Tampilkan postingan dengan label Pengobatan Alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan Alternatif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

DIAGNOSA PENYAKIT MELALUI PENGAMATAN LIDAH

Selaput lidah
Tujuannya adalah untuk menentukan jenis serta sifat penyakit dengan cara memperhatikan keadaan:
1. Otot lidah : warna, bentuk dan gerakan
2. Selaput lidah : warna, tebal/tipis, bersih/kotor dan basah/kering


Warna otot lidah
Warna lidah normal adalah merah muda, sedang warna patologis yang sering kita observasi adalah pucat, merah, merah tua, merah keunguan dan biru.

Pucat
Lidah yang pucat dapat menunjukkan defisiensi darah atau defisiensi Yang Qi. Pada defisiensi Yang Qi, lidah biasanya terlalu basah, dan agak bengkak, karena defisiensi Yang Qi mengakibatkann terhambatnya proses transformasi dan transportasi cairan tubuh. Pada defisiensi darah, lidah pucat dan agak kering. Kalau kepucatan terutama terjadi pada sisi lidah, atau dalam kasus yang berat, agak jingga, maka berarti bahwa terjadi defisiensi darah hati

Merah
Warna merah pada lidah selalu menadakan adanya panas. Warna merah pada ujung lidah menandakan panas dalam jantung. Bila keadaan ini disertai dengan adanya selaput lidah, maka keadaannya adalah panas shi sedang bila tidak dijumpai selaput lidah menunjukkan adanya panas Xu. Dalam keadaan parah, ujung lidah bengkak dan terdapat bintik-bintik merah.
Jika warna merah itu terdapat pada sisi lidah menunjukkan adanya api dalam hati atau panas dalam kandung empedu. Bintik-bintik merah yang terlihat pada lidah merah biasanya disebabkan karena papila lidah yang menonjol, membesar, atau membengkak, dan terlihat sebagai bercak-bercak merah pada lidah. Ini semua merupakan tanda adanya panas dalam tubuh penderita.

Merah tua
Warna ini lebih gelap dari warna merah, dan seperti halnya warna merah pada lidah, warna merah tua juga menunjukkan adanya panas, akan tetapi keadaan penderita sudah lebih parah.

Ungu
Warna ungu selalu menunjukkan adanya statis darah. Warna yang dimaksud di sini ada dua macam, yaitu merah ungu atau biru ungu. Merah ungu adalah kelanjutan lidah merah dan berarti adanya panas dan statis darah. Biru ungu adalah kelanjutan lidah pucat, dan berarti adanya dingin dan statis darah pada penderita.

Biru
Arti dari lidah yang biru sama dengan lidah biru keunguan, yaitu adanya dingin di dalam tubuh yang mengakibatkan stasis darah.

