

Jika nyeri yang anda derita berasal dari infeksi pada urethra (saluran yang membawa urine / air seni dari kandung kemih), dokter akan melakukan swab untuk pemeriksaan jenis bakteri atau mikroorganisme yang ada. Jika ternyata tidak diketemukan adanya infeksi pada pemeriksaan - pemeriksaan yang dilakukan, dokter mungkin akan menyarankan anda untuk melakukan pemeriksaan lain.

Bagaimana pengobatan infkesi pada saluran kemih?

Jika anda adalah seorang pria atau wanita dewasa yang sehat (siapa saja yang tidak dalam kondisi hamil), pengobatan dengan antibiotik dalam beberapa hari biasanya dapat mengobati infeksi saluran kemih dengan baik. Hal yang penting adalah bahwa anda menceritakan kepada dokter tentang gejala-gejala seperti adanya nyeri punggung dan demam (khususnya jika demam melebihi 101 derajat fahrenheit, yang bisa diartikan bahwa infeksi yang terjadi mungkin sudah menyebar pada organ ginjal). Juga merupakan hal penting yaitu mengkonsumsi antibiotik secara tepat seperti apa yang disarankan dan dikatakan dokter, karena menghentikan konsumsi antibiotik dapat membuat pengobatan kurang efektif dan mungkin menjadikan infeksi ginjal berkembang menjadi lebih parah.

Apa yang dapat anda lakukan jika anda masih bisa terkena infeksi saluran kemih?

Beberapa wanita menderita infeksi saluran kemih berulang-ulang, dan mereka dapat tertolong dengan beberapa upaya pencegahan. Beberapa perubahan-perubahan kebiasaan atau pola dan gaya hidup yang dapat anda buat sendiri dapat membantu meringankan infeksi. Sebagai contoh, minum cukup banyak cairan khususnya air. Meminum jus cranberry bisa membantu mencegah infeksi pada saluran kemih. Akan tetapi, jika anda mengkonsumsi warfarin (coumadin) yaitu anti koagulan oral yang mempengaruhi sintesa vitamin K-yang berperan dalam pembekuan darah, konsultasikan dengan dokter sebelum minum jus cranberry untuk mencegah infeksi pada saluran kemih. Dokter mungkin perlu mengatur dosis warfarin yang anda konsumsi atau anda perlu melakukan pemeriksaan darah dengan lebih sering. Apabila kecenderungan infeksi saluran perkemihan yang anda peroleh disebabkan karena setelah melakukan hubungan seksual (seksual intercourse), segera pergi ke kamar mandi setelah intercouse untuk membersihkannya. Hal ini dapat mengurangi resiko infeksi saluran perkemihan .

Seringkali infeksi slauran perkemihan disebabkan oleh akibat perubahan-perubahan bakteri didalam vagina. Pemberian antibacterial lokal pada vagina melalui penyemprotan (produk pembersih vagina), spermisida dan beberapa antibiotik lewat oral/mulut dapat menjadi penyebab perubahan-perubahan bakteri didalam vagina. jika memungkinkan hindari penggunaan dari produk-produk diatas.

Menopause juga dapat menjadi pemicu timbulnya perubahan-perubahan bakteri didalam vagina yang dapat meningkatkan resiko infeksi pada saluran kemih. Konsumsi estrogen biasanya dapat mengatasi beberapa masalah ini, tapi tidak untuk semua orang.

Apabila anda mengalami infeksi saluran kemih selama 3 kali atau lebih setiap tahunnya, dokter mungkin akan menyarankan kepada anda untuk mulai melakukan program antibiotik sebagai upaya pencegahan. Dosis antibiotik dalam ukuran kecil akan anda konsumsi setiap harinya yang akan membantu anda mengurangi jumlah kejadian infeksi saluran kemih. Jika penyebab dari infeksi saluran kemih dikarenakan setelah melakukan hubungan seksual (seksual intercourse), dokter mungkin akan menyaranakn kepada anda untuk minum antibiotik setelah melakukan seksual intercourse.

