Rabu, 01 Oktober 2008

Kumis Kucing Atasi Kencing Batu & Masalah Ginjal

Tuntutan hidup yang serba cepat dan instan kadang- kadang membawa kita pada gaya hidup yang kurang baik apabila disiplin dalam menjaga kesehatan tidak dijaga. Berlama-lama duduk di depan komputer, jarang minum dan jarang bergerak ialah salah satu penyebabnya. Meminum air yang cukup adalah keharusan untuk mengatasi kekurangan cairan yang habis oleh karena kesibukan aktifitas kita. Dengan pasokan air yang cukup maka badan tetap terasa segar dan kinerja ginjal berjalan dengan normal. Normalnya, tubuh kita membutuhkan sedikitnya 2,5 liter air per hari. Jumlah ini diharuskan supaya ginjal dapat bekerja normal dalam memproses serta membuang sampah-sampah metabolisme yang dikeluarkan melalui air seni. Kekurangan pasokan air bersih menyebabkan sistem ini dapat terganggu dan menimbulkan efek samping yaitu adanya pengendapan batu kristal yang menghalangi keluarnya racun tersebut. Batu-batu tersebut contohnya ialah batu oksalat, batu urat dan batu cysteine.
Kurangnya meminum air menjadikan ginjal kekurangan cairan, sehingga ia menyerap air dari darah. Zat-zat yang seharusnya tak diserap, masuk ke ginjal dan membentuk pengendapan seperti batu yang menghalangi pembuangan racun tubuh.
Terbentuknya batu ini mengakibatkan kencing berdarah, susah kencing dan fatalnya ialah gagal ginjal yang bisa mengakibatkan kematian. Di Indonesia terdapat sekitar 50 ribu pasien gagal ginjal, dan hanya 4000 orang yang melakukan cuci darah. Hal ini dikarenakan biaya sekali cuci darah berada dikisaran Rp. 500 ribu hingga 1 juta rupiah. Bila cuci darah harus rutin 8 kali per bulan berarti biaya per bulan ialah 4 juta atau 48 juta rupiah per tahun.
Daun kumis kucing. Tanaman ini telah lama dipakai sebagai peluruh batu urin dan batu ginjal. Kumis kucing bersifat anti radang dan memperlancar air seni. Kandungan ortosifonin dan garam kalium (terutama pada daunnya), merupakan komponen utama yang membantu larutnya asam urat, fosfat, dan oksalat dalam tubuh manusia, terutama dalam kandung kemih, empedu serta ginjal, sehingga dapat mencegah terjadinya endapan batu ginjal. Kalium pada kumis kucing berkhasiat diuretik (memperlancar buang air kecil) dan pelarut batu saluran kencing, sedangkan sinensetin berkhasiat antibakteri. Kandungan saponin dan tanin pada daun itu juga bisa mengobati keputihan.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.


EmoticonEmoticon