Bentuk otot lidah
Bentuk lidah memberi indikasi keadaan darah dari Ying Qi tubuh, serta mencerminkan keadaan Xu atau Shi dari penderita
  • Tipis. Lidah yang tipis menunjukkan keadaan yang menahun. Lidah tipis dan pucat menandakan terjadinya defisiensi Darah. Lidah tipis, berwarna merah dan tidak ada selaputnya menandakan Defisiensi Yin.
  • Bengkak. Lidah yang bengkak dan pucat menandakan retensi lembab yang disebabkan oleh defisiensi Yang. Bila warnanya merah atau normal menunjukkan retensi panas lembab
  • Kaku. Lidah yang kaku selalu menunjukkan angina dalam.
  • Lembek. Lidah yang lembek menunjukkan defisiensi cairan tubuh.
  • Panjang. Lidah yang panjang menunjukkan kecenderungan panas terutama panas dari jantung.
  • Pendek. Lidah yang pendek, warnanya pucat dan basah, menandakan dingin dalam. Lidah yang pendek, berwarna merah dan tidak berselaput menunjukkan keadaan defisiensi Yin yang parah.
  • Retak. Retak pada lidah menandakan adanya panas dalam tubuh penderita, baik panas Shi maupun panas karena defisiensi Yin. Retak-retak pendek yang transversal menunjukkan defisiensi Yin Lambung. Bila retak-retak itu terdapat di sisi lidah di dekat pertengahan, maka berarti ada defisiensi Qi yang menahun dari Limpa. Retak longitudinal, pada garis tengah lidah yang panjang mendekati ujung lidah menunjukkan adanya gangguan pada Jantung, sedang bila retaknya tidak mencapai ujung lidah dan agak dangkal, menunjukkan adanya defisiensi Yin Lambung.
  • Tapak gigi : otot lidah yang tepinya bertapak gigi biasanya menunjukkan defisiensi limpa/Yang Xu Limpa
  • Tremor dan kaku : menunjukkan adanya angin
  • Tremor kering dan merah : menunjukkan adanya angin hati
  • Tremor dan pucat : menunjukkan defisiensi Qi dan darah.
  • Tertarik ke salah satu sisi. Lidah yang tertarik kesalah satu sisi menunjukkan adanya PPL angin.
Kelembaban
Keadaan lembab lidah menunjukkan keadaan cairan tubuh. Lidah yang normal biasanya agak basah. Ini menunjukkan bahwa cairan tubuh masih baik dan tidak terjadi gangguan pada proses transformasi dan transportasinya.
  • Bila lidah kering dan berwarna merah atau merah tua, maka ini merupakan indikasi bahwa panas telah merusak cairan tubuh.
  • Bila lidah terlalu basah, maka ini merupakan tanda bahwa Yang Qi tidak bekerja baik dan proses transportasi dan transformasi tidak berjalan dengan sempurna, sehingga cairan terkumpul dan terbentuklah lembab dalam tubuh.
  • Lidah yang kering, merupakan indikasi panas baik panas Xu atau panas Shi tergantung ada atau tidaknya selaput lidah.
  • Selaput yang lengket atau licin merupkan indikasi retensi lembab atau dahak.
Penyakit dapat menimbulkan perubahan pada badan lidah dan lapisan lidah. Badan lidah menunjukkan keadaan Yin-Yang-Qi-Xue organ tubuh. Sementara, lapisan lidah menunjukkan letak dan sifat faktor patogen. Keadaan lapisan lidah dapat juga dipengaruhi oleh makanan dan minuman. Pemeriksaan lidah dianjurkan untuk dilakukan dengan sinar alam.

Badan Lidah
Badan lidah yang normal berwarna merah muda dan bergerak bebas. Keadaan ini menunjukkan Yin-Yang-Qi-Xue berada dalam keadaan keseimbangan.
• Lidah pucat menunjukkan sindrom dingin, kelemahan Qi, atau kekurangan Xue
• Lidah pucat dan gemuk dengan bekas gigi pada bagian tepi menunjukkan kelemahan Qi-limpa dan Qi-ginjal
• Lidah berwarna merah menunjukkan sindrom panas dan kelebihan Yang.
• Lidah berwarna merah dan kurus menunjukkan sindrom panas dan kekurangan Yin.
• Lidah berwarna keungu-unguan atau berbintik-bintik keungu-unguan menunjukkan sindrom stagnasai darah.
• Lidah pecah-pecah tanpa gejala lain dapat dianggap normal.
• Lidah kaku atau mengalami deviasi menunjukkan sindrom penyakit stroke

Lapisan Lidah
Lapisan lidah yang normal berwarna putih tipis, cemerlang, dan lembap. Perkembangan penyakit dapat dilihat dari perubahan pada lapisan lidah. Perubahan lapisan lidah yang berwarna kuning tebal menjadi putih tipis menunjukkan penyakit menjadi ringan atau sembuh. Sebaliknya, bila lapisan lidah berubah dari putih tipis menjadi kuning tebal, berarti penyakit justru berkembang semakin berat.
• Lapisan lidah putih tipis menunjukkan sindrom angin-dingin atau normal.
• Lapisan lidah putih tebal menunjukkan sindrom dingin akibat kelemahan Qi tubuh.
• Lapisan lidah putih tebal dan lengket menunjukkan sindrom lembap akibat kelemahan Qi-limpa.
• Lapisan lidah kuning dan kering menunjukkan sindrom panas dan kekurangan Yin.
• Lapisan lidah kuning, tebal, dan lengket menunjukkan sindrom panas-lembap.
• Lapisan lidah yang terkelupas menunjukkan sindrom kekurangan Yin dan Qi dari lambung.
Semoga kajian lidah ini bermanfaat. Sebagai penutup, berikut zona pembagian organ dalam ilmu TCM. Teruslah belajar.