Jumat, 21 Januari 2011

Bagaimana Mendiagnosa Nyeri Dada

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Kunci pada diagnosis tetap sejarah. Belajar tentang sifat nyeri akan memberikan dokter arah ke diagnosa-diagnosa yang mana yang layak dipertimbangkan, dan apa yang layak untuk dikesampingkan. Mengerti kwalitas dan kwantitas dari nyeri, gejala-gejala yang berhubungan dengannya dan faktor-faktor risiko untuk penyakit, dapat membantu dokter mengakses kemungkinan dari diagnosis-diagnosis potensial yang mana yang harus dipertimbangkan dan yang mana harus dibuang.


Diagnosis yang berbeda adalah proses memikir yang dokter-dokter gunakan untuk mempertimbangkan dan kemudian mengeliminasikan penyebab-penyebab potensial untuk penyakit. Ketika lebih banyak informasi terkumpul, baik dari sejarah dan pemeriksaan fisik atau pengujian, daftar diagnosis yang potensial menyempit sampai jawaban akhir dicapai. Begitu juga, respon pasien pada terapi dapat memperluas atau menyempitkan daftar diagnosis yang berbeda. Pada pasien-pasien dengan nyeri dada, banyak diagnosis-diagnosis potensial mungkin ada, dan dokter-dokter akan ingin pertama mempertimbangkan yang mengancam nyawa. Tes-tes untuk menyampingkan serangan jantung, pulmonary embolus, atau aortic dissection mungkin tidak perlu; ketika keterampilan klinik dan keputusan mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk mempertimbangkan atau membuang diagnosis.
Pasien mungkin ditanyakan keragaman dari pertanyaan-pertanyaan untuk membantu dokter mengerti nyeri pasien. Pasien-pasien menggunakan kata-kata yang berbeda untuk menggambarkan nyeri, dan adalah penting bahwa dokter mendapat impresi yang akurat dari situasinya. Pertanyaan-pertanyaan mungkin juga ditanya dalam cara-cara yang berbeda.

Pertanyaan-Pertanyaan Yang Mngkin Ditanya Dokter Tentang Nyeri Dada

  • Kapan nyerinya mulai ?
  • Kwalitas dari nyeri ?
  • Berapa lama nyeri berlangsung ?
  • Apakah nyeri datang dan pergi ?
  • Apa yang membuat nyeri lebih baik ?
  • Apa yang memperburuk nyeri ?
  • Apakah nyeri menyebar (bergerak ke area lain tubuh) ?
  • Apakah ada penyakit sebelumnya ?
  • Apakah ada trauma sebelumnya ?
  • Apakah ada episode-episode nyeri yang serupa dimasa lalu ?

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Gejala-Gejala Yang Berhubungan

  • Sesak napas ?
  • Demam atau kedinginan ?
  • Batuk ?
  • Mual atau muntah ?
  • Berkeringat ?

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit

Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit Jantung

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Sejarah keluarga

Faktor-Faktor Risiko Untuk Pulmonary Embolus (Bekuan Darah Pada Paru)

  • Ketidakaktifan yang lama seperti istirahat ranjang, perjalanan-perjalanan mobil atau pesawat terbang yang panjang
  • Operasi baru-baru ini
  • Patah-patah tulang
  • Penggunaan pil-pil pencegah kehamilan (terutama jika pasien merokok sigaret)
  • Kanker

Faktor-Faktor Risiko Untuk Aortic Dissection

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Marfan Syndrome
  • Ehlers-Danlos syndrome
  • Polycystic kindey disease
  • Penggunaan Cocaine
  • Kehamilan
Pemeriksaan fisik membantu menyaring diagnosis-diagnosis yang berbeda. Sementara nyeri dada mungkin adalah keluhan awal, sering seluruh tubuh perlu diperiksa. Contoh komponen-komponen dari pemeriksaan fisik mungkin termasuk:

