Jumat, 29 Oktober 2010

Miom, Tumor Jinak yang Bisa Ganas

Miom merupakan sebuah jaringan otot yang tumbuh secara abnormal. Biasanya terjadi karena otot rahim berkembang secara berlebihan. Dalam istilah kedokteran, miom ini biasa disebut dengan fibroid atau lebih dikenal dengan nama myoma.
Miom hampir 79 persen tumbuh di badan rahim (miom uteri) dan sebagian kecil tumbuh di leher rahim (miom servik uteri). Tumor jinak ini dapat menimpa perempuan berusia 35 tahun.
Setia perempuan yang mempunyai keluhan nyeri ketika haid, sering sakit pada pinggul, haid tidak beraturan, dan pendarahan haid yang sangat banyak harus diwaspadai sebagai petunjuk adanya miom. Begitu juga perempuan dengan perut membesar selama haid dan frekuensi buang air kecil yang tinggi.
Celakanya, tumor ini tidak dirasakan kehadirannya. itu disebabkan pertumbuhan miom sangat lambat. Paling sedikit pertumbuhan miom membutuhkan waktu delapan tahun dan sangat sulit dideteksi. Kebanyakan miom ditemukan secara kebetulan, misalnya pada saat USG kehamilan.
Beberapa ahli menyimpulkan, miom terjadi lantaran adanya stimulasi hormone estrogen atau yang biasa disebut dengan cell nest. Terjadinya cell nest karena rangsangan kuat pada sel yang belum dewasa dan terpaksa tumbuh berkembang secara abnormal.
Mion juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan dipicu rangsangan hormon, makanan berlemak, dan kelebihan berat badan. Makanan siap saji dari hewani adalah salah satu makanan yang besar pengaruhnya dalam memicu pertumbuhan miom. Perlu digarisbawahi, miom yang 0,1 persennya dapat menjelma menjadi ganas pada perempuan menopause.
Pengobatannya diawali dengan pemberian obat. Bagi perempuan yang belum memasuki masa menopause diberikan obat anti peradangan non steroid untuk mengatasi kram perut bagian bawah atau nyeri selama haid. Sementara itu, bagi penderita pendarahan selama menstruasi diberikan zat besi untuk mencegah terjadinya anemia.
Berikutnya, dengan tindakan miomektomi atau histerektomi. Miomektomi atau pengangkatan miom biasanya merupakan pilihan bagi penderita yang belum menopause. Miomektomi ini dapat dilakukan jika ukuran miom semakin membesar dan menyebabkan gejala yang tidak dapat ditolerir oleh penderita.
Adapun histerektomi (pengangkatan kandungan atau seluruh rahim). Tindakan ini dilakukan jika pendarahan menstruasi sangat banyak, mengalami nyeri hebar, dan pertumbuhan miom cepat, dan terjadi infeksi pada miom yang sudah membesar.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.


EmoticonEmoticon