PANDUAN BERBEKAM (Mengenal Sindrom Penyakit)


A. SINDROM YANG DI ANJURKAN UNTUK DI BEKAM
 
SINDROMA SHE
Sindroma She terjadi pada saat serangan Xie-Patogen kuat, namun keadaan Ceng Chi juga masih belum lemah, sehingga pertikaian di antara mereka seru sekali dan menimbulkan gejala-gejala yang nyata dan akut.
 
Gejala dan tanda
Gejala dan tanda yang ditunjukkan sindroma She berbeda-beda. Hal ini ditentukan oleh aneka macam patogen yang menyerang masuk ke dalam tubuh dan lokasi tubuh yang terserang penyakit. Pada umumnya gejala-gejala yang timbul pada Sindroma She, antara lain suhu badan naik, bahkan tinggi sekali, gelisah, kesadaran menurun, delirium, dada dan perut terasa kembung atau sakit, kadang-kadang terdapat benjolan pada perut, terdapat daerah nyeri tekan, banyak dahak, disuria, oedema, konstipasi atau diare, kotoran bau busuk, lidah kasar, selaput lidah tebal, mengilap atau kotor, nadi She (penuh dan keras) dan bertenaga.

Pembahasan
Penyebab timbulnya Sindroma She terletak pada enam macam patogen luar yang kuat dan berbagai macam produk patologik yang dikarenakan kacaunya fungsi Cang Fu, antara lain darah statis, benda yang berbentuk seperti dahak, cairan dan lembab yang berlebihan, Chi yang terhalang, dan makanan yang tidak tercerna. Ketika patogen itu menyerang masuk ke dalam tubuh, kekuatan Ceng Chi-daya tahan masih baik, dan mengadakan perlawanan untuk mengusir penyerang yang datang dari luar atau dari dalam, sehingga timbul pertikaian yang sangat sengit di antara mereka, dan mengakibatkan timbul reaksi tubuh yang sangat nyata dan kuat. 

Sie-Patogen dapat dibagi menjadi golongan Yin dan golongan Yang. Serangan patogen Yang mengakibatkan panas. Di samping itu, patogen bersifat Yin juga dapat berakumulasi menjadi panas. Maka pada Sindroma She timbul gejala suhu badan naik, bahkan kadang-kadang tinggi sekali. Apabila Sie-Patogen menyerang Sin Pao-perikardium, maka timbul gejala-gejala gelisah, kesadaran menurun dan delirium.

Fungsi Cang Fu yang kacau mengakibatkan peredaran Chi tidak lancar, sehingga timbul sakit dan kembung pada dada dan perut; Demikian juga darah statis sebagai produk dari kekacauan fungsi Cang Fu dapat menyebabkan nyeri perut, patogen dahak yang konkrit dapat terdengar suaranya; cairan atau lembab yang tak dapat disalurkan menyebabkan disuria dan oedema.
Apabila terdapat makanan yang tidak tercerna, maka timbul nyeri perut, dan apabila tertekan rasa nyeri bertambah. Serangan patogen panas mengakibatkan Jin Ye tidak cukup sehingga timbul gejala konstipasi dengan kotoran keras. Namun, apabila yang menyerang adalah patogen panas lembab, maka terjadi diare yang kotorannya bau busuk. Pada Sindroma She, keadaan Cheng Chi-daya tahan masih kuat, perikaian Ceng chi dan Sie-patogen berlangsung dengan sangat seru. Hal ini tampak pada lidah yang kasar berwarna tua dan selaput lidah tebal mengilap atau kotor.
Sindroma She sering ditemukan pada permulaan penyakit atau pada pasien usia muda. Pada umumnya Sindroma She berkembang dan berubah dengan cepat.

SINDROMA RE
Penyebab Sindroma Re, antara lain
1. Serangan patogen panas dari luar tubuh.
2. Fungsi organ Cang Fu tidak seimbang sehingga terdapat sebagian organ Cang Fu yang berfungsi terlalu aktif.
3. Tubuh kekurangan Yin sehingga bagian Yang dari tubuh tidak dapat dibatasi, kemudian mengkibatkan terjadi Sindroma Re bersifat Xi.