Tanda-Tanda Vital

  • Tekanan darah, denyut nadi atau pulse rate (PR), respiratory rate (RR), temperatur, dan
  • Kejenuhan oksigen (O2 sat)

Kepala Dan Leher

  • Mencari penggelembungan atau penonjolan vena leher
  • Mendengarkan bruits (suara-suara abnormal) atau murmurs (bunyi desiran) pada arteri-arteri karotid

Dinding Dada

  • Meraba kepekaan tulang rusuk atau otot
  • Mencari ruam-ruam

Paru-Paru

  • Mendengarkan suara-suara abnormal paru atau pemasukan udara yang berkurang

Jantung

  • Mendengarkan suara-suara jantung yang meredam

Perut

  • Meraba kepekaan atau massa-massa
  • Mendengarkan bruits pada aorta

Kaki-Kaki Dan Tangan-Tangan

  • Merasakan nadi-nadi

Apakah Sakit Dada Itu ? (Chest Pain)

Introduksi

Nyeri dada adalah salah satu keluhan-keluhan yang paling umum yang akan membawa seorang pasien ke bagian darurat. Mencari perawatan segera mungkin menyelamatkan nyawa, dan pendidikan publik yang sungguh-sungguh telah dilaksanakan untuk mendapatkan pasien-pasien mengakses perawatan medis ketika nyeri dada menyerang.
Sementara pasien mungkin khawatir tentang serangan jantung, ada banyak penyebab-penyebab lain dari nyeri di dada yang dokter-dokter akan perlu untuk mempertimbangkannya. Beberapa diagnosis-diagnosis adalah mengancam nyawa, sementara yang lain-lainnya kurang berbahaya.
Memutuskan penyebab dari nyeri dada adakalanya sangat sulit dan mungkin memerlukan tes-tes darah, x-rays, CT scans dan tes-tes lain untuk menyortir diagnosis. Sering, sejarah yang diambil secara hati-hati oleh dokter mungkin adalah segalanya yang diperlukan untuk menemukan jawaban.

Sumber-Sumber Nyeri Dada

Sumber nyeri mungkin timbul dari keragaman dari sumber-sumber yang potensial:
  • dinding dada termasuk tulang-tulang rusuk, otot-otot, dan kulit;
  • punggung termasuk tulang belakang (spine), syaraf-syaraf, dan otot-otot punggung;
  • paru, pleura (lapisan dari paru) atau trachea;
  • jantung termasuk pericardium (kantong yang mengelilingi jantung);
  • aorta;
  • esophagus;
  • diafragma, otot yang rata yang memisahkan rongga-rongga dada dan perut;
  • nyeri yang dirujuk dari organ-organ perut seperti lambung, kantong empedu, dan pankreas.
Sementara setiap sumber dari nyeri dada mungkin mempunyai presentasi yang klasik dari tanda-tanda dan gejala-gejala, ada tumpang tindih yang signifikan diantara gejala-gejala dari setiap kondisi, dan gejala-gejala mungkin juga dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin dan ras (bangsa).

Penyebab-Penyebab Nyeri Dada

Nyeri dapat disebabkan oleh hampir setiap struktur dalam dada. Organ-organ yang berbeda dapat menghasilkan tipe-tipe nyeri yang berbeda namun sayangnya nyerinya tidak spesifik pada setiap penyebab. Setiap dari penyebab-penyebab berikut dijelaskan secara mendetil dalam artikel ini:
  • Tulang-Tulang Rusuk Yang Patah atau Memar
  • Pleuritis Atau Pleurisy
  • Pneumothorax
  • Shingles
  • Pneumonia
  • Pulmonary Embolus
  • Angina
  • Serangan Jantung (Myocardial Infarction)
  • Pericarditis
  • Aorta dan Aortic Dissection
  • Esophagus Dan Reflux Esophagitis
  • Nyeri Perut Yang Dirujuk