Gejala dan tanda
Sindroma Re bersifat She disebabkan oleh serangan patogen dari luar atau fungsi Cang Fu terlalu aktif. Gejala dan tanda yang timbul, antara lain suhu badan naik dan penderita selalu ingin berada pada tempat yang dingin, terasa haus dan ingin minum yang dingin, muka dan mata merah, gelisah, air seni berkurang dan berwarna coklat, lidah tampak merah, selaput lidah kuning dan kering, nadi teraba Suo (cepat).

Pembahasan
Sindroma Re selain disebabkan oleh serangan patogen panas dari luar tubuh, juga dapat disebabkan oleh adanya ekses dari tujuh macam emosi. Kemudian kebiasaan makan yang kurang baik mengakibatkan tertimbunnya materi bersifat panas di dalam tubuh. Hal itu juga dapat menyebabkan terjadi Sindroma Re.
Gejala dan tanda yang timbul dapat dianalisis sebagai berikut. Suhu badan naik dan ingin berada di dalam keadaan dingin. Serangan patogen panas dari luar tubuh mengakibatkan tubuh kelebihan Yang, fungsi Cang Fu yang terlalu aktif juga mengakibatkan tubuh berlebihan energi bersifat panas, karena itu, suhu badan naik. Sedangkan ingin pada kondisi dingin merupakan reaksi alamiah tubuh terhadap keadaan panas yang bersifat patologis. Haus dan ingin minum minuman dingin.Sindroma Re mudah menghabiskan cairan tubuh sehingga perlu penambahan dari luar. Karena itu, pasien ingin minum minuman dingin.

Muka dan mata merah
Panas yang membara di dalam tubuh mengakibatkan daerah berdebar dengan cepat, terutama ke bagian muka dan mata, maka mata dan muka merah.
Gelisah
Patogen panas mengacaukan Shen-Jiwa, maka pasien selalu gelisah.
Air seni sedikit dan berwarna coklat
Karena sindroma Re (panas) menghabiskan Jin Ye sehingga menyebabkan tubuh kekurangan cairan, maka air seni sedikit dan berwarna coklat.
Konstipasi, kotoran keras dan kering.
Sindroma Re menyebabkan tubuh kekurangan Jin Ye, termasuk Jin Ye di dalam usus besar. Karena itu, terjadi konstipasi dan kotoran menjadi keras dan kering.
Lidah merah dan selaput lidah kuning dan kering
Ldiah merah dan selaput lidah kuning sebagai pertanda dari Sindroma Re, sedangkan kering menandakan tubuh kekurangan Jin Ye.
Nadi Suo-cepat
Keadaan panas menyebabkan jantung berdenyut dengan cepat, maka nadi teraba Suo-cepat.

B. SINDROM YANG TIDAK DI ANJURKAN UNTUK DI BEKAM

Sindroma Han

Sindroma Han dapat disebabkan oleh serangan patogen dingin. Selain itu, Sindroma Han dapat juga disebabkan oleh kekurangan Yang di dalam tubuh.

Gejala dan tanda
Gejala dan tanda yang timbul dalam Sindroma han, antara lain takut dingin, menyukai yang hangat, kaki dan tangan dingin dan pucat, tidak haus, mulut terasa tawar, air seni banyak dan jernih, diare, atau kotoran tidak berbentuk, selaput lidah tampak putih dan tipis atau lembab licin, nadi teraba Che (lamban) atau Cing (kencang).

Pembahasan
Sindroma Han pada umumnya disebabkan oleh serangan patogen dingin. Namun, dapat juga dikarenakan terlalu lama menderita penyakit sehingga mengakibatkan Yang Chi di dalam tubuh menjadi lemah, dan ptaogen bersifat Yin timbul dari dalam tubuh sendiri.
Takut dingin, kaki dan tangan dingin dan pucat ingin segala sesuatu yang hangat.
Patogen dingin menyerang masuk ke dalam tubuh, menyebabkan bagian Yang di dalam tubuh (yang berfungsi memanaskan tubuh) tertekan, maka penderita terasa takut dingin. Tertekannya Yang Chi menyebabkan tubuh tidak dapat dipanasi dan kekurangan nutrisi, maka kaki dan tangan dingin dan pucat. Karenat tubuh kekurangan Yang Chi dan penderita berusaha menambah, maka pasien ingin makanan hangat atau diam dalam tempat hangat ataupun segala sesuatu yang dapat memberi rasa hangat pada tubuh.

Muka Pucat
Patogen dingin bersifat membekukan, karena itu menyebabkan Chi dan Xie-darah membeku dan peredaran menjadi tidak lancar. Jadi, muka tidak mendapat pasokan Chi dan Xie-darah, maka muka menjadi pucat. Demikian juga ketika kekurangan Yang Chi.
Mulut terasa tawar dan tidak haus
Karena patogen yang bersifat Dingin tidak menghabiskan Jin Ye, tubuh tidak perlu menambah cairan dari luar, maka mulut terasa tawar dan tidak haus.
Air seni banyak dan jernih
Sindroma Han itu disebabkan serangan patogen dingin atau Yang Chi di dalam tubuh dalam keadaan lemah. Dalam keadaan dingin air susah menguap, malahan lebih mudah turun ke bawah dan membentuk air seni. Karena itu, air seni banyak dan jernih.
Kotoran encer dan tidak berbentuk
Dalam Sindroma Han, tubuh kelebihan cairan, dan fungsi Yang Chi lemah sehinga Pi-Limpa tidak dapat menjalankan fungsi transportasi dan transformasi dengan baik. Karena itu, cairan yang berlebihan keluar dari usus besar, dan menyebabkan diare atau kotoran menjadi encer.
Selaput lidah tampak putih atau lembab dan licin
Selaput lidah putih merupakan ciri dari Sindroma Han, sedangkan lembap dan licin menunjukkan cairan di dalam tubuh terlalu banyak.
Nadi teraba Che (lamban) atau Ching (kencang)
Nadi Che-lamban merupakan pertanda dari sindroma Dingin bersifat Xi, sedangkan Cing sebagai pertanda dari adanya patogen bersifat dingin di dalam tubuh.

Sindroma Xi
Sindroma Xi merupakan manifestasi dari kekurangan Ceng Chi-dayatahan di dalam tubuh. Dalam klinik, tubuh yang kekurangan Ceng Chi itu, apabila terserang patogen dari luar (tidak terlalu berat), penderita tetap menunjukkan Sindroma Xi.

Gejala dan tanda
Sindroma Xi dapat dibagi menjadi Chi Xi, Xie Xi, Yang Xi, Yin Xi dan Cang Fu Xi (Fungsi Cang Fu lemah). Karena itu, gejala dan tanda yang dimanifestasikan Sindroma Xi beraneka ragam dan berbeda-beda. Walaupun demikian, di antara berbagai macam Sindroma Xi masih terdapat kesamaannya. Karena Sindroma Xi umumnya disebabkan kurangnya berbagai macam materi dan menurunnya fungsi organ di dalam tubuh, maka umumnya terdapat gejala dan tanda yang sama, antara lain muka pucat dan tidak bercahaya, kurang semangat, kurang bertenaga, lidah pucat dan licin, nadi teraba Xi.

Pembahasan
Muka pucat dan tidak bercahaya
Chi, Xie-darah, dan Jin Ye yang kurang terpancar pada muka, maka muka tampak pucat dan tidak bercahaya. Demikian juga fungsi Cang Fu yang menurun sehingga Chi, Xie dan Jin Ye tidak dapat ditransportasi dan disuplai ke seluruh tubuh. Hal itu terlihat juga pada muka.
Semangat kurang dan tidak bertenaga
Karena Sindroma Xi disebabkan oleh kekurangan materi nutrisi di dalam tubuh atau fungsi Cang Fu menurun, sehingga tidak dapat menunjang aktivitas tubuh, maka penderita terasa kurang semangat dan tidak bertenaga.
Lidah Pucat dan licin, nadi Xi-kosong.
Lidah pucat dan licin, nadi teraba Xi-kosong merupakan manifestasi dari Sindroma Si.