Selasa, 18 Januari 2011

Melihat Kesehatan Melalui Kuku


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar


Pengobatan Ust. Galih Gumelar -Tahukah Anda kalau kuku bisa mencerminkan kesehatan Anda secara umum? Warna putih di satu bagian atau merah muda di bagian lainnya, serta kuku yang mudah patah bisa menjadi pertanda adanya penyakit di dalam tubuh.
Gangguan di liver, paru-paru, dan jantung bisa terlihat dari kondisi kuku Anda. Berikut beberapa rahasia kuku yang menggambarkan masalah lain dalam tubuh. Dengan mengenali gejala sejak dini, tentunya penyakit yang mungkin sudah terdapat di dalam tubuh bisa ditangani lebih awal dan lebih mudah.
1. Kuku pucat(pale nail)
Kuku yang sangat pucat kadang-kadang berkaitan dengan proses penuaan. Akan tetapi, bisa juga menandakan adanya penyakit serius, seperti:
  •      Anemia
  •      Gagal jantung
  •      Diabetes
  •      Penyakit liver
  •      Kurang gizi
2. Kuku berwarna putih(white nail)
Kuku yang berwarna putih dengan bagian pinggir yang lebih gelap, bisa mengindikasikan masalah liver, seperi hepatitis. Jika Anda mengalami hal ini, perlu juga dicuigai adanya gangguan liver lainnya.
3. Kuku berwarna kekuningan (yellow nail)




Infeksi jamur merupakan salah satu penyebab paling umum kuku berwarna kuning. Jika infeksi makin memburuk, maka nail bed akan mengerut, kuku menebal dan remuk. Pada beberapa kasus, kuku berwarna kuning menandakan kondisi yang lebih serius seperti penyakit gondok atau psoriasis.
4. Kuku berwarna kebiru-biruan(bluish nail)
Semburat kebiru-biruan di kuku merupakan pertanda kalau tubuh kekurangan oksigen. Ini bisa menunjukkan adanya infeksi di paru-paru, seperti pneumonia.
5. Permukaan kuku berbintik dan bergelombang(rippled nail)
Permukaan kuku yang berbintik-bintik merupakan gejala awal psoriasis atau peradangan sendi. Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit yang hampir 10%-nya diawali dengan masalah kuku seperti ini.
6. Kuku pecah-pecah(cracked nail)
Kuku yang kering dan rapuh serta sering pecah-pecah dikaitkan dengan penyakit gondok. Jika kondisi pecah-pecah ini dipadukan dengan warna kekuningan, maka cenderung disebabkan oleh infeksi jamur.
7. Peradangan di lipatan kuku(puffy nail fold)
Warna kemerahan dan bengkak di sekitar kuku merupakan pertanda adanya peradangan pada lipatan kuku. Hal ini bisa disebabkan oleh lupus atau gangguan jaringan penghubung lainnya.
8. Garis berwarna gelap di bawah kuku (dark lines)
Garis gelap di bawah kuku kadang-kadang disebabkan oleh melanoma, jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Karena itu, jika mengalami hal ini, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter.
9. Gigit kuku(gnawed nail)
Menggigit kuku mungkin saja dianggap sebagai kebiasaan lama. Tapi, pada beberapa kasus, hal ini merupakan pertanda kecemasan yang bisa ditangani dengan pengobatan. Menggigit kuku dikaitkan dengan obsessive-compulsive disorder. Jika Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan ini, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.
Kuku hanya satu pertanda

Meskipun perubahan pada kuku seringkali diikuti dengan adanya penyakit tertentu, perubahan ini biasanya bukanlah pertanda awal. Selain itu, banyak perubahan kuku yang tidak membahayakan kesehatan. Tidak semua yang mengalami perubahan kuku mengalami hepatitis. Karena itu, jika Anda mencemaskan kondisi kuku Anda, ada baiknya berkonsultasi dengan pakar dermatologi.