SINDROMA SI YANG PALING DITEMUKAN DALAM KLINIK, antara lain:

A. Sindroma Chi Xi

Dalam Sindroma Chi Xi, selain teradapat gejala umum pada Sindroma Xi, yaitu kurang semangat, badan lesu, muka pucat, dan tidak bercahaya, lidah tampak pucat, nadi teraba Xi, disertai juga napas pendek, suara kecil dan malas bicara, banyak mengeluarkan keringat walaupun tidak bergerak badan, atau hanya bergerak sedikit.
Pembahasan
Kekurangan Chi di dalam tubuh menyebabkan berbagai aktivitas tubuh tidak dapat ditunjang, bahkan hanya berbicara penderita merasa lelah, suara yang dapat dikeluarkan kecil. Kekurangan Chi menyebabkan penderita napas pendek, malas berbicara. Karena Chi tidak cukup untuk mentransportasi darah ke berbagai organ dan jaringan tubuh, sehingga menyebabkan organ dan bagian tubuh yang lain kekurangan Xie-darah. Hal itu jelas tampak pada muka yang pucat dan tidak bercahaya. Chi yang lemah tidak dapat menguasai pori-pori, maka tubuh mudah sekali mengeluarkan keringat.

B. Sindroma Xie-darah Xi
Dalam Sindroma Xie Xi, selain terdapat gejala dan tanda yang umumnya terdapat pada Sindroma Xi, juga terdapat gejala-gejala yang lain, antara lain muka pucat atau pucat kekuning-kuningan, bibir pucat, pusing-pusing, mata kabur, badan pegal dan semutan, lidah tampak pucat, nadi teraba Xi-halus. Pada penderita wanita kuantitas menstruasi kurang dan berwarna pucat, bahkan amenorrhoe.

Pembahasan
Xie-darah kurang dan tidak dapat mensuplai kebutuhan berbagai organ dan jaringan. Hal itu tampak pada wajah, bibir dan lidah yang pucat. Xie-darah tidak cukup untuk menunjang aktivitas Shen-jiwa di otak, maka kepala pusing dan mata kabur. Kekurangan Xie-darah pada berbagai bagian tubuh, menyebabkan timbul perasaan pegal-linu dan kesemutan. Xie-darah yang kurang tidak dapat mengisi “penuh” pembuluh darah, sehingga nadi teraba Si-halus. Kemudian menstruasi secara fisiologik berhubungan denga Xie-darah, maka kekurangan Xie-darah mengakibatkan menstruasi tidak teratur, kuantitas berkurang dan berwarna pucat, bahkan tdiak datang menstruasi.

C. Sindroma Yang Xi
Chi tergolong ke dalam Yang, maka banyak kesamaan antara Chi Xi dan Yang Xi. Yang di dalam tubuh, selain mencakup Chi, juga mencakup fungsi memanasi tubuh pada organ Ming Men. Yang dimaksud dengan Yang Xi adalah kekurangan daya memanasi tubuh dan kekurangan apai di dalam organ Ming Men. Di dalam Sindroma Yang Xi tercakup juga Chi Xi. Yang Xi pada umumnya merupakan kelanjutan dari Chi Xi yang semakin parah.
Pada tahap dini Sindroma Yang Xi, gejala dan tanda yang pertama dimanifefstasikan berupa gejala dan tanda yang ada pada Sindroma Chi Xi. Kemudian disusul dengan gejala lengkap dari Yang Xi. Karena itu, di dalam Sindroma Yang Xi, selalu terdapat Sindroma Chi Xi, yang tambah dengan gejala dan tanda yang lain, yaitu tangan dan kaki dingin, takut dingin, sering buang air kecil, bahkan inkontinensi, impotensi, lidah tampak gemuk, nadi teraba Wei-halus sekali.
Lokasi penyakit di dalam Sindroma Chi Xi terletak di dalam Fei-Paru-paru dan Pi-Limpa, sedangkan sindroma Yang Xi umumnya berlokasi pada Shen-Ginjal, Sin-Jantung dan Pi-Limpa. Dengan demikian, tampak jelas lokasi penyakit dari Sindroma Yang Xi lebih berat daripada Sindroma Chi Xi.

D. Sindroma Yin Xi
Xie-darah tergolong ke dalam Yin, sedangkn bagian Yin di dalam tubuh, selain terdapat Xie-darah, juga mencakup Cing, dan Jin Ye. Karena itu Sindroma Yin Xi banyak kesamaan dengan Sindroma Xie Xi. Namun cukupan Sindroma Yin Xi lebih luas. Dalam Sindroma Yin Xi, selain terdapat gejala dan tanda seperti di dalam Sindroma Xi pada umumnya, yaitu tidak bersemangat, badan lesu, muka pucat, lidah tampak pucat, dan nadi teraba Xi halus, juga terdapat gejala dan tanda yang ditujukkan Sindroma Xie Xi, yaitu pusing-pusing, muka pucat kekuning-kuningan, mata kabur, badan pegal dan kesemutan, dan lidah pucat.

Selain itu, masih terdapat gejala dan tanda yang dikarenakan Cing Xi dan kekurangan Jin Ye. Kemudian karena Yin kurang sehingga tidak dapat membatasi Yang, maka di dalam Sindroma Yin Xi masih terdapat juga berbagai macam gejala panas yang bersifat Xi, misalnya panas berkala yang sering terjadi pada siang hari, danda dan anggota badan terasa panas, mengeluarkan keringat pada waktu tidur, muka tampak merah muda, badan kurus, lidah dan tenggorokan kering, lidah berwarna merah, selaput lidah tipis, bukan tidak beselaput sama sekali, nadi teraba Xi-halus, dan Suo-cepat tetapi tidak bertenaga.

Sindroma Xi selain disebabkan faktor genetika, kebanyakan didapat setelah lahir. Penyebabnya, antara lain tujuh macam emosi yang abnormal, kerja terlalu lelah atau kurang bekerja, kurang olah raga, kebiasaan makan dan minum yang kurang baik, menikah terlalu dini, terlalu banyak melahirkan, terlalu banyak hubungan seks, dan berbagai macam penyakit menahun. Kemudian hukum alam sering menyebabkan manusia lanjut usia mudah terserang Sindroma Xi.
Demikian penjelasan beberapa Sindroma yang sering kita temui saat kita melakukan praktek. Semoga bisa memberikan tambahan wawasan bagi kita semua. Wallahu a’lam.

Jumat, 18 Maret 2011

Cara Diet Dan menjaga Kesehatan Ala Rasulullah


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lainnya.

Ini pun adalah Diet Rasullulah SAW kita juga. Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

* Jangan makan SUSU bersama DAGING
* Jangan makan DAGING bersama IKAN
* Jangan makan IKAN bersama SUSU
* Jangan makan AYAM bersama SUSU
* Jangan makan IKAN bersama TELUR
* Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
* Jangan makan SUSU bersama CUKA
* Jangan makan BUAH bersama SUSU CTH :- KOKTEL

Banyak Berjalan, Diabetes Menjauh

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Berjalan kaki merupakan jenis olahraga aerobik yang diketahui baik untuk kebugaran dan kesehatan jantung. Olahraga murah meriah ini sebenarnya juga bisa dilakukan untuk Anda yang ingin menjauh dari penyakit diabetes melitus.

Sebuah penelitian untuk memetakan angka kejadian diabetes di Australia tahun 2000-2005 menemukan, makin banyak langkah kaki Anda berjalan, makin rendah risiko diabetes yang dihadapi. Penelitian itu dilakukan terhadap 592 orang berusia pertengahan hingga usia lanjut.

Di awal studi seluruh responden melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengisi rincian gaya hidup yang dilakoni, mulai dari kebiasaan olahraga hingga pola makan. Partisipan studi ini kemudian diberi pedometer, alat untuk mengukur langkah kaki yang telah dilakukan dalam satu hari.

Penelitian yang berlangsung selama lima tahun ini menemukan mereka yang langkah kakinya paling banyak memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, rasio pinggang dan paha lebh rendah serta sensitivitas insulin yang lebih baik. Bahkan jika faktor pola makan, kebiasaan merokok dan asupan alkohol juga disertakan.

Mereka yang memiliki gaya hidup kurang aktif dan mulai mengubah kebiasaannya hingga mencapai 10.000 langkah dalam sehari mengalami perbaikan sensitivitas insulin dibanding dengan mereka yang berjalan 3000 langkah dalam sehari, lima kali dalam seminggu.

Sensitivitas insulin adalah kemampuan dari hormon insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan menekan produksi glukosa hepatik dan menstimulasi pemanfaatan glukosa di dalam otot skelet dan jaringan adiposa. Jika sensitivitas insulin menurun akan terjadi resistensi insulin yang menyebabkan diabetes.


Kamis, 17 Maret 2011

Lidah Buaya Bantu Atasi Diabetes

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Makanan kesehatan

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr Freddy Wilmana MFPM SpFK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat, antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. Misalnya, lidah buaya mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak tergantung insulin.

Mengandung Antioksidan

Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalamAloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan itu berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya.

Yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang dikandungnya rusak.

Ramuan lidah buaya

Radang tenggorokan

Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari. Ambeien

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari. Sembelit

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus

Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah

Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut

Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)

Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Cantik dan Sehat Berkat Khasiat Rempah

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Rempah dan tanaman herba terbukti dapat menjaga kesehatan bahkan menyembuhkan beberapa penyakit. Jamu salah satunya, telah menjaga kesehatan para eyang kita hingga saat ini. Meski pun sempat terlupakan karena "terpana" dengan obat-obatan modern, kini rempah dan herba kembali diandalkan untuk menjaga kesehatan kita. Sudah ada 17 rumah sakit yang menggunakan jamu dalam proses pengobatan.

Cantik Lewat Bumbu Selain menjaga kesehatan, bumbu juga berguna untuk kecantikan. Banyak produk kecantikan, mengkhususkan diri menggunakan bumbu sebagai bahan dasarnya. Kulit kuning langsat didapat karena sejumlah tabir surya (sunscreen), mengandung kunyit. Pasta kunyit bisa menghilangkan rambut yang tidak diinginkan. Kayu manis menambah keharuman tubuh kita. Masih ada manfaat sereh, pala, ataupun bumbu lainnya. Pada dasarnya tubuh kita merupakan kesatuan sistem yang saling berhubungan. Ingat kisah Elizabeth Gilbert dalam Eat, Pray, Love yang menemukan pentingnya keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa dalam kehidupan. Rasanya kita juga bisa mewujudkan keseimbangan itu.

Bumbu dan Kesehatan Buat kita yang sibuk, manfaat rempah-rempah dan herba dapat kita rasakan juga setiap hari. Cara mudahnya dengan memasukkannya ke dalam menu makanan dan minuman sehari-hari. Nikmati kari, atau sup ikan yang berwarna cerah karena kunyit. Jangan lupa nikmati segarnya kunyit asam (bukan hanya saat kita sedang menstruasi saja) atau pun wedang jahe untuk mendapatkan kesegaran dan badan yang bugar.

Kunyit:
1. Dapat digunakan untuk antiseptik. Saat kita terluka, ambil kunyit, cuci bersih, kunyah dan tempelkan pada luka, darah akan berhenti mengalir, jangan lupa ke dokter setelah itu.
2. Dapat menghilangkan kolesterol "jahat", menguatkan fungsi hati, memerangi depresi, dan membantu mengurangi berat badan.

Jahe:
1. WHO mencatat jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia.
2. Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan untuk membangkitkan nafsu makan.
3. Jahe segar yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai obat luar sebagai obat mulas.
4. Raasa dan aromanya pedas dapat menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat.

Tertawa Mempercepat Penyembuhan


Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Tertawa terbukti membuat tubuh lebih segar dan sehat. Tim peneliti dari Universitas Leeds, Inggris, bahkan menemukan pada orang yang sedang menderita luka, kebiasaan tertawa bisa mempercepat kesembuhan dibanding menggunakan teknologi canggih.

Dalam penelitian yang dilakukan selama lima tahun terhadap 337 pasien, para peneliti membandingkan efek tertawa ditambah perawatan luka biasa, dengan penggunaan ultrasound dosis rendah pada luka di kaki pasien. Ternyata teknologi canggih itu tidak mempercepat proses kesembuhan.

Seluruh pasien yang terlibat adalah penderita borok atau luka di bagian kaki yang lukanya tidak sembuh-sembuh setelah enam bulan atau lebih.

Sebagai prosedur standar, tim peneliti membebat luka untuk merangsang aliran darah dari kaki kembali ke jantung. "Cara terbaik untuk melakukannya adalah membebat dan meminta para pasien melakukan pengaturan makan dan olahraga," kata Profesor Andrea Nelson, ketua penelitian tersebut.

Ketika para peneliti mencoba menambahkan penggunaan gelombang suara (ultrasound) sebagai tambahan pada prosedur standar, ternyata tidak ditemukan perbedaan yang berarti pada kecepatan luka untuk sembuh atau luka kembali lagi.

Justru ketika para pasien diminta untuk lebih sering tertawa, luka lebih cepat sembuh. "Saat tertawa terpingkal-pingkal diafragma akan bergerak sehingga aliran darah ke seluruh tubuh lebih lancar," kata Nelson.